Jika anda berniat membeli sebuah rumah dengan solusi mendapatkan pinjaman pada bank biasanya produk yang ditawarkan oleh perbankan adalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah). KPR meruapakn produk pembiayaan yang dikeluarkan bank untuk nasabahnya hingga 80% – 90%. Dengan menggunakan sistem KPR anda bisa mencicil untuk mendapatkan rumah impian anda.

Konsep KPR yaitu nasabah yang ingin membeli rumah bisa mengajukan ke sebuah Bank untuk mengikuti program KPR. Pihak Bank dalam hal ini tentunya akan melakukan beberapa kegiatan yaitu meriview anda sebagai nasabah, kepemilikan rumah yang akan anda beli dan lokasi rumah yang anda akan beli. Biasanya setelah melakukan pengecekan pada tiga hal tersebut pihak bank akan membuat simulasi perhitungan angka kreditnya.

Ketika anda memutuskan membeli sebuah rumah dengan mengajukan KPR pada sebuah bank, maka anda harus menyaring informasi tahapan pengajuan KPR. Tentu setiap bank memiliki peraturan dan tahapan yang berbeda-beda, dan anda perlu untuk mempelajarinya. Bagian ini akan menambah informasi dan startegi anda dalam menentukan sebuah hunian yang sesuai dengan keinginan keluarga dan kantong anda. Berikut ini ada tujuh tahapan KPR di Bank yang perlu anda ketahui:

Menentukan budget DP membeli rumah

Ketika anda akan membeli rumah tentunya anda harus mempersiapakan berbagai macam biaya yang akan muncul. Seperti biaya booking fee, pembayaran DP, dan pembayaran akad kredit Bank. Maka anda memerluka planning untuk mempersiapkan budget rumah yang akan anda beli. Perhitungan biaya awal yaitu pembayaran DP rumah senilai 20% atau 30% dari nilai rumah yang akan di jual. Jika anda membeli rumah senilai 500 juta maka 20% dari nilai rumah adalah 100 juta. Jadi anda perlu mempersiapakan uang senilai 100 juta sebagai uang muka pembelian rumah tersebut.

Menetapkan lokasi rumah yang akan dibeli

Tentunya setelah anda menentukan budget rumah yang akan dibeli, anda harus menetapakan lokasi rumah yang akan anda beli dengan budget yang sudah ditentukan. Jadi ketika budget anda hanya 500 juta jangan berharap untuk membeli sebuah rumah dengan halaman yang luas di daerah Jakarta. Maka lokasi yang pas dengan budget tersebut yaitu di pinggir kota Jakarta seperti Bodetabek.

Memilih rumah pada lokasi yang akan dibeli

Dari lokasi rumah yang sudah ditentuakan maka anda bisa mengkerucutkannya untuk memilih model rumah yang akan anda tempati. Tentunya berdasarkan budget yang sudah ditentukan.

Membuat simulasi KPR

Setelah anda menetapkan budget, lokasi, dan rumah yang akan dibeli, maka saatnya beralih untuk membuat simulasi KPR. Biasanya untuk membuat sebuah simulasi KPR beberapa website property sudah menyediakannya dan angka kreditnya pun hampir mendekati akurat.

Jika anda membeli rumah dengan harga 500 juta maka anda wajib melakukan pembayaran DP 20% dari nilai rumah kepada penjual yaitu 100 jt. Sehingga jumlah pinjama KPR yang diajukan ke bank yaitu 400 jt dan belum ditambah biaya akad kredit serta notaris.

Link Simulasi KPR https://www.simulasikredit.com/calculate_rumah.php

Ajukan KPR ke Bank

Melengkapi berkas persyaratan Dokumen Pengajuan ke Bank:

  • Dokumen KTP
  • NPWP Pribadi
  • Kartu keluarga
  • Buku tabungan pembayaran gaji
  • Mutasi Rekening selama 3 bulan terakhir
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • SK pengangkatan karyawan
  • Mengisi form pengajuan KPR dari Bank
  • Mengisi Form pemesanan
  • Membayar biaya booking fee pada developer
  • Membayar uang muka atau DP rumah yang dibeli
  • Salinan sertifikat tanah atau rumah
  • Salinan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.

Pihak Bank Melakukan Apraisal

Sebelum menyetujui pinjaman KPR anda pihak bank tentu akan melaukan review atau appraisal atas rumah yang akan dibeli. Melakukan appraisal pada rumah nasabah yang akan mengajukan KPR adalah salah satu prosedur untuk bank mempertibangkan kelayakan dokumen pengajuan KPR yang diajuka oleh pihak nasabah.

Kegiatan Appraisal Bank:

  • Memverifikasi lokasi rumah yang akan diajukan KPR-nya. Biasanya persayaratannya lokasi rumah bisa masuk mobil dan saluran air jalan.
  • Memverifikasi surat kepemilikan rumah yang akan diajukan KPR-nya.
  • Memverifikasi dokumen pribadi dari nasabah yang diajukan KPR-nya.
  • Memverifikasi lokasi kantor anda yang mengajukan KPR, biasanya dalam tahapan ini pihak akan bertanya mengenai status anda dikantor dan nilai gaji anda pada slip gaji yang anda ajukan.

Bank mengeluarkan penawaran kredit KPR yaitu SP3K

Ketika bank setuju untuk mencairkan KPR yang and ajukan maka pihak banka akan mengeluarkan SPK (Surat Persetujuan Kredit). Pada SPK tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus semua persyaratan akad kredit rumah yang akan anda beli. Untuk tarif notaris, bank biasanya meminta pihak calon pembeli rumah menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk. Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain. Tarif notaris ini bisa dinegosiasikan, jadi tak ada salahnya bagi anda untuk menawar agar mendapat tarif yang lebih murah. Karena tarif notaris ini bukan bank yang menentukan.

Akad Kredit

Akad kredit adalah puncak dari proses pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatanganan akad kredit. Pihak yang hadir di akad kredit ini antara lain pihak pembeli (suami dan istri), wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris. Masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual rumah, akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Misalnya penjual menyerahkan dokumen terkait rumah (IMB, sertifikat tanah, dll). Nantinya notaris akan memeriksa semua keabsahan dokumen itu. Misalnya mengecek sertifikat tanah, pajak. Bila semua sudah sesuai, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti semua dokumen rumah itu telah berpindah tangan.Jika semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (developer/pemilik rumah lama). Notaris juga memproses balik nama sertifikat tanah, AJB, ke pemilik rumah baru. Surat-surat yang diurus notaris itu nantinya diserahkan ke bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit tersebut. Notaris akan memberikan salinan sertifikat itu kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu.