Rumah rapih dan bersih ditandai dengan dapur yang terlihat bersih, nah kenapa harus dapur bersih? Coba kalau Anda berkunjung ke rumah rekan atau saudara dan menemui dapur yang kotor atau mencium bau busuk di area ruang tamu, menurut Anda dari mana bau tersebut berasal? Tentu berasal dari dapur yang kotor atau sampah yang berada di dapur.

Dapur adalah icon rumah yang sangat penting bagi seorang ibu atau wanita. Di dapur banyak aktifitas yang rutin dilakukan mulai dari mencuci, memasak, dan membersihkan peralatan dapur. Aktifitas ini tentu menyebabkan dapur mudah kotor dan mudah terhinggap oleh bakteri yang dibawa lalat atau semut.

Dapur yang kotor tercemin dari banyakanya alat makan yang kotor di wastafel pencucian, sampah makanan yang tersisa. Hal ini menyebabkan kecoa bersarang dan tikus datang.

Sebagai wanita Anda sangat perlu membersihkan dapur secara rutin. Namun, setelah dapur bersih pun masih ada hal-hal yang sering dilakukan ibu rumah tangga yang bisa mengundang bakteri datang kembali ke dapur. Berikut ini ada cara-cara menjaga kebersihan dapur dari bakteri yang bisa Anda lakukan.

Sediakan Tempat Sampah

Banyaknya sampah sisa memasak dan sehabis makan tentu sangat penting menyediakan tempat sampah di area dapur, sehingga memudahkan Anda membuang sampah langsung ketika menyiangi sayur dan ikan atau membuang sisa makan. Sebagai tips tambahan selalu bungkus bagian dalam tempat sampah dengan plastik sampah, ini memudahkan Anda membuang sampah ketika sudah banyak. Selain itu Anda tidak perlu mencuci tempat sampah, dan hanya perlu membukus kembali dengan plastik sampah di bagian dalam.

Rutin Mengganti Spons Pencuci Piring

Spons pencuci piring hampir setiap hari digunakan untuk mencuci perangkat dapur yang kotor. Hal ini membuat spons menjadi tempat perkembangbiakan bakteri berbahaya bagi kesehatan, seperti Salmonella dan E. coli. Spons bisa dibersihkan dan didisinfeksi secara reguler, namun lebih baik jika Anda rutin mengganti spons untuk memastikan spons Anda bebas bakteri. Usahakan untuk mengganti spons pencuci piring setiap 1 bulan sekali.

Sediakan Beberapa Talenan

Untuk mencegah kotaminasi bakteri dari bahan makanan mentah, ada baiknya sediakan talenan atau papan pemotong yang berbeda-beda untuk memotong daging segar, sayuran dan buah serta makanan laut. Selalu cuci papan ini setelah selesai dipakai dan desinfeksi secara reguler.

Rutin Membersihkan Kompor Setelah Memasak

Kompor adalah sumber bakteri dari kerak oli pembakaran yang menenmpel pada tungku kompor. Selain itu kompor mudah berminyak karena aktifitas memasak yang menggunakan minyak ataupun bumbu masakan yang terciprat saat proses memasak. Jadi rutinlah untuk membersihkan kompor seperti menglap bagian kompor setelah selesai memasak. Agar bakteri tidak menempel di area kompor yang berasal dari debu, selain itu rutinlah untuk membersihkan tungku kompor yang berkerak seperti oli setiap 2 minggu sekali mengguanakan sabun pencuci piring.

Selalu Cuci Tangan

Meski terdengar sederhana, namun dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan mentah di dapur dapat mengurangi resiko penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan penyakit serius.

Cuci Celemek dan Lap Tangan

Sama seperti spons, lap tangan dan celemek termasuk alat kebersihan rumah tangga yang juga harus sering-sering dicuci, apalagi jika digunakan saat mengolah daging mentah maupun sayur-sayuran.

Tidak Menyisakan Cucian Piring Kotor di Wastafel

Menyisakan cucian piring sebelum tidur berarti Anda membiarkan bakteri menghinggap di dapur dan membiarkan dapur menjadi kotor dengan tumbuhnya bakteri. Bersihkan cucian piring segera setelah selesai aktifitas memasak atau makan, dan jangan menyisakan cucian piring kotor di wastafel sebelum tidur atau sebelum berangkat berkatifitas kekantor. Jika Anda menyisahkan cucian piring kotor maka akan membuat rumah menjadi bau dan banyak lalat atau semut datang.

Rutin Bersihkan Wastafel dan Kulkas

Wastafel tempat cuci piring dan kulkas menjadi dua item dapur yang paling banyak mengandung bakteri. Untuk mencegah kontaminasi bakteri, kulkas dan wastafel harus dibersihkan dan didisinfeksi secara reguler.

Simpan Makanan Matang

Jangan biarkan makanan yang sudah matang berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam. Jika tidak habis, ada baiknya masukkan ke dalam kulkas dan disimpan dalam wadah tertutup.

Jangan Campur Penggunaan Pisau

Sediakanlah pisau yang berbeda untuk memotong daging dan buah-buahan. Hal ini untuk mencegah kontaminasi bakteri dari bahan makanan mentah.

Cuci Buah

Selalu cuci buah dan sayuran sebelum dimakan atau diolah lebih lanjut. Anda bisa menggunakan Sunlight Anti Bakteri untuk mencuci buah dan sayuran. Selain membersihkan lapisan-lapisan kimia atau kotoran pada permukaan buah, bakteri pun dapat diatasi dengan ampuh.

Menyimpan stock belanja bulanan sebaiknya di bagian yang kedap udara dan benar-benar tertutup rapat. Agar binatang seperti tikus dank eco tidak mudah masuk atau hinggap mengerat pembukus makanan. Sebagai tips tambahan sebaiknya Anda memisahkan lemari atau container penyimpanan aneka bumbu atau makanan instan dengan produk sabun. Agar bau sabun tidak terkontaminasi ke bagian makanan instan, karena jika sudah terkontaminasi akan menjadi racun.

Sangat penting memiliki dapur bersih yang berimpact pada kesehatan udara di rumah Anda. Perlu Anda sadari dapur merupakan tempat menyiapkan makanan untuk keluarga juga tempat berkumpulnya keluarga pada saat tertentu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan dapur dengan memperhatikan cara-cara di atas.