Wanita Indonesia Yang Sukses Tanpa Pendidikan Tinggi

Sukses belum tentu ditentukan oleh tinginnya gelar pendidikan yang dimiliki seseorang, tapi suksessnya seseorang ditentukan oleh pengalaman, ketekunan dan motivasi untuk mencapai sebuah kesuksessan. Beberapa tokoh wanita di Indonesia telah membuktikan meraih kesuksessan tanpa pendidikan tinggi, melainkan dengan ketekunan mereka mencapai kata kesuksessan. Kesuksessan para wanita ini dibangun oleh komitmen dan konsisten dengan harapan memberikan yang terbaik bagi orang lain.

Beberapa tokoh wanita ini kini telah meninkmati buah hasil pelajarannya selama membangun kesuksessan untuk karirnya. Pada akhirnya kesuksessan yang mereka raih adalah bagian dari pelajaran yang kelak akan memberikan manfaat pada orang lain seperti:

  • memberikan motivasi,
  • membuka lapangan pekerjaan,
  • memberikan pengetahuan,
  • memberikan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan

Para tokoh wanita yang sukses tanpa pendidikan tinggi

Wanita Indonesia Yang Sukses Tanpa Pendidikan TinggiPenyanyi Titiek Puspa

Sosok penyanyi legendaris Titiek Puspa yang merupakan penyanyi era 80an yang sampai saat ini masih eksis didunia tarik suara suskes dengan karirnya tanpa mengenyam pendidikan tinggi. Setelah SMP Titiek Puspa melanjutkan pendidikannya di Sekolah Guru Taman Kanak-kanak (SGTK) untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang guru TK.

Namun pendidikan tersebut tidak ditamatinya karena Titiek Puspa menikah dan hijrah ke Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1959 Titiek Puspa hijrah ke Jakarta demi mengembangkan bakat menyanyinya dan hingga saat ini tembang-tembangnya masih kita nikmati.

Wanita Indonesia Yang Sukses Tanpa Pendidikan TinggiPerancang Busana Kebaya Anne Avantie

Sosok perancang busana kebaya Indonesia yang rancangannya sudah diakui oleh dunia yaitu sosok Anne Avantie. Anne Avantie merupakan perancang busana kebaya Indonesia terkenal dan ternyata tidak memiliki penididikan tinggi dalam bidang merancang busana. Bakatnya dalam merancang busana dikembangkannya secara otodidak. Anne merupakan sosok perancang yang tidak tidak pernah mengenyam pendidikan formal yang khusus mempelajari seluk beluk dunia desain, dan Ia menempuh pendidikan hanya sampai tingkat SMA. Meski demikian, dengan semangat pantang menyerah dan kemauan belajar, ia mampu meraih prestasi tertinggi dalam karirnya. Anne memulai karirnya sebagai desiner pada tahun 1989, dengan membuka tempat bernama Griya busana Permatasari di kota Semarang. Anne yang popular dengan rancangan kebayanya yang khas banyak menginspirasi para pelakon industri fashion untuk memproduksi karya mirip beliau. Konsisten dan kerja keras Anne di panggung dunia mode Indonesia berbuah popularitas dan limpahan materi.

Wanita Indonesia Yang Sukses Tanpa Pendidikan TinggiMenteri Kelautan Susi Pudjiastuti

Tentu sosok Susi Pudjiastuti sangat fenomenal dalam deretan Kabinet Pemerintahan Era Presiden Jokowi. Susi diangkat menjadi seorang Menteri Perikanan dan Kelautan tahun 2014 dalam Kabinet Presiden Jokowi dan JK. Ia merupkan satu-satunya menteri dengan fakta lulusan Sekolah Tinggi Menengah Pertama. Namun ia memiliki kesuksessaan dalam bidang karir perikanan dan penerbangan yang ia geluti dan tekuni, dengan mengawali bisnis pada 1983 sebagai pedagang pengumpul (pengepul) ikan bermodal pas-pasan dengan modal senilai Rp. 750.000 di Pangandaran, Jawa Barat. Sukses dengan bisnis perikanannya pada tahun 2005, ia mulai merambah bisnis penerbangan yang awalnya hanya sebagai bagian dalam transportasi perikanan sekarang merambah pada penerbangan komersil.

Tiga tokoh wanita ini menjadi fakta bahwa kesuksesan karir yang didukung bukan dari faktor pendidikan tinggi namun kesuksesan karir wanita ini dibangun dengan komitmen dan konsisten. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Accenture, yaitu perusahaan  konsultan manajemen, layanan teknologi serta outsourcing menunjukan hasil bahwa 72 % responden wanita berpendapat keberhasilan karir wanita di Indonesia dikarenakan mereka siap menghadapi perubahan. Artinya wanita karir di Indonesia saat ini lebih diyakini mampu beradaptasi dalam setiap perubahan pekerjaan mereka.

Dalam penelitian ini ditemukan beberapa hal bagi wanitaku yang ingin terus meningkatkatkan karirnya atau Career Capital, yaitu : terus mengasah kemampuan atau kompetensi yang kita miliki, membangun networking, memiliki mentor atau pengarah dalam karir kita diperusahaan atau dalam berwirausaha, terakhir dan paling penting adalah mampu atau mudah beradaptasi dalam setiap perubahan.

Penutup:

Dalam artikel tersebut penulis bukan mengesampingkan makna dan tujuan dari sebuah pendidikan, tetapi pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi sangat penting sebagai wadah pembentukkan karakter seseorang dalam menata tujuan hidupnya. Pendidikan disebuah institusi pendidikan adalah bekal seseorang dalam berperilaku di lingkungan masyarakat dan membantu dalam menambah pengetahuan untuk melangkan mencapai tujuan seperti kesuksessan yang dipilih. Seperti yang diketahui dari ketiga tokoh tersebut pendidikan yang mereka dapatkan secara nonformal lebih banyak dan hal tersbut menjadikan pelajaran untuk mereka memperbaiki langkah dalam hidup dan tujuan kesuksessan.

Sebaiknya pendidikan formal dan nonformal bisa berjalan berdampingan, dari segi berprilaku dan berkomunikasi bisa didapatkan melalui pendidikan formal. Kemudian untuk pembelajaran strategi dalam melangkah menentukan keusksessan melalui pendidikan nonformal seperti pengembangan skill.