Sukses di usia muda adalah milik semua orang, namun tak jarang menjadi sukses adalah hanya menjadi mimpi bagi mereka yang merasa tidak layak jadi pemenang. Berbeda bagi mereka yang ingin terus menanjak hingga di ujung kesuksessan. Di jaman yang penuh dengan peminat di dunia online sepertinya kesuksessan akan sangatlah mudah di capai, tetapi balik pada kekuatan diri Anda.

Beberapa wanita yang memulai berjualan di lapak instagram secara online mulai merasakan hasilnya, tak jarang dari mereka bahkan saat produk barunya di launching sudah sold out dalam beberapa menit saja. Bahkan banayak para konsumennya tidak kebagian produk barunya dengan hasil “zonk”, dan ini adalah nyata. Mungkin Anda sebagai konsumen yang suka berbelanja produk fashion muslim seperti hijab atau baju pernah merasakan ini, dan rasanya seperti kecewa nggak dapet produk mereka. Padahal ini brand local Indoensia loh, tapi sudah seperti produk luar yang seperti “limited edition”.

Kini wanita-wanita ini sudah meraskan kesuksessan dari perjuangannya berjualan secara online dengan social media Instagram, bahkan sebagian dari mereka melebarkan sayapnya dengan membuka produk lainnya seperti kue atau produk fashion yang merambah kaum pria.

Pernah dengan Kisah Sukses Vanilla Hijab di Sosila Media Instagram?

Atina Dengan Brand Vanilla Hijab

Pernah dengar atau bahkan pernah beli salahsatu produk dari Vanilla Hijab, sudah tentu Anda tau kesuksessan yang diraih oleh kakak beradik ini di usia muda. Atina usiannya baru seperempat abad namun sudah merasakan manisnya dari perjuangannya berjualan hijab secara online melalui Media Sosila Instagram yang diberi nama Vanilla Hijab.

Atina sebenarnya dalam cerita suksessnya awalnya hanya berminat menjadi insinyur perminyakan, makannya ia memilih kuliah Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung, namun ditengah jalan ia mengalami sakit yang membuatnya tidak bisa berjalan. Sekitar 1 tahun Atina menderita penyakit Rheumatoid Arthritis yang memuatnya tidak bisa berjalan.

Inilah titik balik Atina dalam mencapai kesuksessannya, ketika sakit Atina memutuskan untuk berhenti dari kuliahnnya dan kembali tinggal di Jakarta dan memilih berkuliah di PPM Manajemen mengambil jurusan yang sama dengan kakaknya. Dalam kesakitannya Atina bertekad untuk usaha menghasilkan uang, untuk membayar biaya kuliah yang telah dibayarkan orangtuanya selama di ITB, selain itu ia juga merasa biaya perawatan penyakitnya yang besar menjadi beban untuk orangtuannya.

Bermodalkan Nekat Awal Mula Berbisnis Hijab

Hijab dipilih Atina sebagai usahanya diawal karena mudah dan hanya satu ukuran. Mulannya ia hanya membeli kerudung dari pasar, kemudian menjualnya di Sosial Media Instagram. Tentu di awal mula penjuannya jarang orang bertanya produknya, sampai akhirnya ada satu orang yang tertarik dengan hijabnya. Lama kelamaan order mulai masuk dari 10 orang menjadi 20 orang.

Metode yang dijalankan Atina dalam menjual hijab sangatlah mudah, ia menerpakan system pre-order dengan memfoto bahan-bahan kerudung yang murah dan nyaman namun tetap kekkinian. Setelah ada orang yang berminat dengan hijabnya ia akan kembali ke tukang bahan untuk membeli bahan tersebut dan menjahitnya. Atina pada awal berbisnis belum berani untuk menyetok bahan yang akan di jadikan hijab, kahwatir jika bahan-bahan tersebut tidak akan terlalu laku.

Tahun Kedua Vanilla Mulai Berkembang

Ditahun kedua usaha Atina dibidang hijab semakin moncor dengan mempekerjakan satu penjahit keliling di rumahnya. Ia membelikan berbagai mesin yang dibutuhkan oleh tukang jahitnya dalam proses memproduksi hijabnya. Sampai akhirnya kakaknya Atina yaitu Intan Fauzia Kusuma ikut membantunya dalam mengurusi orderan yang berdatangan.

Membaca Peluang Bisnis Online & Model Fashion Baru

Dalam bisnis hijabnya Vanilla hijab yang didirikan Atina termasuk salah satu pelopor bisnis online hijab yang menggunakan Sosial Media, pada masanya yaitu di tahun 2012 belum ada atau belum banyak orang mau berjualan di media social sperti Instagram. Selain itu Atina pintar membaca kebutuhan pasar, dimana target pasarnya adalah wanita muslim berhijab yang beraktifitas sehari-hari namun tetpa ingin berhijab dan tampil fashionable serta simple. Maka Atina membuat hijab dengan konsep instan dan praktis, bahan hijab uniknya tersebut banyak dilirik oleh pasr negeri Jiran, Singapore dan Malaysia.

Keuntungan yang dicapai oleh Vanilla adalah miliaran rupiah di tahun ke empatnya, kini produk baru Vanilla bahkan mulai ditunggu-tunggu oleh pelanggannya.

Tetap Semangat Melanjutkan Bisnis Saat Ada Ujian

Bisnis hijab yang dijalankan Atina tidak selalu mulus, ia juga pernah mengalami pengalaman pahit karena mendaptkan kain dibawah kualitas standar. Kain tersebut dibelinya 1000 meter lalu setelah jadi dibuat baju hasilnya luntur, maka baju-baju tersebut tidak jadi dijual karena tetapi disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Selain itu ia juga pernah merasakan ketika produk-produk bajunya kurang diminati atau tidak terlalu laku dipasaran. Maka terkadang ada ide-ide bajunya yang laku atau tidak laku dipasaran. Namun Atina tetap percaya bisnisnya akan tetap diminati oleh para pengguna hijab.

Kesuksessan Atina adalah kemauannya yang tangguh dalam membangun usahannya dari nol hingga menjadi besar. Ia secara detail mempelajari bisnisnya dan menganalisa kemauan pasra, dengan gayanya akan sangat mudah dilirik oleh pasa, apalagi Anda tentu tau jika kini Vanilla mulai melebarkan sayap tidak hanya pada hijab kerudunga atau baju.

Vanilla mulai merambah pada usaha busana muslimah, tas, dan kerudung yang bercorak bekerja sama dengan Tiga Seniman Tanah Air. Konsep kerudung yang dilukis menggunakan cat air namun tetap soft bahkan mnarik untuk digunakan menjadi icon kerudung terbarunya. Maka tidak salah jika konsep-kosep Vanilla yang menyuguhkan kerudung simple, elegan, dan murah tetap bisa menjadi produk fashion yang nyaman digunakan oleh para wanita yang bekerja dikantor.

Konsep ini dianalisanya karena dari 713.000 pengikutnya di Instagram adalah wanita muda, pekerja, yang produktif. Itulah mengapa produk fashion Vanilla sebagian besar berbahan nyaman, modelnya yang sederhana dan tetap modis untuk dipakai kekantor, selain itu memudahkan untuk ibu yang menyusui.

Anda yang baru memiliki ide untuk berbisnis hijab secara online melalui media instagram bisa memulainya dengan menerapkan strategi yang dilakukan Atina. Jangan khawatir atau merasa akan kalah saingan karena saaat ini sudah banyak yang menjual hijab di media instagram, tampilkanlah produk yang berbeda dan memang dibutuhkan pasar seperti yang dilakukan oleh Atina di Vanilla hingga menjadi besar.