Mempersiapkan diri memasuki dunia pernikahan biasanya orang akan sibuk menyiapkan pesta pernikahan yang sebenarnya hanya berlangsung satu atau dua hari. Banyak orang yang terlupa untuk menyiapkan mentalnya memasuki lembar hidup baru. Sehingga saat menjalani rumah tangga merasa kaget dengan kondisi yang ada karena tidak sesuai dengan ekspektasinya sebelum menikah. Melihat karakter asli pasangan yang belum pernah diketahui sebelumnya, pusingnya memikirkan kebutuhan keluarga, hubungan dengan mertua dan saudara ipar, atau menunggu kehadiran buah hati yang tak kunjung datang menjadi salah satu faktor pemicu adanya konflik batin di dalam kehidupan rumah tangga.

Bagaimana kehidupan setelah menikah akan berubah? Apa saja persiapan mental yang harus disiapkan? Berikut penulis rangkumkan untuk Anda.

Hidup Bersama Dengan Orang Lain Selama 24 Jam

Saat menikah dengan orang lain, Anda akan hidup 24 jam dengan orang yang Anda pilih sebagai pasangan hidup Anda. Orang tersebut akan menjadi teman hidup Anda hingga akhir hayat. Akan banyak hal yang mungkin bisa membuat Anda kaget karena belum pernah terbayang sebelumnya, seperti karakter asli pasangan, kebiasaan tidur pasangan, kekurangan pasangan, perbedaan pandangan, trauma masa lalu pasangan, dll. Untuk itu, sangat penting untuk Anda mengetahui lebih banyak siapa calon pasangan hidup Anda. Andapun perlu menceritakan semua hal tentang Anda agar nanti pasangan Anda tidak kaget dengan karakter asli Anda.

Menjadi Menantu & Saudara Ipar

Menikah berarti menerima pasangan dan juga keluarganya. Seringkali banyak orang setelah menikah mengalami masalah dengan mertua atau saudara iparnya. Ada baiknya Anda mengenal lebih banyak tentang keluarga calon pasangan Anda seperti budayanya, sifatnya, dll agar Anda lebih mudah beradaptasi dengan keluarga pasangan nantinya.

Mengatur Kebutuhan Keluarga

Memasuki dunia pernikahan berarti Anda sudah siap membangun keluarga sendiri. Ini berarti semua kebutuhan keluarga harus sudah siap dari hari pertama setelah menikah. Dimulai dari kebutuhan tempat tinggal setelah menikah, kebutuhan makan sehari-hari, kebutuhan kendaraan, listrik, dll. Sudahkah Anda dan calon pasangan Anda membicarakannya?

Mengelola Konflik

Tidak ada rumah tangga yang terhindar dari konflik. Mulai dari konflik masalah kecil hingga konflik masalah besar. Konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar. Sudah siapkah Anda mengelola konflik dengan pasangan?

Program Hamil, Melahirkan, & Menyusui

Kebanyakan pasangan yang menikah ingin memiliki keturunan. Dan untuk mendapatkan keturunan yang baik, calon orangtua perlu mempersiapkan kehamilannya. Mulai dari menjaga pola hidup sehat, makan-makanan bergizi, olah raga, menjaga pikiran agar selalu positif agar anak yang dilahirkan pun menjadi generasi yang positif. Apakah Anda sudah siap untuk itu semua?

Begitupun proses melahirkan anak harus banyak persiapan baik lahir maupun mental agar anak yang terlahir minim trauma. Sudah siap kah Anda dengan segala macam proses melahirkan seorang anak nantinya?

Pengasuhan Anak

Ketika anak Anda sudah lahir ke dunia, bagaimana cara mengasuhnya? Sudahkah Anda memikirkan bagaimana pendidikan, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan anak? Diskusikan dengan calon pasangan Anda tentang pengasuhan anak nantinya akan seperti apa.

Komitmen & Tanggungjawab

Memasuki dunia pernikahan membutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang besar karena pernikahan bukanlah hal yang main-main. Diperlukan keinginan kuat untuk selalu berpegangan tangan menghadapi segala masalah yang dihadapi. Siapkan mental yang kuat untuk memasuki dunia pernikahan yang indah dan menantang.

Keuangan Keluarga

Diperlukan kebijaksanaan untuk mengelola keuangan keluarga agar segala kebutuhan keluarga tercukupi. Keterbukaan dan transparani keuangan juga diperlukan agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Jangan lupa untuk mendiskusikan hal-hal yang menyangkut keuangan keluarga sebelum Anda menikah dengan calon pasangan Anda agar ditemukan titik tengah dan kesepakatan bersama antara Anda dan calon pasangan Anda.

Menghilangkan Privasi di Depan Pasangan

Setelah menikah nanti sudah tidak ada lagi privasi. Karena pasangan suami dan istri sudah menjadi satu. Saling terbuka agar kepercayaan selalu terbangun. Maka privasi akan hilang dengan sendirinya dengan terjalinnya komunikasi antar suami dan istri, yang ada hanya akan sebuah keterbukaan, bijaksana, dan saling mengharagai dalam berpendapat. Yang tanpa disadari akan menjadi sebuah saling kepercayaan antara pasangan suami istri.

Menjaga Pasangan Ketika Sakit & Masa-masa Sulit

Mungkin mudah untuk bersama pasangan ketika ia sehat. Bagaimana jika pasangan Anda nanti mengalami sakit? Atau harus menghadapi masa-masa sulit. Sudah siapkah Anda untuk selalu menemaninya saat suka maupun duka?

Persiapan mental yang paling penting adalah cukupnya ilmu tentang pernikahan. Ilmu tentang hak dan kewajiban sebagai seorang suami atau istri. Semua itu harus dipersiapkan mentalnya dengan memperbanyak ilmu tentang pernikahan sebelum Anda memutuskan untuk memasuki lembar hidup baru.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang sedang bersiap memasuki kehidupan rumah tangga yang penuh dengan keindahan dan juga tantangan. Jangan lupa mengawali niat baik Anda memasuki kehidupan berkeluarga dengan doa. Semangat!

Created by: Isna Hanifah