Tentu siapa yang tidak mengenal Khong Guan, sebagai brand biskuit terlaris di Indonesia. Lalu bagaimana dengan produk baju dengan brand Zara yang hampir setiap mall outletnya atau barangnya terpampang. Kedua perusahaan ini sukses menjadi sebuah brand ternama di negeri sendiri atau di negeri orang lain dengan cara pemasaran yang unik.

Kedua perusahaan ini berbisnis dengan anti mainstream dalam proses pemasarannya, dan keduannya termasuk memiliki pemasaran yang unik dalam memasarkan produknya. Produknya bisa dikatakan menjadi legendarisn dan sejajar dengan merek-merek mahal yang berada diatasnya.

Lalu bagaimana kedua perusahaan ini memesarkan produknya?

Khong Guan

Khong Guan sebagai brand biskuit di Indonesia berdiri sejak 45 tahun dengan nama PT. Khong Guan Biscuit Factory Indonesia Ltd. Memiliki produk dibidang makanan olahan yaitu biscuit menjadikannya brand bicuit yang legendaris di tanah Indonesia. Saat ini sudah 500 lebih jenis produk biskuit yang dikeluarkan Khong Guan.

Yang menarik dari perusahaan biskuit ini tentu Anda teringat Khong Guan jajanan dengan kaleng merah dan bergambar seorang ibu dan dua anaknya yang sedang duduk di meja makan menikmati biskuit. Inilah yang menjadikan Khong Guan unik dalam strategi pemasaran, mengapa?

Dalam hal promosi selain memasang iklan di televisi, Khong Guan memang memiliki pemasaran unik dan menarik yaitu dengan memberikan kaleng Khong Guan ke tukang dagang bubur, ketoprak, nasi goreng dan lain-lain.

Kaleng Khong Guan memang selalu diminati oleh para penjual tersebut, sebab memiliki ruang yang baik untuk menyimpan kerupuk. Maka dengan strategi ini Khong Guan akan mendapat keuntungan yaitu ‘iklan’ outdoor keliling yang gratis. Contohnya ketika Anda membeli bubur atau ketoprak pasti Anda akan melihat kaleng Khong Guan sebagi isi kerupuk para pedagangnya. Nah tentu Anda akan mengingat Khong Guan ketika ingin berbelanja biskuit misalnya sebagai buah tangan parsel pada lebaran atau menjenguk sodara.

Zara

Sama-sama unik dalam pemasaran, latar belakang Zara didirikan oleh seorang mantan suami Mera, bernama Amancio Ortega mulai menjual pakaian tidur melalui toko kecil yang disebut Zorba. Seperti yang dilaporkan UK Telegraph di tahun 2011, “Pemilik bar sekitar toko tersebut mengajukan protes dengan nama toko tersebut. Maka digantilah nama menjadi Zara. Ironisnya, Spanyol adalah satu-satunya negara di mana Zara tidak diucapkan ‘Zah-hura’, tetapi ‘Tha-ra’.

Gerai pertama Zara berada di kota Galicia, Spanyol, yang dibuka pada tahun 1975. Kini merek ini memiliki gerai dengan jumlah lokasi 5900 toko dibawah Inditex, termasuk 2000 toko berada di Spanyol.

Fakta menarik dibalik kesuksessan sebuah brand fashion Zara dalam kesuksessanny, dengan metode pemasaran yang unik

Pertama, Zara dibesarkan melalui E-commerce menjadi faktor pendorong yang besar bagi merek ini dan Rusia menjadi fokus besar di mana retailer meluncurkan sebuah platform baru musim gugur ini. Dimana tahun 2012 menjadi puncak Zara dikenal sebagai sebuah brand dengan harga terjangkau melalui pangsa E-commerce.

Kedua, Zara tumbuh besar dengan sedikit atau tanpa kampanye pemasaran oleh mereka sendiri sebagai owner. Dimana Zara berkembang dengan sedikit atau bahkan tanpa iklan sama sekali. Harian New York Times musim gugur lalu mengatakan, “Zara bahkan tidak memiliki departemen pemasaran dan merek ini tidak terlibat dalam kampanye yang menyolok seperti yang dilakukan para kompetitornya.” Zara lebih dikenal sebagai perusahaan brand fashion yang malu dengan media.

Ketiga, Zara tidak menjalin kemitraan dengan desainer papan atas, dan tidak mencoba memberi produknya dengan label kelas atas. Para perancang busana Zara benar-benar anonim, Beberapa orang akan mengatakan hal ini karena para desainernya cenderung pengopi.

Keempat, Zara juga tidak terlalu sering nge-tweet atau mempublish berita produk fashionnya. Pendirinya yang sekarang termasuk dalam daftar salah satu orang terkaya di dunia, Meskipun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia, Ortega Gaona menolak untuk melakukan wawancara dengan media, begitu pula dengan penerusnya Pablo Isla.

Lalu bagaimana fakta sebenarnya Zara dalam mencapai kesuksessannya tentu terbilang berbeda dengan para brand fashion lainnya. Berawal dari sebuah brand yang dikenal sebagai pengopi disain brand merek kenaamaan justru mengantarkannya pada keusksessan. Mengapa ? karena Zara menyediakan busana perancang dengan harga terjangkau karena memiliki sistem informasi pemasaran yang efektif. Mereka seakan menangkap desain mode dari panggung catwalk atau konser dan membawanya ke toko mereka dengan sangat cepat.

Produk Zara dijual hampir semua produknya berkualitas layak dengan harga yang sederhana, menyerupai kreasi rumah mode kelas atas. Zara memantau bisnisnya dengan strategi unik dimana setiap karyawannya dianjurkan untuk bertanya kepada pelanggan tentang apa yang mereka inginkan dan mencatat tanggapan mereka. Zara lebih memilih mendengar dan memberikan apa yang diharapkan oleh pelanggannya.

Sehingga tidak mengherankan bila setiap lini produknya terjual dengan cepat begitu produk baru tiba di toko setiap hari. Tentu Anda sebagai konsumen pembelanja yang cerdas melihat barang menarik di Zara’s, akan tahu bahwa itu tidak akan lama dan harga tidak akan lebih rendah di tempat lain. Zara sepertinya menancapkan motto setiap bagian yang dikenalkan pada pelanggannya adalah “edisi terbatas.” Dengan cara demikian, Zara seakan menggiring pelanggannya masuk dalam pembelian impulsif. Ini adalah strategi yang brilian.

Kedua perusahaan ini tentunya memberikan Anda banyak informasi dalam mencapai kesuksessan, melalui cara pemasaran yang unik dan berbeda. Berbeda bukan berarti tidak akan menarik, karena biasanya orang-orang cenderung menyukai sesuatu yang berbeda dan menarik. Salah satunya adalah Ayam Geprek Bensu yang kini mulai laris dan outletnya menyebar di seluruh Indonesia, dimana kebiasaan menu pecel ayam diubah menjadi ayam geprek ataupun dimana Anda terbiasa mencicipi menu ayam fried chicken dengan saus di ubah menjadi menu ayam fried chicken yang di geprek dengan tamabhan sambal. Konsep menu yang menarik ditawarkan Ruben, banyak diminati oleh orang-orang. Anda sendiri tentunya pernah merasakan mengantri hanya untuk merasakan Ayam Geprek Bensu ini.