Pendidikan merupakan proses perubahan tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik dengan cara pengajaran, pemberian arahan dan pelatihan. Saat ini di jaman digital banyak media-media pendidikan yang bisa memberikan wawasan pada manusia untuk mengetahui informasi dan menjadikannya suatu pembeljaran. Bagaimana kalian mengenal konsep pendidikan yang berkembang di Indonesia?

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 Pasal 13 ayat 1 dinyatakan bahwa jalur pendidikan terdiri dari pendidikan formal, non-formal dan informal. Maka kesuksessan seorang anak di masa depan adalah dengan bagaimana anak tersebut memilih dan menjalankan 3 jalur pendidikan tersebut.

Pendidikan formal

Pendidikan formal adalah sebuah pendidikan yang memiliki jenjang pendidikan yang jelas dan diselenggarakan oleh pemerintah. Sekolah dan kampus merupakan contoh dari pendidikan formal yang ada di Indonesia. Jenjang pendidikan yang wajib ditempuh oleh warga adalah wajib belajar 12 tahun hingga tamat SMA (Sekolah Menengah Atas):

Jenjang pendidikan formal:

  1. TK (1-2 tahun)
  2. SD (9 tahun)
  3. SMP (3 tahun)
  4. SMA (3 tahun)
  5. Perguruan Tinggi (D3, S1)

Pendidikan formal memiliki fungsi sebagai bentuk nyata atau legalitas dari ilmu pendidikan yang anda tempuh selama menjalankan pendidikan normal. Diantaranya bukti yang akan dimiliki dari mengenyam pendidikan formal yaitu Ijazah, raport, dan nilai ujian. Dari ketiga dokumen ini akan membuktikan tingkat ilmu yang kalian miliki sebagai hasil mengenyam pendidikan formal.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah sebuah pendidikan mandiri yang dilakukan seseorang secara sadar dan bertanggungjawab. Biasanya pendidikan informal lebih banyak didapatkan dari sekitar lingkungan baik dari orangtua, teman, atau saudara-saudara. Maka perlu disadari jika sebuah pendidikan informal memiliki andil dalam membentuk karakter sifat pada saat anak mulai memahami kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Contohnya jika anda memperlihatkan perdebatan bersama pasangan di depan anak secara tidak langsung anak akan mudah mencotoh hal tersebut karena seorang anak belum mengetahui apakah tindakan yang dilakukankedua orangtuanya benar atau salah.

Penerapan pendidikan informal dirumah:

Membiasakan untuk melatih kemandirian anak dari mulai menyiapkan buku pelajaran, seragam sekolah, dan makan sendiri.

Melatih membiasakan anak untuk bangun tidur di pagi hari dan tidur di malam hari tepat waktu.

Membantu dan mengawasi anak saat melakukan pekerjaan rumah dari sekolah.

Memberikan contoh yang baik dalam berbicara dan bertingkahlaku sebagai orangtua dirumah.

Mengadakan diskusi sebuah tema di ruang makan saat makan atau saat menonton tv bisa menjadi sarana menambah pengetahuan anak.

Memilih mengikutsertakan anak dalam program Homeschooling, karena homescoling adalah produk pendidikan informal yang disahkan oleh pemerintah. Namun homeschooling memiliki penerapan konsep pembelajaran yang sama dengan sekolah formal, hanya saja lokasi homeschooling membiarkan anak untuk tetap bisa beradaptasi dilingkungan tempat tinggalnya yaitu dirumah.

Pendidikan Non formal

Pendidikan nonformal merupakan pendidikan diluar pendidikan formal yang juga memiliki jenjang. Konsep pendidikan non formal adalah sebagai sarana pendidikan tambahan yang memiliki manfaat menambah pengetahuan dan skill yang dimiliki oleh seseorang. Sehingga anak akan mendapatkan pengetahuan yang banyak dimulai dari formal, informal dan non formal, seperti:

Secara umum bisa didapatkan dalam pendidikan formal.

Secara tingkahlaku didapatkan pada pendidikan informal dalam keluarga.

Skill anak anda akan didapatkan pada pendidikan non formal.

Pendidikan nonformal memiliki fungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Contoh pendidikan non formal adalah Tempat kursus atau less, Taman Kanak-Kanak (TK)/PAUD, dan bimbingan belajar.

Memberikan anak sarana pendidikan pada tiga jalur ini tentunya sebagai orangtua sudah harus memulainya disaat anak berusia bayi. Pada usia bayi anak cenderung sudah mampu memperlihatkan potensi yang dimilkinya melalui bahasa tubuhnya. Lalu bagaimana memilih pendidikan formal, informal, dan non formal untuk anak:

Seringlah bertanya kepada anak tentang aktifitas di sekolahnya dan pelajaran yang diberikan guru hari ini.

Berusahalah untuk menjadi pendengar yang baik bagi anak anda saat anak mulai bercerita tentang sesuatu.

Sesekali ajaklah anak ke dunia wisata alam, atau wisata makanan, dan biarkan anak anda bereksplorasi dari mulai melihat lingkungan dan bertanya kepada anda tanpa henti.

Tanyalah anak anda dalam beberapa bidang skill yang bisa menjadi masukan anda dalam membantunya memilih 2 jalur pendidikan formal dan nonformal yang tepat baginya.

Ajaklah anak untuk melihat langsung sekolah dan tempat kurus yang sudah dipilihnya, misalnya berilah kesempatan pertama sang anak untuk memilih 3 dari 5 sekolah dan tempat kursus yang dilihatnya dan dipilihnya. Dari 3 tempat ajak anak untuk bertemu guru atau tutornya secara langsung dan biarkan anak beradaptasi dengan teman-teman di tempat tersebut.

Bebaskan anak anda dalam memilih 2 jalur pendidikan formal dan nonformal yang di inginkannnya, namun tanamkan rasa bertanggungjawab padanya dari keputusan yang dipilihnya.

Dengan demikian anak akan merasa memiliki semua jalur pendidikan yang dipilihnya dan menjadikannya nyaman. Hal ini akan membangun ilmu pengetahuan yang disertai dengan skill dan tentunya akan membantunya dalam menghadapi kehidupannya dimasa depan.