Pada saat muda seorang wanita memiliki impian untuk menjadi seorang wanita karir, karena impian tersebut lahir dari Pendidikan tinggi yang sudah ditempuhnya. Memiliki karir yang cemerlang tentu membuan Anda akan merasa bangga pada pencapaian yang diraih, apalagi banyak orang yang akan memuji Anda.

Ketika Anda masih muda, tentu tidak pernah membayangkan kemungkinan untuk mengambil gelar sebagai ibu rumah tangga setelah melahirkan seorang bayi. Terutama bagi Anda yang dibesarkan di lingkungan di mana perempuan yang sudah menikah dengan anak-anak masih berhasil mendapatkan uang dan membuat kontribusi keuangan yang signifikan untuk rumah tangga mereka sambil membesarkan anak-anak mereka pada saat yang sama. Dan Anda pun akan berfikir dan menjalani tentang hal yang sama.

Namun terkadang apa yang dipikirkan amatlah berbeda dengan yang dijalankan, ketika Anda berkeluarga dan memiliki seorang bayi tantangan yang di hadapi akan lebih banyak. Pikiran Anda tidak lagi membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga bersama suami, tetapi bagaimana cara mendidik dan membesarkan anak yang sudah di lahirkan. Saat Anda memutuskan untuk tetap berkarir dan memberikan pengasuhan bayi kepada babysitter atau pengasuh. Tetapi tentu faktor kepercayaan saat anak diasuh ke pengasuh akan mengganggu pikirian Anda selama dikantor.

Permasalahan lain yang sering muncul adalah saat pengasuh yang tidak cocok oleh Anda dengan cara mengasuhnya dan akan membuat seringnya berganti-ganti pengasuh. Hal ini akan membuat Anda merasa bersalah dan dilema saat ingin tetap berkarir tetapi ingin juga memiliki waktu mengasuh Anak. Inilah yang menjadi alasan Anda memutuskan untuk menjadi full time mom dan mengajukan resigne dari kantor.

Apa yang terjadi selama para ibu bertransisi menjadi full time mom?

Beberapa asumsi mengatakan bahwa mudah untuk beradaptasi menjadi seorang ibu penuh waktu di rumah tetapi sebenarnya asumsi tersebut tidak semuanya benar. Di awal semuanya bahagia karena rasanya Anda seperti sedang liburan panjang. Anda terbebas dari memikirkan target kerja besok, laporan klien dan tenggat waktu tetapi setelah beberapa minggu, kenyataan itu akan di hadapkan ke Anda. Inilah masa-masa yang akan Anda hadapi selama transisi menjadi Full time mom:

Tidak ada penghasilan tetap yang diterima

Anda akan mulai merasakan tidak ada penghasilan tetap yang diterima setiap bulannya seperti sebelumnya saat Anda bekerja dikantor. Atau mungkin penghasilan jauh lebih sedikit dan tidak ada kemandirian finansial bagi Anda seorang wanita, karena Anda mengandalkan uang bulanan pemberian suami setiap bulan. Solusinya Anda bisa melakukan usaha berdagang dari rumah atau melakukan pekerjaan paruh waktu untuk tetap mendapatkan pengahsilan.

Tidak ada lagi aktifitas belanja kebutuhan pribadi

Saat menjadi full time mom Anda akan mulai berfikir untuk tidak lagi gila berbelanja demi memenuhi hasrat pribadi. Anda menjadi sangat penuh pertimbangan saat akan membeli sesuatu, bahkan Anda mulai menekan keuangan dengan memulai hidup hemat dan sederhana demi memenuhi kebutuhan keluarga dari uang bulanan yang diberikan suami.

Kebosanan yang mulai datang

Diawal-awal Anda akan merasakan seperti liburan dengan waktu lenggang yang dimiliki. Tetapi ada saat dimana Anda akan merasa terlalu banyak punya waktu luang sendiri sekarang. Setelah Anda selesai dengan tugas-tugas rumah, sebaiknya Anda bisa menghibur diri melakukan semua hal yang disukai seperti blogging dan memasak. Itu sebabnya jika Anda lihat banyak blog dan vlog yang di posting oleh ibu rumah tangga sebagai cara untuk mengisi waktu luang. Jika Anda kretaif dan menggunakan waktu sebagai peluang usaha melakukan sesuatu sesuai hobi dan banyak diminati orang-orang, ini akan menjadi peluang untuk menghasilkan uang secara mandiri dari hobi Anda.

Menjadi kurang percaya diri

Di beberapa keadaan Anda akan merasa kurang percaya diri dengan title sebagai full time mom. Banyak dari teman atau saudara akan mulai menasehati dengan kata-kata “saying sekali resigned an menjadi ibu rumah tangga”. Kata-kata tersebut akan membuat Anda merasa terhakimi dan merasa menyesal mengambil keputusan resign, serta menyebabkan Anda tidak percaya diri. Mulailah untuk berpositif dalam berfikir dan biarkan orang berbicara sesuai dengan apa yang ingin dibiacarakan, jadi dengan demikian Anda akan merasa lebih nyaaman.

Nah empat hal yang akan terkadi pada masa transisi Anda sebagai full time mom bisa dipersipakan dari sekarang oleh para ibu karir yang berencana resign. Setidaknya Anda sudah memiliki mental kuat saat masa-masa transisi menjadi full time mom dimulai. Memang dalam perjalanannya bertransisi selalu sulit terutama pada awalnya tetapi Anda akan melewati ini karena Anda tahu akan menjadi seorang wanita yang sibuk lagi, dengan plan-plan yang sudah Anda buat dalam mengisi waktu luang sebagai seorang full time mom.