Pernahkah Anda berfikir, Minuman Yang Harus di Perhatikan Saat di Minum Oleh Anak Balita?

Banyak jenis minuman yang beredar saat ini memberikan keresahan karena ternyata banyak diminati oleh anak-anak. Terutama saat usia balita sebagian dari kita sebagai orangtua suka tanpa sengaja menjejali minuman soft drink dalam kemasan botol yang kita tidak tahu kandungan di dalam minuman tersebut. Tanpa sadar kita memang menjadi orangtua yang baik dengan memberikan anak sesuatu yang baru dan dinikmatinya, tetapi di satu sisi kita menjadi orangtua yang lalai menjaga kesehatan anak sendiri dengan asupan minuman yang belum tentu baik untuk tubuhnya.

Memperhatikan minuman yang masuk ke tubuh anak kita di usia balita sangatlah penting diperhatikan oleh para orangtua. Tentu minuman terbaik untuk balita adalah susu dan air putih.

Anda tentu harus mengetahui bahaya yang mengintai dari kandungan minuman instan.

Kandungan Gula Yang Berlebihan Dalam Minuman Kemasan

Dalam kemasan minuman teh instan terkandung lebih dari 5 sendok teh gula. Ini adalah batas gula yang tidak wajar dikonsumsi oleh seorang anak di usia balita. Karena seorang anak berusia 1-3 tahun boleh mengkonsumi hingga 5 sendok teh gula/hari, sementara anak 4-6 tahun boleh mengkonsumsi hingga 8 sendok teh/hari.

Bahaya mengkonsumsi minuman kemasan dengan gula berlebih untuk anak:

  • Gula adalah penyebab nomor satu kerusakan gigi. Maka memungkinkan anak-anak kita giginya menghitam dan bolong, menjadi sakit gigi.
  • Menyebabkan timbulnya diabetes pada anak, dan ini sudah terbuti di Amerika Serikat bahkan sampai 30% anak menderita diabetes, akibat terlalu sring mengkonsumsi minuman kemasan dalam jumlah banyak atau bahkan sebagai pengganti minuman air putih.

Kandungan Air Dalam Minuman Kemasan

Seorang anak membutuhkan asupan air putih untuk tubuhnya dihitung dari 10-15% berat badan anak. Dalam Widyakarya Pangan Nasional Indonesia 2013, dirumuskan sebagai berikut anak usia 0,5-1 tahun kebutuhan airnya 800 mililiter, usia 1-3 tahun sebanyak 1.200 mililiter, usia 4-6 tahun sebanyak 1.500 mililiter dan usia 7-9 tahun sebanyak 1.900 mililiter.

Selama Anda memberikan anak dengan konsumsi air putih bersih maka tidak akan ada efek samping untuk anak. Malah anak akan sehat dan pencernaannya lancar, karena air mineral adalah minuman yang terbaik bagi tubuh kita dan hampir tanpa efek samping. Tetapi Anda tidak akan mengetahui apakah kandungan air pada minuman kemasan bersih dan baik dikonsumsi, karena jika Anda berfikir pada proses produksi minuman kemasan yang melalui berbagai proses tahapan saat produksi bisa jadi filter air bersih didalamnya sudah menghilang.

Kandungan Kafein Dalam Minuman Kemasan

Kafein tidak selalu diartikan minuman yang mengandung kopi, minuman lain dianggap mengandung kafein juga seperti teh, soda, dan minuman berenergi, bahkan dalam minuman seperti susu cokelat dan minuman cokelat.

Berikut batas konsumsi kafein bagi anak-anak.

  • Empat sampai enam tahun: 45 mg
  • Tujuh sampai sembilan tahun: 62 mg
  • Sepuluh hingga 12 tahun: 85 mg

Kafein merupakan senyawa alkaloid xantina yang berbentuk kristal dan rasanya pahit. Zat ini bekerja dengan cara merangsang otak dan sistem saraf pusat, yang akan membantu Anda agar tetap berkonsentrasi dan mencegah timbulnya rasa lelah. Zat ini menjadi stimulan alami yang paling banyak ditemukan di tanaman teh, kopi dan coklat. Sumber: www.mediskus.com

Bahaya dari mengkonsumsi kafein berlebihan pada anak yaitu jantung anak mudah deg-degan dan gelisah yaitu seperti kecemasan saat akan tidur. Efek lainnya adalah menyebabkan lambung memproduksi asam tambahan sehingga menimbulkan masalah pada pencernaannya seperti mencret.

Baca artikel lainnya yang terkait Cara Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak Sebelum Terlambat, Bagi Para Orangtua

Kandungan Soda Dalam Minuman Kemasan

Minuman bersoda memang terasa segar apalagi diminum saat dingin di udara panas. Tapi jika soda dikonsumsi seorang anak balita tentu sudah pasti masalah. Sebaiknya kita tidak memperkenalkan minuman bersoda pada anak-anak walaupun mereka sudah melewati masa balita, karena saya rasa tidak ada toleransi untuk tidak mengkonsumsi minuman bersoda baik bagi kita sendiri sebagai orangtua.

Kandungan pada air soda pada dasarnya hanya air mineral yang diberi CO2, namun dalam minuman ringan, ditambahkan lagi sirup jagung, caramel, pewarna, dan pemanis yang menjadikannya berbahaya, baik itu untuk tulang, gigi, dan menyebabkan diabetes serta obesitas. Dapat juga menyebabkan masalah pada ginjal anak maupun dewasa. Nah balik lagi yang diawal bahwa kandungan jenis gula dan takaran gula yang berlebih yang menyebabkan minuman bersoda sangat tidak baik dikonsumsi.

Kandungan Sirup Jagung Dalam Minuman Kemasan

Sering kita membaca kandungan bahan-bahan pada minuman kemasan salahsatunya extra sirup jagung yang ternyata pemanis buatan yang digunakan dalam minuman kemasan karena harganya yang lebih murah dan lebih manis. Masih mau memberikan anak kita dengan minum kemasan dari kandungan gula buatan ini. Sirup jagung mengandung fruktosa yang lebih berbahaya karena menyebabkan obesitas lebih cepat.

Sebuah sumber artikel www.ayodibaca.com menjelaskan Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (HFCS) adalah pemanis berkalori yang diperoleh dari jagung. Bahan ini cocok untuk beragam minuman dan makanan yang mencakup sereal siap makan, produk daging, saus, bumbu, minuman ringan, dan minuman lainnya. Walaupun HFCS telah menggantikan sukrosa pada banyak makanan dan minuman jadi di Amerika Serikat, tapi sukralosa tetap menjadi pemanis utama yang digunakan di negara itu dan di seluruh dunia.

Penutup

Dari artikel tersebut Anda sebagai orangtua sebaiknya mulai memfilter minuman yang masuk ke anak-anak walaupun anak sudah tidak berusia balita. Pada dasrnya semua penyakit terbawa dari makanan dan minuman yang tidak layak dikonsumsi walaupun teruji kebersihannya dan kelayakan konsumsinya. Mulailah untuk memberikan pengarahan pada anak jika anak tetap memaksa meminum-minuman kemasan dengan memperlihatkan bahaya yang timbul dari mengkonsumsi minuman tersebut. Jelaskan bahwa mengkonsumsi air mineral jauh lebih baik sehat dibandingan minuman kemasan yang memiliki rasa manis dan berbagai varian rasa.

Anda bisa menerapkan dengan melatih anak selalu untuk minum air putih, jangan menyediakan minuman kemasan di kulkas. Paling penting Anda sebagai orangtua memberikan contoh pada anak-anak secara langsung dengan selalu mengkonsumsi air mineral dihadapannya.