Sangatlah menyenangkan jika anak percaya diri dalam setiap aktivitasnya dan saat beradaptasi dengan kawana atau orang baru. Percaya diri seorang anak bisa dilihat saat bermain ia mudah untuk beradaptasi atau bahkan mampu berkoordinasi dengan temannya. Tentu percaya diri seorang anak tidak lepas dari peran orangtua dalam mengajarkan dan mengarahkan anak.

Melatih anak menjadi percaya diri adalah bagian dari menanamkan Interpersonal Skill pada anak. Seperti memberanikan anak untuk berbicara didepan umum dan berkenalan dengan orang baru disekitarnya, jika anak mampu beradaptasi biasanya dia akan merasa nyaman dan bahkan senang berlama-lama untuk bermain. Jika Anda melihat anak Anda bertingkah demikian maka Interpersonal Skill pada anak sudah tertanam dan akan berkembang seiring bertambahnya umur.

Lalu bagaimana jika anak Anda terlihat pemalu saat beradaptasi pada orang baru ataupun teman-temannya, bahkan cenderung menghindar atau menutup diri. Bisa dipastikan kemampuan Interpersonal Skill pada anak tidak tertanam dengan baik.

Hal ini disebabkan dewasa ini banyak sekali orang tua yang kurang memahami sifat anaknya yang cenderung intropert atau pemalu. Penyebab lain dikarenakan dengan kesibukan orang tua mengakibatkan mereka kurang peka terhadap tingkah laku anak-anaknya dan prilaku yang cenderung terjadi pada anak anaknya. Banyak orangtua beranggapan sifat malu pada anaknya akan hilang dengan semakin bertambahnya umur mereka. Beberapa artikel juga menjabarkan bahwa sifat malu itu adalah karena perasaan yang dialami oleh setiap anak yang berbeda beda karena faktor lingkungan yang memperngaruhinya. Artinya untuk merubah itu di butuhkan tahapan dan motivasi untuk merubah pola pikirnya agar menjadi sosok pemberani.

Jika Anda merasa anak Anda bersikap pemalu, canggung dan cenderung intropert, maka Anda harus memulai menanamkan Interpersonal Skill. Anda tentu harus meluangkan waktu ekstra untuk anak dengan perlahan-lahan dan sabar. Tentunya Anda juga harus memiliki pengetahuan dalam menumbuhkan Interpersonal skill pada anak.

Cara mendapatkan pengetahuan Interpersonal skill:

  • Membaca buku literature yang berhungan dengan Interpesonal skill.
  • Melihat beberapa contoh Film yang menumbuhkan Interpersonal skill pada anak.
  • Bertanya kepada pakar anak cara menumbuhkan Interpersonal skill pada anak.

Setelah Anda memiliki cukup banyak pengetahuan dalam menanamkan, menumbuhkan dan melatih Inetrpesonal pada anak Anda, maka sudah waktunya Anda mulai mempraktekkannya. Berikut ini adalah cara menumbuhkan sikap percaya diri pada anak dalam hubungannya menanamkan Interpersonal skill pada anak.

Ajarkan Untuk Selalu Berani

Keberanian itu harus di pupuk semenjak dini supaya anak mempunyai rasa percaya diri dan kemampuan untuk menyelesaikan semua masalahnya sendirian tanpa harus selalu tergantung pada orang lain. Berikan semangat kalo dia itu pasti bisa menyelesaikan apa yang ada di hadapanya, meskipun orang tua harus selalu mengawasi dan juga mengarahkan agar anak bisa tahu solusi terbaik yang di ajarkan orang tuanya.

Ajari Teori & Ajarkan Dengan Praktek

Sebagai orang tua yang bijak, akan selalu tahu akan perubahan yang terjadi pada anaknya, ini kewajiban orang tua untuk bisa mendampingi dan memberikan pengertian bahwa dia itu sebenarnya mampu dan bisa meyelesaikan semua masalah yang di hadapinya sekaligus memberikan metode yang tepat dan sesuai dengan karakter si anak.

Besarkan Hati & Berikan Penghargaan

Tidak jarang anak akan merasa minder dan kurang yakin bahwa dia sebenarnya bisa. Kita harus cermat untuk memahami situasi dan kondisi anak dan selalu besarkan hatinya bahwa dia itu sebenarnya pasti bisa melakukanya, kalaupun dia bisa jangan pelit pelit memberikan penghargaan yang mungkin itu bisa membuat si anak termotivasi  menjadi lebih berani.

Berikan Keberanian Untuk Mencoba Tantangan Yang Baru

Selalu dampingi si kecil ketika mau mecoba hal baru, ajarkan pada mereka cara caranya, karena ketika mereka bisa itu akan membuat mereka lebih berani dan percaya diri melakukan hal yang mereka sendiri belum pernah memainkan dan merasakanya. Kasih pengertian bahwa dengan mempelajari hal baru akan menambah pengetahuan bagi sang anak untuk mengetahui banyak hal.

Penutup

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak seperti keberanian harus dimulai sedini mungkin, karena keberanian itu muncul ketika anak bisa memahami apa yang dilakukannya. Ketika anak merasa tahu apa yang dilakukannya dan tidak ada masalah ataupun sebuah kesalahan dari apa yang dilakukannya, maka anak akan merasa berani dan percaya diri untuk melakukan hal yang lain. Setelah anak paham, anda sebagai orangtua tentu berperan dalam mengawasi, mengarahkan, mengajarkan, dan menasehatinya secara pelan jika yang dilakukan anak salah. Ketika anak sudah bisa mulai membedakan dan merasakan bahwa yang dilakukannya adalah benar atau salah, maka anak secara tidak langsung telah memiliki kemampuan interpersonal berupa rasa percaya diri di dirinya.