Memiliki anak adalah suatu anugerah dalam sebuah keluarga, dan tentunya sebagai orangtua akan memberikan yang terbaik kepada sang anak. Dari mulai perhatian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari anak hingga dewasa atau mandiri.

Bagi para ibu tentu tahu jika mengurus anak tidaklah mudah, karena seorang anak memiliki banyak keingintahuan dengan isi kepala yang masih kosong. Belum ada record tentang aktifitas yang dilakukannya baik atau buruk, dan benar atau salah. Salah satunya dengan aktifitas makan yang selalu dilakukan oleh anak.

Di usia 6 bulan anak sudah mulai diberikan asupan makan tambahan penunjang ASI. Biasanya makanan yang diberikan adalah jenis makanan yang lembut dan memang direkomendasikan untuk bayi di usianya. Dari usia 6 bulan inilah bayi atau sang anak mulai mengenal rasa dari indra pengecapnya yaitu lidah. Namun sesekali mungkin Anda sebagai ibu pernah menemukan anak sulit untuk makan dan serbasalah dalam menyajikan pada anak. Tetapi sebagai Anda sebagai seorang ibu perlu sekali untuk pintar dalam menganalisa, apa penyebab anak sulit/menolak makan, dan apakah anak sulit makan karena kurang bergairah dengan menu yang Anda sajikan?

Dilansir Family Doctor, adalah hal normal ketika balita menunjukkan perilaku ini ketikamakan, Bun:

  1. Menolak makanan berdasarkan tekstur atau warna. Bagi anak yang baru mengenal rasa tentu sangatlah senang dan penasaran untuk mencoba memasukkan benda ke mulutnya. Maka banyak anak tertarik dengan aneka warna yang disajikan pada makanan. Anak di usia 1 tahun keatas cenderung sudah bisa menilai rasa pada makanan yang dinilai dari warnanya. Jadi jika anak melihat nasi yang berwarna putih dicampur sayur yang di ingat adalah nasi yang berwarna putuh memiliki rasa sayur yang Anda berikan. Itulah record atau daya ingat yang dibuat oleh anak. Saat makanan yang disajikannya menurutnya kurang enak dari rasanya, maka anak akan mengingat dari tekstur warna makanan. Misalnya sang anak tidak suka makan labuh yang berwarna orange namun dilain waktu Anda menyajikan wortel maka sudah pasti anak akan menolak makan wortel tersebut, karena di anggap wortel memiliki rasa yang sama dengan labu.
  2. Memilih beberapa jenis makanan, bahkan tetapi tidak mau makan makanan itu sama sekali. Anak senang sekali jika di ajukan beerbagai macam varian warna makanan dan bahkan mulai perlahan-lahan mencobanya. Namun ada beberapa karakter anak yang memang hanya senang memilih aneka makanan tetpi tidak mau mencoba makanan yang dipilihnya. Karena daya ingat anak hanya merasa bahwa makanan dan warna yang ia pernah coba yang hanya mau dimakannnya. Jadi saat mengenal bentuk dan warna baru sebuah makanan cenderung anak menolak dan masih merasa takut mencicipinya.
  3. Takut mau mencoba makanan baru. Bukan sesuatu yang aneh jika tiba-tiba anak susah makan selama beberapa hari hingga hitungan minggu, atau hanya mau makan satu jenis makanan saja. Salah satu alasannya adalah anak tertarik dengan makanan yang rasanya sudah dia kenali. Hanya saja, pola makan seperti itu sering kali membuat orang tua kebingungan.menolak makan
  4. Bosan/tidak tertarik dengan makanan yang biasanya dia suka. Sifat dan karakter yang dimiliki oleh seorang anak berbeda-beda, termasuk dalam selera melahap sebuah makanan. Bagi anak yang memiliki keingintahuan tinggi akan cepat merasakan bosan dengan menu makanan yang sama dalam satu minggu. Karena Ketika seorang anak mulai bisa membedakan rasa makanan, mereka akan pilih-pilih makanan berdasarkan rasa yang mereka sukai. Pada usia ini, anak tidak bisa lagi diberikan makanan tawar seperti bubur bayi. Orang tua dituntut lebih kreatif dalam menyajikan makanan, tentunya tidak hanya enak, tapi juga harus mengandung nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan.
  5. Hanya ingin menyuap makanan dengan sendok atau garpu saja. Taukah Anda bahwa penolakan seorang anak saat tidak mau makan bukan hanya karena kasus bosan dengan menu makanan yang sama, atau takut mencicipi menu makanan yang baru. Beberapa anak menolak makanan sebagai reaksi ingin melakukan aktifitas makanan sendiri dengan menggunakan alat makan seperti sendok atau garpu. Jadi sebagai orangtua yang selalu memprekatekkan makan di depan anakn menggunakan sendok, anak tentu penasaran dan mulai tertarik untuk belajar makan secara mandiri dengan alat sendok.

Dari kelima cara/karakter penolakan tersebut tentu sangat membantu ibu dalam menganalisa dan memahami mengapa seorang anak sulit/menolak makan. Para ibu bisa mulai menganalisa secara perlahan dan terus belajar sebagai sarana memahami karakter anak yang akan berkembang nantinya di usia dewasanya. Jadi jangan mudah menyerah jika anak Anda mulai sulit makan atau melakukan penolakan untuk makan, namun Anda bisa mulai berstrategi dari sebuah analisa. Inilah yang dinamakan problem solving untuk memenuhi kebutuhan kehidupan seorang anak yang dilakukan oleh seorang ibu.