Anda tentu mengetahui jika gigi adalah bagian terpenting dalam organ tubuh manusia sebagai alat pengunyah makanan yang masuk ke dalam mulut. Pentingnya gigi sebagai alat pengunyah makanan, menjadi hal yang penting pula para orangtua untuk memperhatikan kesehatan gigi sendiri dan anak. Para orangtua tentunya sudah mengetahui bagaimana cara menjaga kesehatan gigi sendiri, lalu bagaimana dengan cara menjaga kesehatan gigi anda.

Bagaimana Mengajarkan Anak Menjaga & Merawat Giginya?

Menjaga kesehatan gigi pada anak tentunya sama pentingnya dengan menjaga kesehatan gigi anda sebagai orangtua. Terutama ketika anak menginjak usia 3 tahun, seharusnya anak sudah bisa menggosok giginya sendiri. Dalam kegiatan ini sebaiknya anda tetap mendampingi anak dan mengawasinya, karena ditakutkan anak bisa tersedak atau busa pasta gigi tertelan.

Pemilihan sikat gigi khusus anak yaitu memiliki ujung yang kecil, agar muat di mulut dan memudahkan anak saat melakukan gerakan menggosok giginya. Setelah itu pilihlah pasta gigi yang khusus untuk anak dan mengandung flouride dengan kadar 500ppm. Saat ini bisa anda temui di supermarket pasta gigi anak dengan berbagai aneka rasa, jadi anak akan merasa betah untuk berlama-lama melakukan kegiatan menggosok gigi. Selain itu anda tidak perlu khawatir jika busa pasta gigi tertelan, karena beberapa pasta gigi khusus anak tidak masalah jika busa tertelan oleh anak. Lakukanlah kegiatan menggosok gigi pada anak setiap pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur, ini dapat mencegah sisa makanan mengendap pada sela gigi anak yang jika dibiarkan dapat menjadikan gigi bolong.

Selain dengan menggosok gigi, andajuga harus melakukan pengecekan gigi anak ke dokter minimal 2 bulan sekali. Pengecekan gigi ini bertujuan untuk melihat kesehatan gigi anak, terutama jika ada gigi yang berlubang maka harus segera dilakukan penambalan pada giginya, agar lubang tidak semakin besar atau menimbulkan rasa sakit yang mengganggu anak ketika aktifitas makan.

Beberapa anak mungkin merasa takut untuk datang ke dokter gigi dengan alasan takut disuntik. Itu biasa ditemui oleh beberapa anak yang memiliki kecenderungan takut dengan ruang dokter karena mereka merasa trauma dengan suntikan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya para orangtua bisa mempersiapkan jadwal pengecekan ke dokter terlebih dahulu. Setelah itu anda ceritakan pada anak tentang pentingnya memeriksakan gigi kedokter dan terangkanlah jika pemeriksaan gigi tidak ada hubungannya dengan suntik tubuh.

Nah untuk anda para orangtua di Indonesia selamat mencoba mengajarkan anak menggosok gigi, tetap semangat dan sabar dalam mengajari anak.