masker 1

Mengenakan masker sering membantu orang merasa terlindungi dan diyakinkan. Tetapi bisakah masker bedah mencegah Anda dari terpapar atau menularkan penyakit menular tertentu?

Dan, jika masker benar benar-benar melindungi Anda dari penyakit menular, seperti COVID-19, bagaimaan cara yang tepat untuk memakainya, melepasnya, dan membuangnya?

Apa itu masker wajah bedah?

Sebuah masker bedah adalah masker yang hanya bisa digunakan untuk sekali pakai yang berbentuk persegi panjang. Pada masker bedah ini memiliki tali atau ikatan elastis yang dapat dililitkan di belakang telinga Anda atau diikat di belakang kepala untuk menahannya. Strip logam mungkin ada di bagian atas masker dan bisa dijepit agar pas dengan masker di sekitar hidung Anda.

Masker bedah tiga lapis yang dipakai dengan benar dapat membantu mencegah terjadinya transmisi mikroorganisme partikel besar dari tetesan, semprotan, dan cipratan air liur orang lain saat berbicara. Masker juga dapat mengurangi kemungkinan kontak langsung.

Lapisan pada masker bedah yang berlapis tiga bagian memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Lapisan luar mencegah masuknnya air, darah, dan cairan tubuh lainnya.
  • Lapisan tengah menyaring patogen tertentu.
  • Lapisan dalam menyerap kelembaban dan keringat dari udara yang dihembuskan.

Namun, ujung-ujung masker bedah tidak membentuk segel ketat di sekitar hidung atau mulut Anda. Oleh karena itu, mereka tidak dapat menyaring partikel udara kecil seperti yang ditransmisikan dengan batuk atau bersin.

Kapan sebaiknya Anda memakai masker bedah?

Itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menggunakan masker bedah hanya jika Anda mengalami demam , batuk , atau gejala pernapasan lainnya

Meskipun masker bedah membantu mencegah  tetesan pernapasan yang lebih besar, masker bedah tidak dapat melindungi Anda dari tertularnya virus corona baru, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2. Hal ini karena masker bedah tidak mampu menyaring partikel udara yang lebih kecil. Perhatikan pada masker bedah sisi kanan dan kiri wajah tidak tertutupi masker dan akan terlihat longgar sehingga partikel di udara bisa masuk melalui sisi topeng

Beberapa penelitian tidak bisa menunjukkan bahwa masker bedah secara efektif mencegah paparan penyakit menular di lingkungan masyarakat.

Saat ini, beberapa peneliti tidak merekomendasikan masyarakat umum untuk memakai masker bedah atau respirator N95 untuk melindungi dari penularann virus seperti COVID-19. Karena penggunaan masker bedah saat ini banyak dibutuhkan untuk para layanan kesehatan sebagai responden pertama yang membutuhkan persediaan masker bedah ini, dan saat ini masih banyak kekurangan.

Cara memakai masker bedah

  • Sebelum mengenakan masker, cuci tangan Anda setidaknya selama 20 detik dengan sabun dan air, atau gosok tangan Anda secara menyeluruh dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Periksa cacat pada masker wajah, seperti robekan atau loop yang putus.
  • Posisikan sisi berwarna pada masker di bagian
  • Jika ada, pastikan strip logam berada di bagian atas topeng dan diposisikan pada pangkal hidung Anda.

Jika masker bedah memiliki:

  • Lingkaran telinga pada bagian sayap kanan dan kirinya: Pegang masker pada kedua lingkar telinga dan letakkan satu putaran di atas masing-masing telinga.
  • Pita elastis ganda: Tarik pita atas di atas kepala Anda dan posisikan di atas kepala Anda. Tarik pita bawah di atas kepala Anda dan posisikan di pada tengkuk kepala.
  • Cetakan strip logam bagian atas yang bisa ditekuk ke bentuk hidung Anda dengan menjepit dan menekannya dengan jari-jari tangan.
  • Tarik bagian bawah masker ke mulut dan dagu Anda.
  • Pastikan maskernya pas dan nyaman saat menutup mulut Anda.
  • Jangan menyentuh bagian depan masker yang menutupi mulut dengan tangan saat digunakansekali pada posisinya.
  • Jika masker telah kotor atau lembab, gantilah dengan yang baru.

Apa yang tidak boleh dilakukan saat mengenakan masker bedah

Setelah menggunakan masker dengan benar, ada beberapa tindakan pencegahan yang perlu diingat untuk memastikan Anda tidak mentransfer patogen ke wajah atau tangan Anda.

Yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan masker:

  • Menyentuh masker dengan tangan kotor Anda, karena mungkin ada patogen di atasnya
  • Melepas salah satu sayap tali masker yang terkait di telinga.
  • Mengantung masker di leher Anda
  • Menggunakan kembali masker yang sudah dipakai
  • Jika Anda harus menyentuh masker wajah saat Anda memakainya, cuci tangan Anda terlebih dahulu. Pastikan juga untuk mencuci tangan sesudahnya, atau gunakan pembersih tangan.

Langkah-langkah untuk melepas masker bedah

  • Sebelum Anda melepas masker bedah, cuci tangan Anda dengan baik atau gunakan pembersih tangan.
  • Hindari menyentuh bagian berwarna pada masker bedah itu sendiri, karena dapat terkontaminasi.
  • Peganglah bagian pengait seperti tali yang ada pada kuping atau pada atas kepala saat melepas masker bedah.
  • Keluarkan masker dari wajah Anda dengan hati-hati begitu melepaskan dari kedua loop telinga, atau
  • Setelah melepaskan masker bedah, cucilah tangan Anda dengan bersih atau gunakan pembersih tangan.

Cara membuang masker yang sudah tidak terpakai

Sangat penting untuk membuang masker bedah yang sudah digunakan dengan benar untuk memastikan Anda tidak memindahkan kuman ke tangan atau wajah. Anda juga ingin memastikan membuang masker bedah dengan aman ditempat sampah dan pastikan masker sudah tersobek. Hal ini agar masker tidak digunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan mengambil limbah masker untuk dibersihkan dan dijual kembali. Karena ada beberapa oknum yang pastinya mencari keuntungan dengan menjual masker-masker bekas yang masih bagus sebagai masker baru.

masker 2

masker 3

Nah terakhir sebaiknya tetaplah menggunakan masker wajah jika Anda berada di luar rumah hingga dipastikan virus COVID-19 hilang penyebarannya. Akan lebih bagus lagi jika Anda tetap menggunakan masker wajah saat COVID-19 hilang, hal ini akan membantu memnimalisir terserang virus lain seperti batuk dan flu yang rutin ada.