Putri kedua presiden Jokowi yang akan melangsungkan pernikahan di tanggal 7-8 November 2017 nantinya akan sarat dengan budaya Solo dan kesederhanaan. Pada pernikahan putra pertamanya Gibran, Jokowi juga memperlihatkan konsep pernikahan yang sederhana dan sama seprti pernikahan pada umumnya. Dari mulai adat dan busana pernikahan berkonsep Solo.

Konsep pernikahan Jawa Klasik dan Kesederhanaan Kahiyang Ayu dan Bobby

Busana pengantin, perancang busana Tuty Adib dipercayakan kembali dalam untuk merancang busana pengantin keluarga Presiden Jokowi untuk Kahiyang dan Bobby. Dalam konsep busana pengantin yang dikenakan Kahiyang dan Bobby nantinya adalah Jawa klasik dan sederhana. Warna broken white masih menjadi warna pilihan dalam pernikahan ini hanya saja Tuty Adib masih merahasiakan untuk skema bajunya.

Dekorasi gedung, konsep dekorasi gedung pernikahan Kahiyang dan Bobby dipercayakan oleh Ranu Asmoro pemilik Asmoro Decoration. Ranu Asmoro memberikan gambaran konsep sederhana dan natural Jawa klasik, tetapi dikemas istimewa di Graha Saba Buwana Sumber Solo sebagai tempat berlangsungnya pernikahan. Ranu sendiri memperispkan konsep dekorasi berunsur Jawa kental atau natural sejak empat bulan yang lalu, dan memasang bunga sedap malam untuk memperkuat kesan Jawa dalam pernikahan. Konsep inipun pernah dibuatnya pada saat pernikahan putra pertama Presiden Jokowi yaitu Gibran dan Selvi.

Prosesi pernikahan, pada pernikahan akan dilaksanakan tanggal 7 November dengan prosesi adat siraman dan midodareni. Pada 8 November dilanjutkan dengan prosesi akad nikah dan resepsi. Nantinya akan ada kirab dimana pengantin akan berjalan kaki ke gedung pernikahan. Yang unik dalam persepsi kali ini Kahiyang dan Bobby menyiapkan photo booth untuk para tamu undangan untuk berfoto dengan wayang Kamajaya dan Kamaratih sebagai simbol kesetiaan suami dan isteri.

Keunikan lainnya dalam pernikahan ini ternyata keluarga Presiden Joko Widodo memesan seperangkat pakaian adat di toko Busana Jawi, Jalan Teuku Umar, Solo. Pakaian tradisional ini nantinya akan dikenakan panitia dalam acara pernikahan Kahiyang. Namun untuk pemesanan pakaian tidak diborong seluruhnya di toko tersebut, pakaian yang dibeli hanya untuk 23 orang. Toko milik Ki Ronggojati Sugiyatno atau akrab disapa Mbah No, ternyata memang sudah lama menjadi langganan Jokowi. Sejak menjabat menjadi Wali Kota Surakarta, Jokowi kerap menggunakan jasa Mbah No untuk pemesanan busana tradisional Jawa. Hal serupa juga dilakukan saat pernikahan putra sulungnya, Gibran Rakabuming. Menurut Mbah No, Presiden Jokowi tidak pernah memesan barang kebutuhan hanya di satu tempat, tetapi beliau akan membagi-bagikan rejeki dengan membeli ke beberapa toko di lokasi yang sama.

Penutup

Citra kesederhanaan pesta pernikahan ini, tentu saja sayang kalau dilewatkan begitu saja. Saat ini sebuah kesederhanaan sudah menjadi “barang mewah” bagi bangsa. Dengan pernikahan putrinya Presiden Jokowi menunjukkan bahwa gaya hidupnya yang sederhana, tidak berubah hanya karena dia sudah terpilih sebagai Pemimpin Kepala Negara. Jokowi adalah Jokowi, pernikahan putrinya, tidak ada kaitan dengan statusnya sebagai Presiden. Jadi keputusan Jokowi untuk menggelar pesta pernikahannya dengan cara sederhana, membuktikan bahwa kehidupan yang sederhana bukanlah hal yang tabu atau terlarang bagi masyarakat Indonesia, lebih khusus lagi bagi para elit.