Para ibu yang saat ini berkarir dan sedang menyusui tetap semangat untuk bisa memberikan ASI bagi bayi anda. Patut bersyukur bagi para ibu yang memiliki ASI banyak sehingga bayi anda tidak akan kekurangan asupan air susu langsung dari ibunya. Namun beberapa wanita ada yang mengeluhkan jika saat kembali memulai beraktifitas dikantor produksi ASI lama kelamaan cenderung sedikit atau berkurang dan bahkan tidak keluar. Ini disebabkan oleh beberapa faktor yang timbul saat para ibu beraktifitas dikantor sehingga menyebabkan produksi ASI berkurang saat dilakukan pemerasan.

Hal ini sebenarnya bisa dihindari oleh para ibu yang melakukan pemerasan ASI saat bekerja agar produksi ASI tetap banyak, dengan memperhatikan beberapa hal :

Perbanyak Mengkonsumsi Sayuran

Saat melakukan aktifitas menyusui dan memeras ASI usahakan tetap menjaga dan memperbanyak mengkonsumsi sayauran hijau dan bening. Zat hijau pada daun seperti katuk dan bayam membantu memperlancar produksi ASI.

Perbanyak Minum Air Putih

Para ibu menyusui sebaiknya banyak minum air putih yaitu 3 liter sehari agar membantu dalam memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Selalu Dalam Kondisi Senang

Sebaiknya untuk memperlancar produksi ASI para ibu usahakan selalu dalam kondisi senang dan tidak stress. Hindari stress saat beraktifitas dikantor berusahalah untuk selalu membuat suasana diri menjadi senang. Karena jumlah ASI yang dihasilakan ternyata sangat berpengaruh dengan kondisi hormon ditubuh dan kondisi fisikis yang dialami para ibu.

Hindari Kelelahan Saat Beraktifitas Dikantor

Saat menyusui hindari kelelahan saat beraktifitas dikantor yang berakibat malas bagi para ibu untuk memeras ASI sehingga akan membuat peluang ASI menjadi kering atau tidak keluar sama sekali lama kelamaan.

Usahakan Untuk Bayi Tetap Minum ASI Melalui Putting Para Ibu

Selalu usahakan kegiatan untuk menyusui langsung bayi para ibu melalui putting, karena sebenarnya menyusui langsung akan merangsang produksi ASI para ibu dan memperlancar keluarnya ASI melalui lumatan dan isapan bayi saat menyusui.

5 hal tersebut bisa menjadi bahan referensi para ibu yang berkarir dan ingin terus memberikan ASI sebagai asupan terbaik pada bayi dengan cara melakukan pemerasan pada ASI yang biasa di sebut ASIP. Jika para ibu sudah mulai galau dan resah dengan produksi ASI yang mulai sedikit mungkin 5 tips tersebut bisa dipraktekkan dan semoga berhasil. Namun jika tidak berhasil silahkan konsultasikan ke dokter anak agar mendapatkan referensi yang sesuai dengan ilmu ASI.

Perlu diketahui seiring bertambahnya usia pada bayi maka produksi ASI akan semakin berkurang karena pada bayi mulai banyak aktifitas bermain dan makan, jadi bisa saja bayi sudah mulai hobi makan dibandingkan melakukan aktifitas minum ASI. Para ibu sebaiknya lebih bijak dalam menganalisis permasalahan tumbuh kembang dan asupan pada bayi.