Tepat tanggal 1 Oktober 2019 pada malam hari di Gedung DPR dan MPR, bangsa Indonesia menyaksikan secara langsung pelantikan ketua dan anggota DPR baru untuk masa bakti 2019 – 2024. Yang menarik untuk periode kali ini Indonesia akan memiliki pemimpin DPR seorang wanita yaitu Puan Maharani dari fraksi PDI Perjuangan.

Sosok Puan Maharani banyak dikenal sebagai Putri Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, sejak muda sosoknya sudah aktif dalam bidang organisasi mengikuti jejak ibunya setelah lulus kuliah dari FISIP UI tahun 1997.

Benih-benih seorang politikus pada jiwa Puan Maharani muda

Dikutip dari website www.tirto.id Semasa mahasiswa, Puan sempat merasakan dunia jurnalistik dengan magang di Majalah Forum Keadilan. Selain itu, dia juga pernah mengurusi bisnis Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU), salah satunya, dikutip dari Gamma (2001), SPBU di Pluit Jakarta Utara. Puan akhirnya terjun ke dunia politik praktis. Bermula dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNIP), ia lantas bergabung dengan PDIP, partai yang sejak lahir sudah dipimpin ibunya sampai sekarang. Puan menempati posisi sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat sejak 2005.

Lalu bagaimana dengan masa kecil seorang Puan Maharani?

Puan Maharani Nakshatra Kusyala lahir di Jakarta, 6 September 1973, merupakan putri dari pasangan Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarno Putri. Puan merasa sejak kecil sangat santai menjalani kehidupannya layaknya anak-anak kecil pada umumnya meski dilahirkan dari pasangan seorang politikus terkenal. Selain itu Puan merasa sejak kecil sudah dikenalkan dunia politik oleh kedua orang tuan dengan selalu mengikuti kedua orangtuanya saat kegiatan kampanye untuk pendulangan suara.

Dikutip dari wawancara Iradio di Youtube dengan Puan Maharani tanggal 5 Maret 2019, yang menarik Puan kecil adalah seorang wanita yang tomboy menurutnya. Ia selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua kakak laki-lakinya seperti naik pohon, bermain laying-layang, main kelereng dan semua permainan laki-laki di mainkan oleh puan semasa kecilnya.

Puan merasa masa kecilnya memiliki warna yang berbeda dari kehidupan anak-anak kecil pada zamannya.

Semasa kecil ada yang menarik baginya yaitu pengalaman suka mengambil ikan di depan got rumahnya, seperti ikan cere dan kepiting kecil. Pada zaman dulu sungai got masih terlihat bening sehingga ikan-ikan kecil pun masih bisa dilihat oleh mata langsung. Jadi kola mikan di rumahnya penuh dengan ikan-ikan tangkapannya, dan selain itu ibu Megawati suka memandikannya dengan sabun PK sehabis mencari ikan di got. Jadi menurutnya pengalamn tersebut sangatlah berarti dan memiliki warna tersendiri sebagai seorang anak politikus terkenal.

Sangat menarik tentunya sosok Puan kecil ini yang ternyata menurut saya sebagai penulis dibesarkan dalam dunia yang sama dengan zaman saya kecil. Ternyata diasuh oleh orangtua yang berprofesi sebagai politikus tidak membuat seorang puan diperlakukan eksklusif dari dunia luar.