Salah satu pelajaran hidup terbesar yang dapat diberikan orangtua kepada anaknya adalah mengajarkan nilai uang yang sebenarnya kepada mereka.

Beberapa sekolah sekarang sudah diwajibkan untuk mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anak pada mata pelajaran IPS atau Ekonomi. Pada tahap ini anak-anak mungkin telah mengambil kebiasaan baik dan buruk dari orang tua mereka menggunakan uang.

Cara anak-anak memandang uang akan sering terbawa hingga dewasa, jadi penting untuk memberi anak-anak landasan keuangan yang baik sejak usia muda.

Berikut adalah lima cara untuk membantu anak-anak Anda dengan keuangan mereka di masa kecil dan dewasa awal.

Kenalkan Anak Dengan Celengan

Cara yang bagus untuk memulai pendidikan finansial anak adalah dengan mengenalkan mereka celengan, yang memungkinkan mereka untuk mulai menabung untuk diri mereka sendiri. Pada awalnya ajarkan anak untuk menyisihkan uang saku yang Anda berikan setiap hari untuk ditabung di dalam celengan. Pada waktunya ini bisa mengajarkan mereka bagaimana cara menyimpan uang untuk sesuatu yang benar-benar mereka inginkan.

Misalnya jika mereka ingin membeli mainan baru, buat mereka perlahan menabung selama beberapa minggu untuk menanamkan disiplin keuangan sejak usia dini. Setelah uang di dalam celengan cukup mereka boleh membeli mainan baru yang diinginkan.

Ajari Anak Matematika Dasar Sejak Dini

Bahkan sebelum mereka mulai taman kanak-kanak atau sekolah, Anda dapat memberi anak-anak Anda dorongan dengan menunjukkan kepada mereka matematika dasar. Dengan mengajari anak-anak Anda beberapa keterampilan matematika sederhana, seperti penambahan dan pengurangan, Anda dapat memberi mereka pemahaman tentang berhitung sebelum mereka mulai sekolah.

Anda tidak harus menjadi ahli matematika sendiri, sumber daya tersedia secara online gratis bagi orang tua untuk membantu mengajar anak-anak mereka dasar-dasar. Misalnya dengan melihat video berhitung pada Youtube sehingga akan mempermudah anak mengenal mata uang dan nilainya.

Ajak Anak Buka Rekening Bank Atau Tabungan

Beberapa bank dan lembaga pembangunan sudah memperbolehkan anak-anak membuka rekening dengan syarat usia tujuh tahun. Ini bisa menjadi cara yang baik untuk menunjukkan bagaimana menabung di bank dapat membantu uang yang disimpan tumbuh, dan mengenalkan bunga dari uang yang ditabung.

Beberapa bank juga menawarkan kartu debit atau kartu tunai yang bisa digunakan ketika anak-anak Anda bertambah dewasa dan dinyatakan layak memiliki kartu debit (kartu ATM). Anda bisa menunjukkan bagaimana mengecek tabungan dan mengambil uang menggunakan kartu debit di mesin ATM. Hal ini akan memberikan anak bentuk tanggungjawab dan pembelajaran dari menggunakan kartu debit.

Membuat anak terlibat dengan tabungan mereka bisa menjadi cara yang baik untuk mengajari mereka tentang manajemen uang, bunga, dan investasi – tergantung pada apakah itu akun tunai atau saham dan saham.Sehingga anak akan merasa siap ketika sudah berusia cukup dan diizinkan untuk mengambil alih mengelola rekening tabungan yang mereka buat saat anak-anak.

Buat Anak Untuk Mempertimbangkan Tujuan Keuangannya

Seorang anak kecil mungkin lebih peduli tentang bagaimana cara membeli mainan favorit mereka, namun berbeda ketika anak mulai dewasa sebagai orangtua adalah bijaksana untuk membuat mereka memikirkan tujuan keuangan yang lebih besar, seperti membeli sepeda motor untuk kebutuhan transportasi kuliahnya.

Beri anak pertimbangan dalam melakukan kegiatan menabung, misalnya dengan tujuan untuk melakukan penghematan dan bijak menggunakan uang. Dengan bijak dalam menggunakan uang anak akan mulai berfikiri untuk memenuhi keinginannya atau kebutuhannya di masa depan dengan menabung.

Beri Anak Uang Saku Bulanan

Ketika anak sudah dewasa misalnya usia 12 tahun, berikan kepercayaan pada anak untuk mengatur uang jajannya selama satu bulan. Ajarkan pada anak bagaimana cara membagi uang bulanan yang Anda berikan cukup untuk memenuhi kebutuhan jajannya selama satu bulan dan menyisakan uang untuk ditabung.

Anak akan mulai berfikir dalam bertanggung jawab menggunakan uang sehingga saat mereka memasuki masa kuliah yang harus terpisah dari orangtua dan hidup mandiri. Anak akan mulai mempertimbangkan biaya hidup sendiri, seperti biaya sewa kamar kos dan biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan demikian anak akan mengerti nilai uang dan bagaimana mengelola keuangan secara mandiri.

Ajarkan anak pada saat memasuki usia dewasa untuk berinvestasi dan keuntungan dari berinvestasi. Mengajarkan anak mengenal investasi akan membuat anak bijaksana dalam mengelola keuangan saat memasuki dunia kerja dan sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Nah semoga artikel ini bermanfaat bagi para ibu yang saat ini memang sedang mencari referensi mengajarkan anak untuk mengenal nilai uang dan mengenalkan cara mengelola uang.