Era digital semakin menunjukkan sebagai posisi yang dianggap penting lagi-lagi sebagai pemenuhan kebutuhan manusia ataupun rasa pemuas. Bisnis di era digital semakin mudah dilakukan oleh para pelaku bisnis dengan media digital. Salah satunya bermunculan bisnis aplikasi starup dan salah satunya berbasis E-Commerce.

Apa itu E-Commerce?

Pada situs Wikipedia.org E-Commerce adalah sebuah perdagangan elektronik dimana penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Dalam perjalanan awalnya E-Commerce muncul dengan sebuah situs yang berfungsi membuat iklan baris dan melakukan promosi atas iklan tersebut. Sejalan dengan waktu dan semakin berkembangnya era digital E-Commerce berkembang dengan beberapa model bisnis.

Apa saja model Bisnis E-Commerce?

Dalam pejalanannya kini ada 3 model jenis bisnis E-Commerce yang berkembang di Indonesia.

Iklan Baris, pada awal kemunculan E-Commerce di Indonesia muncul dalam bentuk iklan baris contohnya adalah berniaga.com. Selain itu promosi sebagai iklan baris sebenarnya juga sudah dilakukan oleh mereka pada dunia sosial media contoh pertama kali adalah pada Kaskus, namun untuk iklan baris ini memiliki kelemahan tidak bisa menyelesaikan transaksi secara langsung pada web tersebut. Contoh lainnya E-Commerce iklan baris yang saat ini masih bertahan yaitu berniaga.com, OLX.com (dulunnya adalah tokobagus.com), Kaskus.com, rumah123.com (dalam bidang property).

Retail, kini bisnis E-Commerce merambah dengan pemasaran produk-produk retail. Jenis E-Commerce retail memiliki proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Kegiatan jual beli yang dilakukan di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk. Contoh retail: Berrybenzka, Zalora, dan Lazada.

Marketplace, jenis bisnis E-Commerce ini hampir sama dengan retail namun biasanya produk yang dijual bukan milik mereka tetapi milik orang lain, dan biasanya produk yang dijual beragam jenisnya. Pelaku bisnis marketplace hanya menyediakan atau memfasilitasi para penjual untuk menjual produknya secara online melalui web marketplace yang ada. Biasanya juga pihak marketplace memmudahkan pula proses transaksi pembayaran produk yang dibeli dan menjaga keamanan dalam bertransaksi. Contoh marketplace di Indonesia: Tokopedia, Bukalapak, Elevenia.

Lalu siapakah para pemilik Bisnis E-Commerce di Indonesia?

Dengan berbagai macam munculnya jenis E-Commerce di Indoensia tentu pemiliknya adalah seorang anak Indonesia yang memahami peluang dan memiliki ide kreatif dalam mengembangkan dunia digital di Indonesia. Mereka yang berperan sebagai pelaku bisnis di E-Commerce tentunya sudah merasakan hasil dari perjuangannya hingga kini, mungkin sudah ratusan juta masyarakat Indonesia yang mulai mengalihkan bertransaksi ke E-Commerce.

Michael & Budi Hartono

Bersaudara daru Grup Djarum ini adalah pemilik dari sejumlah situs forum besar Kaskus.co.id, media online LintasME dan Dailysocial.net, serta inkubasi startup, MindTalkyang beranung di PT Global Djarum Prima Venture (GPP).

Dalam bidang retail Budi Hartono yang dipimpin oleh anaknya Martin Hartono adalah pemilik dari situs besra E-Commerce Blibli.com. Kini Blibli.com semakin memperlihatakan eksistensinya dalam dunia E-Commerce di Indoensia dengan beragam produk yang ditawarkan.

Anthoni Salim

Anthoni Salim yang merupakan bos besar dari Salim Group Co merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ritel, kelapa sawit, dan property. Bos besar Salim Group Co ini membeli saham dari E-Commerce asal Jerman yang kini dikenal di Indonesia yaitu Zalora dan Lazada.

Mochtar Riady

Merupakan pemilik dari Lippo Grup ternyata juga mulai merambah pada bisnis E-Commerce dengan mendirikan Mataharimall.com melalui PT Global Ecommerce Indonesia. Kini Matahari pun mulai bersaing secara digital tidak lagi melirik untuk mendirikan departemen store di setiap mall di Indonesia, sepertinya Matahari dalam beberapa waktu kedepan akan berfokus pada E-Commerce.

Eddy Kusnasi Sariaatmadja

Melalui situs E-Commerce Bukalapak.com, Eddy Kusnasi mendirikan situs ini sebagai lahan marketplace untuk mewadahai para UKM yang memang belum mendapatkan keuntungan yang diharapkan dari penjualannya. Bukalapak.com sebagai situs E-Commerce terbesar di Indonesia telah berhasil mendapatkan porsinya di Indoensia sebagai salahsatu bisnis E-Commerce terbaik.

Ferry Unardi

Salah satu pemilik E-Commerce dalam bentuk penjualan produk tiket pesawat secara online pertama kali di Indonesia yaitu Traveloka.com. Melalui Traveloka, sebuah penyedia layanan tiket pesawat online, dia pelan – pelan membangun sistem e-commerce perusahaannya, dengan berbekal pengetahuan serta pengalamannya selama mendulang ilmu di Amerika.

Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker

Jika anda memiliki keinginan menjual barang bekas yang masih layak pakai atau anda ingin menggantinya dengan barang yang sama namun tipe yang baru, maka anda bisa menjual barang seconde anda di OLX.com. Adalah Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupke dua orang pendiri sekaligus pemilik situs barang bekas yaitu OLX.com. Dulu OLX.com adalah Berniaga.com dan Tokobagus.com kini mereka merger menjadi satu perusahaan yang berfokus membantu csutomernya dalam menjual barang-barang sconde melalui situsnya.

Willian Tanuwijaya

Merupakan pendiri salahsatu E-Commerce dalam bidang marketplace yang kini situsnya semakin terkenal yaitu Tokopedia.com. Tokopedia memiliki harapan membangun jutaan lapangan pekerjaan baru dari banyaknya merchant yang bergabung. Baginya, inilah model bisnis paling indah di dunia karena menurutnya Tokopedia hanya bisa sukses ketika berhasil membantu para pengguna untuk menjadi lebih sukses. Itulah alasannya untuk terus mempertahankan konsep Tokopedia sebagai marketplace gratis. William melalui visinya berharap “Membangun Indonesia Lebih Baik lewat Internet” lebih cepat tercapai. Dengan memberikan layanan dasar secara gratis, tidak ada barrier of entry untuk setiap pengguna baru yang ingin mencoba mengubah hidup mereka menjadi lebih baik melalui Internet.

Chris Feng

Adalah pemilik situs E-Commerce marketplace yang baru muncul di Indoensia yaitu Shopee.com. Dengan kompetisi E-Commerce yang semakin ketat dengan berbagai strategi merangkul para pembeli, Shopee.com sebagai sebuah E-Commerce memberikan promosi ongkos pengiriman gratis untuk setiap buyer yang melakukan pembelian di situs tersebut minimal Rp. 30.000. Shopee.com sebagai sebuah aplikasi mobile social marketplace, di mana setiap orang dapat mencari, berbelanja dan berjualan. Diaman Chris sebagai pemilik mengaku telah mengeluarkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk mendorong lebih banyak anak muda menjadi pengusaha dengan adanya Shopee.com

Penutup

Dengan berkembangnya dunia E-Commerce di Indonesia maka tidak ada alasan bagi anda rasanya untuk berkata sulitnya mencari uang. Kedatangan E-Commerce ini sebagai bagian menurunkan angka pengangguran dalam hal menumbuhkan UKM dan para pengusaha dalam memudah marketing produk yang dijualnya. Jadi bagi anda yang ingin sukses berbisnis E-Commerce bisa belajar dari para pemilik E-Commerce yang sudah lebih dulu sukses.