detox media sosial

Beristirahatlah dari media sosial

Apakah Anda pernah mengingat apa yang biasa Anda lakukan sebelum media sosial menghabiskan berjam-jam hari-hari Anda?

Di tahun 2008, sebelum Facebook mendapat perhatian dunia, Anda mungkin menghabiskan lebih banyak waktu dengan hobi seperti membaca, berolahraga, atau bahkan mungkin menonton film dan mendengarkan musik. Tidak ada banyak keingintahuan hidup Anda sehari-hari untuk mengikuti kehidupan orang lain, dan mungkin Anda terlalu sibuk mengejar cita-cita Anda sebagai seorang engineer atau dokter. Beberapa tahun kemudian, media sosial baru bermunculan. Dalam satu dekade kemudian, Facebook, Twitter, Snapchat, dan Instagram telah menjadi kombinasi utama yang akan menganggu kehidupan Anda bahkan mendominasi sebagian waktu kehidupan Anda tanpa disadari.

Karena media sosial tidak dapat disangkal telah mengembangkan kebutuhan mendesak kehidupan didunia ini untuk berbagi aktifitas dilakukan secara online dan belajar tentang apa yang dikatakan tanpa memfilter atau bertanya benar atau salah.

Meskipun dapat menyebabkan hal-hal positif seperti bertemu teman baru atau dapat terlibat dalam topik penting dalam masyarakat kita melalui media sosial, tetapi hal itu juga menyebabkan depresi, isolasi sosial, dan bahkan masalah citra tubuh bagi sebagian orang. Tidak dapat dihindari untuk memiliki rasa iri ketika kita melihat orang lain menjalani kehidupan yang lebih menarik daripada kita. Apa yang tidak kita sadari adalah bahwa gambaran kehidupan kelas atas yang tersusun dengan baik ini hanyalah sebagian kecil dari kebenaran orang lain yang bisa jadi dunia yang ditunjukkan pada media sosialnya adalah hanya halusinasi.

Faktanya, menjauh dari media sosial tidak pernah merugikan siapa pun dan hanya sekedar beristirahat sejenak. Mengapa tidak ada salahnya jika kita melakukan detoksifikasi dari media sosial. Jika Anda adalah seseorang yang masih bertanya-tanya apakah perlu melakukan detoksifikasi digital, berikut beberapa alasan Anda harus berhenti dari media sosial:

Membuat Anda merasa tidak punya cukup waktu

Kita semua pernah berada di sana: saat itu ketika kita merasa tidak ada waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah kita rencanakan. Ironisnya, itu hampir selalu karena kita telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk melihat apa yang teman-teman kita rencanakan. Dan sejujurnya, itu bukan sepenuhnya salah Anda! Aplikasi media sosial dirancang untuk membuat ketagihan. Sehingga mereka membuat Anda tidak merasa telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat setiap notifikasi.

Membuat Anda lebih fokus untuk melihat kehidupan seseorang

Media sosial dipenuhi dengan orang-orang yang memposting tentang kesuksesan mereka, perjalanan mereka, dan acara menyenangkan yang mereka hadiri. Anda tidak dapat benar-benar menyalahkan mereka karena kita tentu saja cenderung hanya menunjukkan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup kita. Namun, ketika kita melihat orang lain melakukannya, kita cenderung merasa cemburu atau kecewa. Penelitian bahkan telah membuktikan bahwa orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial melaporkan memiliki lebih sedikit harga diri dan lebih banyak kecemasan.

Ketika kita hanya melihat kenyataan indah tetapi tersaring dari orang lain, sementara kita tampaknya hanya mengalami kenyataan buruk setiap hari dalam hidup kita, tidak mengherankan jika kita merasa kasihan pada diri sendiri.

Membuat Anda teralihkan pada tujuan yang telah dibuat

Karena media sosial memberi kita ratusan informasi berisi berita palsu, berita nyata, dan hal-hal biasa yang diposting orang lain. Kita menjadi cenderung teralihkan dari hal-hal yang benar-benar perlu kita fokuskan seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah atau menyelesaikan pekerjaan rumah.

Maka saat Anda melakukan detoksifikasi media sosial mulailah menetapkan tujuan karena dan menganggapnya sebagai prioritas. Apa pun yang menyita waktu dari aktifitas mencapai tujuan Anda, apakah itu media sosial atau tidak, hanyalah gangguan yang tidak akan berkontribusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Membuat diri merusak batasan dalam bersosialisasi

Setiap kali Anda memposting sesuatu tentang diri Anda di media sosial, Anda membuat diri menempatkan di bawah pengawasan siapa pun yang melihat profil Anda di media sosial Ruang pribadi Anda dapat diartikan oleh orang-orang yang melihat sebagai hal-hal negatif dan toxice ketika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia media sosial. Dengan berhenti dari media sosial, Anda mulai membangun batasan yang lebih sehat. Ingatlah bahwa Anda selalu memiliki kendali atas apa yang Anda terima dan bagikan dari hidup Anda ke orang lain.

Menjadi cara utama Anda bersosialisasi dengan mudah

Melalui media sosial memberi Anda kemudahan untuk berkirim pesan, melakukan panggilan video, dan bertemu orang baru melalui internet. Namun, hal tersebut menjadi salah pengertian untuk Anda untuk mengenal seseorang dan mempercayai semua yang di informasikan oleh teman baru Anda di media sosial.  Karena sebuah hubungan seperti pacaran atau pertemanan, sebenarnya membutuhkan lebih dari sekadar panggilan dan obrolan sesekali. Interaksi ini bisa sangat dangkal jika hanya dilakukan melalui media sosial atau secara online, dan berpotensi membuat Anda merasa lebih sendirian daripada yang sebenarnya.

Membuat Anda melupakan kegembiraan waktu menyendiri sesaat

Anda akan tahu bahwa Anda tidak berdamai dengan diri sendiri ketika Anda tiba-tiba merasa perlu membuka lini masa media sosial untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan. Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi jika itu menjadi sesuatu yang mengalihkan perhatian Anda dari kenyamanan merawat diri sendiri di kehidupan nyata, itu mengubah diri menjadi kebiasaan yang tidak sehat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial bisa menjadi hal yang bagus untuk Anda jika digunakan untuk berbagi ide dan pemikiran dengan orang lain pada pertemanan. Namun, benar juga bahwa ini bisa menjadi gangguan dari hal-hal nyata yang penting, seperti produktivitas, hubungan, dan kesehatan mental Anda.

Detoksifikasi digital adalah jawaban untuk semua masalah ini. Ketika Anda membatasi waktu yang hampir di habiskan untuk menelusuri timeline dan update di media sosia, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan diri sendiri, orang lain, dan hal-hal yang membuat Anda benar-benar bahagia. Seperti yang Anda katakan sebelumnya, media sosial hanyalah sebagian kecil dari seluruh hidup tentang Anda. Ada seluruh alam semesta yang perlu dijelajahi, dan Anda sudah berdiri di atasnya. Yang harus Anda lakukan adalah meletakkan ponsel Anda, melihat ke atas, dan memulai untuk fokus pada tujuan yang telah ditetapkan.

Detoks