Saat ini pemerintah mulai mendukung konsep hunian vertical di kota-kota besar contohnya dibeberapa kota besar apartemen tumbuh bak cendawan dimusim hujan. Berbagai model dan fasilitas apartemen mulai dibangun oleh para develover property, ditawarkan ke masyarakat. Apalagi saat ini banyak property yang menawarkan apartemen dengan harga yang relative terjangkau.

Apartemen sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian tempat tinggal (yang terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dsb ) yang berada pada 1 lantai bangunan bertingkat. Atau Bangunan bertingkat, terbagi dalam beberapa tempat tinggal. Saat ini jumlah apartemen di Indonesia terus naik menurut sumber Wikipedia pada 2013 ada 15,068 apartemen baru di Jakarta, 2014 ada 20,889 dan 2015 ada 24,854 apartemen baru di Jakarta. Sebagai informasi hunian vertikal ini sudah berada di Indonesia sejak tahun 1978 tepatnya di Jakarta Barat yang dikenal dengan Apartemen Jayakarta, apartemen ini hanya menyediakan 90 unit dengan ukuran kamar 105 m2 – 130 m2.

 

Konsep apartemen yang berpindah dari gaya hidup menjadi kebutuhan hidup.

Dulu seseorang membeli apartemen dengan alasan gaya hidup, namun saat ini konsep tersebut berubah menjadi kebutuhan hunian yang dipilih masyarakat modern masa kini karena lokasi apartemen yang strategis, dimana biasanya dibangun dekat dengan kawasan perkantoran, bisnis, industri, sekolah, pusat perbelanjaan, pusat hiburan serta dekat dengan akses tol serta dengan berbagai fasilitas di sekelilingnya.

Alasan lainnya memilih membeli sebuah apartemen sebagai hunian untuk keluarga banyak dilakukan oleh masyarakat yang memiliki pekerjaan di area kota, seperti kota Jakarta atau Bekasi. Kedua kota ini mulai mengenalkan dan mempromosikan kosep tempat tinggal vertical untuk warganya, karena memiliki hunian horizontal saat ini sudah tidak memungkinkan lagi. Tentunya dengan factor harga tanah yang semakin melambung tinggi bahkan sudah tidak masuk dalam akal dan tanah kosong untuk perumahan yang semakin kosong karena tergerus dengan gedung-gedung perkantoran dan pabrik-pabrik manufacturing, terakhir karena faktor kemacetan di kota-kota besar Indonesia.

Beberapa hal yang tentunya harus dipertimbangkan dan dipahami dalam memilih sebuah apartemen.

Lokasi apartemen, perlu menjadi prioritas utama untuk diperhatikan dalam membeli apartemen. Hal pertama yang mesti anda lakukan adalah perhatikan jarak tempuh yang paling dekat dengan tempat anda beraktivitas sehari-hari (kantor / tempat berbisnis anda), sehingga lebih efisien menghemat waktu tempuh, biaya transportasi serta tenaga.

Fasilitas, karena memilih apartemen tentunya dengan keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan model hunian lainnya. Pastikan tersedia berbagai fasilitas, seperti pusat kesehatan dan kebugaran (kolam renang, fitness center, jogging track dll), pusat perbelanjaan/mini market, restoran, tempat parkir yang luas, taman bermain anak-anak, atm dan banking, keamanan (Security, CCTV & Access card) dan lain sebagainya di apartemen yang anda pilih.

Biaya perawatan (Maintenance), Faktor ini cukup penting untuk di perhatikan, karena biaya perawatan sifatnya berkala. Bila tinggal dirumah banyak sekali macam iuran yang harus dibayar mulai dari keamanan, kebersihan, listrik, telepon, tukang potong rumput, iuran acara RT dsb. Beda dengan apartemen yang cukup sekali saja perbulan, karena sudah akumulasikan. bahkan ada pengelola apartement yang menagih per 6 bulan biaya maintenancenya. Tapi memang nominal keselurahannya untuk biaya perawatan apartemen lebih mahal di bandingkan rumah.

Legalitas, jika anda membeli rumah, maka anda akan mendapat SHM (Surat Hak Milik). SHM adalah surat kepemilikan yang terkuat, tidak ada batas waktu, bisa diwariskan turun temurun. Jika anda membeli sebuah apartemen maka anda akan mendapat sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan). HGB ada batasan waktunya sampai 20 tahun. Dan perhatikan juga apakah sertifikat tersebut HGB murni / HGB diatas HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Kalau HGB murni berarti tanah tersebut milik developer, jika setelah sertifikat HGB habis maka bisa diperpanjang. Kalau HGB di atas HPL berarti tanah tersebut bukan milik Developer melainkan kerjasama developer dengan pihak lain sebagai pemilik tanah. Setelah jangka waktu kerjasama habis maka hak bangunan dan tanah menjadi hak pemilik tanah.

Dengan cara mempertimbangkan dan memperhatikan hal-hal tersebut sebelum membeli sebuah apartemen sebagai hunian, akan meminimalisir dalam kesalahan atau kekecewaan saat membeli. Saat ini banyak apartemen murah yang ditawarkan oleh property dengan iming-iming fasilitas mewah. Maka anda harus memfilter penawaran-penawaran tersebut sebelum membelinya.