Memiliki anak berhati lembut merupakan harapan semua orang tua. Lalu bagaimana cara yang tepat mendidik anak agar kelak berhati lembut? Ada banyak cara membentuk karakter anak agar berhati lembut. Salah satunya adalah dengan membesarkannya penuh dengan kasih sayang dan kelembutan di lingkungan keluarga.

Linkungan keluarga merupakah contoh pertama yang mudah di lihat dan dipahami oleh seorang anak. Benar adanya jika anak akan mencontoh dengan mudah dan cepat dari rangkaian aktifitas seseorang yang di lihatnya. Tentu membentuk anak memiliki hati lembut harus dimulai dari Anda sebagai orangtua memberikan contoh dan mengarahkan anak. Maka Anda perlu membaca tahapan mengajarkan Anak untuk memiliki hati lembut dari mulai didalam kandungan hingga ia besar dan sudah mulai mandiri dalam beraktifitas.

Mengajarkan Anak Berhati Lembut Pada Waktu Masih Di Dalam Kandungan

Jika bayi masih dalam bentuk janin di dalam kandungan, Anda bisa mendengarkan musik-musik yang ceria dan lembut. Karena ketika Anda mendengarkan musik yang lembut, hatipun menjadi lembut mengikuti musik tersebut.

Jika Anda seorang muslim, bisa dengan cara berzikir sambil memakna arti zikir dan mengusap perut dengan lembut. Lantunkan nama-nama indah Allah dengan suara yang lembut atau nyanyikan shalawat Nabi Muhammad SAW.

Mengajarkan Anak Berhati Lembut Setelah Lahir

Anda boleh berprofesi sebagai pemimpin, sebagai karyawan, pengusaha, aparat keamanan dan Anda harus bersikap profesional sesuai profesi Anda, namun itu ketika Anda diluar rumah.  Ketika di rumah, Anda adalah ibu dan ayah bagi anak-anak Anda.

Bertutur kata dan bersikap lembutlah dengan anak-anak. Karena sebenarnya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lembut jika ia dikelilingi di dalam lingkungan yang berhati lembut. Begitupun sebaliknya jika anak-anak tumbuh ditengah-tengah lingkungan yang keras dengan kebiasan buruk maka anak-anak cenderung memiliki pribadi yang keras.

Jangan pernah bertengkar di depan anak apalagi sampai mengeluarkan kata-kata yang buruk. Karena hal ini akan diingat anak sampai ia dewasa dan dikhawatirkan hal tersebut dianggap hal yang bisa atau anak memiliki trauma.

Mengajarkan Anak Berhati Lembut Saat Masa Balita (Golden Age)

Selain memberikan anak contoh bersikap lembut, baik, sopan, dan ramah. Pada saat balita Anda sudah mulai mengajarkan kelembutan dalam berbagi dan menjelaskan suatu kegiatan atau suatu sikap. Contoh Anda bisa mulai mengajarkan anak untuk berbagi mainannya pada teman-teman seusiannya. dengan memberikan penjelasan dan pengertian untuk berbagi mainan. Mungkin beberapa anak akan mudah dipahami dan menangis karenan mainannya di pinjam oleh temannya, tetapi diawal tetaplah Anda bertahan dengan membiarkan ia menangis. Dari hal tersebut Anak akan memahami arti berbagi dan menjadikannya bijaksana dalam bersikap. Ia akan menyadari hal tersebut dan belajar perlahan-lahan akan mulai terbiasa menjadi bijaksana.

Sangatlah salah jika Anda sebagai orangtua membela anak atau tidak menjelaskan kepada Anak saat mainannya dipinjam oleh teman. Sebelum melakukannya Anda harus paham kondisi anak yang mulai sedikit demi sedikit memahami kesalahannya alam bersikap tidak bijaksana. Beberapa pakar anak memberikan analisa, “orangtua yang terlalu sering membantu anak melakukan sesuatu, mereka menyabotase kemampuan anak untuk percaya pada dirinya”,Betsy Brown Braun, penulis ‘You’re Not the Boss of Me’.

“Orangtua harus mengajarkan anak untuk berusaha sendiri,” jelas Braun. Saat melakukannya, Anda tentu saja boleh memberinya semangat. “Jadilah cheerleader untuknya. Anda bisa mengatakan, ayo nak kamu bisa,” tambah Brown

Mengarahkan Emosi Anak Ketika Mulai Mandiri Saat Beraktifitas

Fase terakhir adalah fase dimana anak bisa beraktifitas mandiri tanpa perlu pancingan dari Anda sebagai orangtua. Fase inilah yang akan membentuk dan menentukan sikap anak seperti apa saat dilatih oleh orangtuannya pada tiga fase sebelumnya. Jika Anda mempraktekkan seperti yang saya informasikan di tiga fase sebelumnya maka hati lembut, bijaksana, ramah dan penuh kasih akan muncul di dirinya saat beradaptasi dengan teman-temannya. Pada fase ini latihan yang bisa dilakukan ke Anak adalah mengarahkan dan memberikan masukan atas semua aktifitasnya. Selain itu Anda harus lebih sering berkomunikasi melakukan sharing untuk memicu pertanyaan pada Anak muncul.

Selain mengarahkan dan memberikan inputan, tentu dalam fase ini Anda harus mulai aktif memonitor sikap anak Anda. Jika ada sikap yang kuran menyenangkan atau tutur kata yang kurang baik, Anda harus dengan cepat menegurnya, tetapi konsp menegurnya layaknya sebagai teman dan tidak perlu dengan tekanan. Misalnya Anda bisa mengajak berbicara sambil jalan-jalan makan es krim ataupun jajan menu makanannya. Sehingga anak tidak akan merasa terintimidasi ataupun tetekan karena terintrograsi oleh Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kedua orangtua dalam melatih dan mengarahkan anak untuk memiliki hati lembut. Dari artikel ini informasi pada pikiran Anda sebagai orangtua akan berkembang dan terus belajar melatih diri memberikan pelajaran yang terbaik untuk anak-anaknya. Yang paling penting inti dari artikel ini adalah Anda memahami cara melatih si anak dalam bersikap baik yang dimulai dari Anda sebagai orangtuannya.