Suka traveling dan berselfie tentunya membuat hobby baru untuk selalu aktif di media sosial, ada yang unik pasti akan di update status dan fotonya. Tapi pernahkah Anda sadar dengan bahaya yang mungkin terjadi di keluarga Anda denga aktifitas upload foto di media sosial sebut saja Instagram.

Disini saya coba memberikan pengarahan kepada Anda para wanita yang sudah menjadi seorang ibu. Tulisan ini saya bagikan sebagai pesan akan concern saya terhadap peristiwa yang muncul terjadi pada anak-anak kita yang diakibtakan oleh kelalaian kita yang tidak bijak bermedia sosial.

Contoh saja beberapa berita yang sempat viral dari kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang dengan korbannya adalah anak-anak yang fotonya terposting di media sosial.

Sumber : https://metro.sindonews.com/read/1302288/170/kpai-imbau-orang-tua-tak-posting-foto-anak-di-medsos-1525198194

Jumat 27 April 2018 bayi berusia 2 minggu menjadi korban penculikan di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Bayi bernama Aditya Hamizan Purnomo dicuri dari rumahnya saat ibunya pergi ke warung tak jauh dari rumahnya. Aditya diculik oleh dua wanita yang diduga tak mempunyai anak. Saat ini, polisi telah meringkus kedua wanita tersebut di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Sumber:http://www.tribunnews.com/seleb/2017/10/11/terduga-pelaku-kasus-pedofilia-yang-menyerang-anak-nafa-urbach-tertangkap-ini-fakta-faktanya.

Beberapa waktu yang lalu warganet dihebohkan dengan kasus pedofil yang menyerang anak Nafa Urbach yaitu Mikhaela Lee Jowono.

Dalam sebuah artikel online, beberapa warganet mengeluarkan komentar dengan bahasa yang kerap digunakan penderita pedofilia. Lantaran anak semata wayangnya menjadi sasaran penderita pedofil, Nafa pun geram dan meluapkan amarahnya di akun Instagramnya.

Dari kasus tersebut Anda sebagai orangtua harus mulai bijak dalam bermedia sosial terutama memposting sesuatu yang mampu menuai kebencia atau kejahatan datang. Dari dua kasus tersebut sebaiknya Anda memikirkan dan mempertimbangkan kembali sebelum melakukan postingan foto pribadi anak-anak Anda. Ini bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali memposting foto anak Anda, melainkan postinglah foto bersama.

Ada baiknya Anda memperhatikan etika-etika yang baik dan benar sebelum memposting foto anak di media sosial.

Posting foto anak bersama keluarga

Tentu Anda ingat kasus anak Sarwendah yang post di Instagram orang lain untuk dijual, si penjual anak sengaja melakukan posting di akunnya untuk mendapatkan lebih banyak peminat. Maka usahakan posting foto anak Anda saat bersama dan tidak sendirian, khawatir foto anak Anda di salahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Jangan memposting foto anak di sekolah

Bagi Anda yang sibuk antar jemput anaknya di sekolah, usahakan tidak melakukan update tempat anak Anda sekolah dan foto saat anak Anda berseragam sekolah. Ini akan membuka peluang orang-orang untuk berbuat jahat misalnya menjadi incaran para pedofil atau penjual anak. Caranya sudah banyak tentunya Anda lihat beritanya, hanya dengan makanan dan minuman atau dijanjikan dibelikan mainan Anak akan menurut dengan orang yang baru dikenalnya.

Jangan memposting anak dengan foto telanjang atau berpakaian baju renang

Jalan-jalan dan bermain ke pantai tentu menjadi tujuan liburan keluarga, tapi sadarkah Anda saat melakukan selfi dan jepret-jepret foto anak Anda dengan pakaian minim banyak bahaya mengintai untuk si Anak. Saya sarankan foto-foto tersbut jangan dilakukan posting di media sosial Anda, karena Anda tidak pernah tahu orang-orang disekitar Anda. Jadi cukup foto-foto tersbut disimpan untuk koleksi pribadi saja. Berusahalah untuk bijak memposting foto-foto Anak Anda.

Dari ketiga etika tersebut ada baiknya Anda mulai memfilter foto-foto yang yang akan di posting di media sosial, tidak hanya foto anak bisa juga foto keluarga atau koleksi foto-foto pribadi Anda. Lebih baik lagi jika Anda menghapus foto-foto yang bisa mengundang orang-orang berbuat jahat pada anak dan keluarga.