Anda pasti pernah mendengar Bank Sampah, Bank Sampah adalah konsep mengumpulkan sampah kering yang dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan dan sampah tersebut ditabung. Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan sampah. Sampah dari nasabah akan ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Untuk sampah plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan. Selain itu warga yang menjadi nasabah bank sampah dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang telah dipinjam.

Konsep Bank Sampah ini mulai menjadi perhatian pemerintah dalam memanfaatkan sampah. Konsep memanfaatkan sampah dari program bank sampah terbukti dapat menjadi lahan pengahsilan. Sebagai contoh Wilda Yanti seorang wanita yang berkecimpung di dunia sampah dan menekuni sampah sebagai ladang usahanya. Wilda Yanti yang tinggal di kota Bekasi – Jawa Barat sebenarnya tidak pernah terbesit untuk menjadikan sampah sebagai dunia bisnisnya karena passion dalam usaha yaitu di bidang fashion dan kuliner. Beberapa kali Wilda Yanti berganti-ganti usaha dibidang fashion dan kuliner sampai akhirnya menetapkan hati memilih sampah dan menetapkannya sebagai usahanya dengan mendirikan sebuah perusahaan yaitu PT. Xaviera Global Synergy.

Seiring berjalannya waktu konsep usahanya dalam mengelola sampah dengan menggagas bank sampah yaitu dengan memanfaatkan Sumber Daya Masyarakat Sekitar rumahnya dalam mengelola sampah dan memilah sampah mulai memperlihatkan hasil. Masyarakat dapat menjual sampah non organik langsung dan sampah tersebut akan di kumpulkan olehnya untuk dikirim langsung ke pengepul sampah. Namun untuk sampah organik Wilda memilih mengelola sendiri menjadi pupuk organik dengan alat kompressor yang dimilikinya. Seiring semakin berkembang usaha yang dirintisnya, Wilda saat ini juga mengelola sampah non organik menjadi Bio Energi dan untuk sampah jenis plastik bisa menghasilkan minyak atau biji plastik.

Sebenarnya ide mengelola sampah bagi Wilda berawal dari ucapan dua orang asing dikantornya saat dia bekerja di kawasan Pabrik Cibitung tentang sampah dikawasan Bekasi yang menggunung. Dari kata-kata itu kini dia bisa merasakan hasil usahanya mengelola sampah dengan penghasilan miliaran rupiah dan penghargaan dari pemerintah tentang pemanfaatan lingkungan. Dari usahanya Wilda mampu menghasilkan pundi-pundi uang dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya.

Manfaat Bank Sampah membangun lingkungan yang bersih di tempat tinggal anda.

Selain memberikan keuntungan berupa penghasilan, bank sampah juga memiliki manfaat untuk lingkungan tempat tinggal anda. Manfaat bank sampah yaitu mampu membangun sebuah lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Hal ini menjadi sebuah konsep yang ditangkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya.