dropship 2 FILEminimizer

Pengertian Bisnis Dropship

Dropship merupakan cara penjual untuk memasarkan produk tanpa perlu membeli dan menyimpan barang yang dipasarkan. Ketika penjual menerima order dari pembelinya, maka penjual akan meneruskan ordernya ke supplier tempat produk tersebut dijual dan melakukan permintaan untuk mengirimkan barangnya kepada pembeli.

Namun ada juga yang berpendapat Dropship adalah metode pemasaran oleh penjual online, dimana penjual tidak perlu melakukan kegiatan stok dan pengiriman barang ke pembeli karena kegiatan tersebut dilakukan oleh distributor yang menjual produk yang dipasarkan oleh penjual online.

Sebenarnya system dropship bisa dianggap sama seperti reseller, tetapi keduanya tetap memiliki perbedaan. Perbedaanya reseller harus membeli barang terlebih dahulu dari distributor dan menyimpan barang sebagai stok sebelum dipasarkan.

Pada sistem dropship, pelaku bisnisnya disebut dropshiper hanya berperan memasarkan produk dan melayani pembeli dalam hal berkomunikasi. Dropshipper tidak perlu membeli barang, tidak perlu menyimpan stok, tidak perlu melakukan packing dan pengiriman barang, semua proses tersebut dilakukan oleh distributor dari produk yang mejual barang kepada dropshipper.

Bagaimana Cara Kerja Berbisnis Dengan Cara Dropship

Dengan kemudahan teknologi internet yang semakin berkembang di Indonesia, bisnis dropship semakin mudah dijalankan dalam mulai mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Semua orang menjual barang yang dimiliki pedagang dan bekerjasama tanpa perlu melakukan.

Seorang dropshipper akan memasarkan suatu produk yang dijual melalui internet dengan menggunakan website, outlet, media sosial, dan media e-commerce lainnya. Pembeli yang merasa tertarik dengan produk tersebut akan menghubungi penjual dan melakukan transakis untuk membeli barang tersebut ke penjual.

Pada metode pembayaran biasanya baik pembeli kepada penjual dan penjual kepada pemilik barang (pedagang) akan melakukan pembayaran melalui online seperti transfer menggunakan, internet Banking, SMS Banking, Paypal, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang dropshipper biasanya penjual mengambil keuntungan dari selisih harga barang yang dijualnya. Kemudian penjual melakukan pembelian barang ke supplier dan membayar harga sesuai yang ditetapkan oleh supplier. Selain itu, penjual juga harus mengirimkan informasi customer untuk  keperluan pengiriman barang.

Supplier akan melakukan pengiriman barang dan mempersiapkannya sesuai dengan pesanan. Pada box akan disertakan nama dan alamat pengiriman barang tersebut. Barang dikirim ke customer oleh supplier dengan memakai jasa pengiriman barang, misalnya JNE, TIKI, Pos State, JNT, dan lain-lain.

Dari penjelasan di atas Anda akan melihat bahwa proses kerja penjual berhenti sesudah mengirimkan pesanan, pembayaran, dan item customer kepada jasa pengiriman barang online. Namun, pada kenyataannya proses tersebut tidak berhenti disana, karena biasanya customer akan menanyakan status pengiriman barang yang di ordernya atau melakukan complain jika barang belum diterima, atau bisa juga cacat ketika diterima.

dropship FILEminimizer

Melihat Kelebihan & Kekurangan Yang Ada di Bisnis Dropship

Setiap bisnis yang dijalankan tentu memiliki resiko dalam perjalannya, selain itu semua bisnis memiliki kelebihan dan kekurangan dalam system pemasarannya. Begitu juga dengan bisnis dropship ini, bisnis ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui sebelum

Kelebihan Bisnis Dropship

  • Modalnya kecil. Memulai bisnis dropship ternyata modalnya sangat kecil, bahkan nyaris tanpa modal. Karena Anda tidak perlu membeli barang terlebih dahulu, dan tidak perlu memiliki tempat untuk menyimpan barang yang akan dijual.
  • Mudah dijalankan. Bisnis dropship sangatlah mudah dijalankan oleh siapa saja karena prosesnya yang sederhana dan simple. Bagian tersulitnya adalah menemukan supplier atau distributor terbaik yang menjual barang dengan kualitas baik dan harga miring.
  • Biaya operasional kecil. Biaya operasional yang dikeluarkan dalam bisnis dropship dengan cara online termasuk sangat kecil karena tidak perlu menyewa toko fisik. Namun jelas saja anggaran internet, listrik, dan pengeluaran lain harus diperhitungkan.
  • Risiko kecil. Menjalankan bisnis dengan system dropship memiliki resiko yang sangat kecil, karena Anda tidak akan menanggung resiko barang rusak tidak terjual seperti yang dirasakan pemilik barang yaitu distributor dan tidak akan kehilangan apapun. Itulah sebabnya mengapa bisnis ini risikonya sangat kecil dan banyak diminati.
  • Sistem kerja yang fleksibel. Yang lebih mudahnya lagi seorang dropshipper bisa menjalankan bisnisnya secara pada online untuk memasarkan barang dari mana saja dan kapan saja si penjual dapat menjalankan usahanya dari mana saja dan kapan saja. Namun, jelas saja penjual harus memiliki perangkat laptop maupun smartphone dan juga koneksi internet yang stabil.

Kekurangan Bisnis Dropship

  • Ketatnya persaingan memasarkan produk secara online. Karena dianggap bisnis yang mudah dan murah maka banyak dari Anda yang memilih untuk memulai menjalakan bisnis dropship ini, dan bahakan Anda akan menemukan penjual yang menjual dengan barang yang sama pada took online tempat Anda berjualan. Hal ini menimbulkan persaingan yang samakin besar, khususnya untuk bagian tertentu.
  • Hasil keuntungan penjualan yang relative kecil. Persaingan yang ketat antar sesama penjual menjadikan sebagian dari Anda memilih menurunkan harga barang yang dijual agar barang diminati oleh pembeli. Dengan persaingan harga tersebut maka keuntungan setiap barang yang dijual menjadi lebih kecil dan tidak sesuai harapan.
  • Sulit mengetahui stok barang yang dijual. Menjadi seorang dropshipper tentunya beresiko barang yang dijual oleh penjual tidak tersedia stocknya dan hal ini menyebabkan pembeli kecewa ketika sudah beberapa lama bertanya dan mengetahui stok barang yang Anda jual kosong. Pada akhirnya sebagai dropshipper Anda harus selalu mengecek stock barang ke penjual dan mengupdatenya pada toko online Anda untuk barang yang masih tersedia dan sudah tidak tersedia.
  • Kompleksitas pengiriman barang yang dijual. Akan menyulikan dalam system pengiriman jika Anda menjual dan memasarkan produk ke beberapa pembeli dengan supplier yang berbeda. Hal tersebut akan menyebabkan membengkaknya pengiriman ketika customer memesan 4 barang yang masing-masing disediakan oleh tiga supplier berlainan, maka biaya pengirimannya tidak bisa dijadikan satu dan menjadi lebih mahal.
  • Mendapatkan complain dari pembeli. Penjual adalah pihak yang berhubungan langsung customer. Tidak perduli bila kesalahan dilakukan oleh supplier maupun jasa pengiriman barang, yang akan memperoleh komplain ialah Anda sebagai dropshipper atau yang menjual barang tersebut ke customer.
  • Tidak bisa menjual barang sebagai merek pribadi. Sebagai seorang penjual dengan cara dropship tentunya tidak bisa memanfaatkan kemasan khusus maupun menyertakan produk gratis (misalnya paster promosi) pada barang yang dibeli customer, karena barang yang dijual akan dikirim langsung oleh supplier dengan brand mereka dan dilakuka pengiriman oleh jasa pengiriman online.