Tubuh seorang ibu sudah dipersiapkan untuk menghasilkan ASI untuk memenuhi asupan yang dibutuhkan tubuh bayi setelah lahir. Akibat pembentukkan ASI pada area payudara, tentu akan mengalami perubahan dari mulai bentuk payudara yang bertambah besar dan bagian putting akan menonjol keluar. Namun pernahkah Anda mengetahui kandungan ASI yang begitu penting untuk si bayi.

Berikut ini 5 kandungan zat yang ada di ASI dan sangat baik dibutuhkan oleh si bayi setelah lahir. Ini akan menjadi pengetahuan tambahan bagi ibu untuk semankin semangat memberikan ASI kepada si bayi ketika lahir, karena sejatinya semua ibu yang melahirkan berharap bisa memberikan asupan ASI yang dibutuhkan oleh si bayi saat lahir.

Kolostrum

Segera setelah melahirkan air susu ibu yang keluar berwarna kekuning-kuningan, kental dan agak lengket. Air susu ini disebut kolostrum dan diproduksi dalam masa kira0kira seminggu pertama. Kolostrum berbeda dengan ASI yang berwarna putih dalam hal kandungan :

  • Lebih banyak protein.
  • Lebih banyak immunoglobulin A dan laktoferrin dan juga sel darah putih yang berperan penting dalam mencegah timbuhnya infeksi penyakit.
  • Kurang dalam hal lemak dan lactose.
  • Lebih banyak vitamin A.
  • Lebih banyak natrium dan seng. (Suharjo, 1992)

Protein

ASI mengandung total protein yang lebih rendah tetapi lebih banyak soluble whey protein.Komposisi inilah yang membentuk gumpalan lebih lunak yang lebih mudah dicernakan dan diserap. (Suharjo, 1992)

Lemak

Sekitar separuh energi ASI berasal dari lemak yang mudah diserap. Hal ini dikarenakan adanya enzim lipase dalam ASI . ASI yang pertama keluar selama menyusui disebut Foremilk. Cairan ini hanya mengandung 1-2% lemak dan tampak encer. Air susu encer ini membantu memberikan kepuasan kepada bayi yang merasa haus. ASI berikutnya disebut Hindmilk yang mengandung lemak 3-4 kali lebih banyak daripada foremilk. Ini memberi energi, oleh karena itu merupakan hal yang sangat penting bahwa bayi harus mendapatkan Hindmilk (Suharjo, 1992)

Laktose

Merupakan komponen utama karbohidrat dalam ASI. Disamping merupakan sumber energi yang mudah dicerna, beberapa laktose diubah menjadi asam laktat. Asam ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tak diinginkan dan membantu dalam penyerapan kalsium dan mineral lainnya(Suharjo, 1992)

Mineral

ASI mengandung sedikit kalsium, tetapi mudah diserap dan sudah memenuhi kebutuhan bayi. ASI juga mengandung zat besi, natrium, kalium, fostor, dan khlor yang cukup untuk kebutuhan bayi. (Suharjo, 1992)

Vitamin

Hanya dijumpai sedikit vitamin D pada ASI, namum selama bayi memperoleh ASI yang cukup dan sinar matahari yang cukup maka resiko menderita riketsia akan jarang terjadi. Jumlah vitamin A dan C dalam ASI bervariasu tergantung pada asupan gizi ibu (Suharjo, 1992)