Pilih Menjadi Ibu Rumah Tangga ataukah Wanita Karir

Picture by : https://www.womensweb.in

Mungkin dari seluruh posisi atau jabatan tinggi dan penting dalam sebuah perusahaan di dunia, perempuan hanya menduduki peringkat kedua dengan persentase yang sangat sedikit apabila dibandingkan dengan pria. Hal itu dikarenakan banyak faktor yang salah satunya adalah masalah pemilihan keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga dan fokus merawat anak ataukah mendahulukan karir.

Ketika kamu dihadapkan pada 2 pilihan tersebut, anak dan rumah tangga ataukah karir, kira-kira mana yang akan kamu pilih? Pastinya jawaban setiap wanita juga beragam, tergantung dari background dan keinginannya masing-masing.  Namun, sebagai pemikiran untuk dapat menjawab hal itu, berikut ini adalah 2 poin penting yang dapat dijadikan acuan atau referensi.

High Priority

Tentunya akan tiba saatnya ketika seorang wanita muda yang sudah menikah dan kemudian dikaruniai anak, maka dia akan dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu keluarga dan anak ataukah karir. Kedua hal tersebut sangat tricky karena sama seperti memilih sebuah pekerjaan yang tidak kamu sukai tapi menghasilkan ataukah sebuah hobi yang sangat kamu cintai tapi tidak menghasilkan.

Oleh karenanya, tentukan dulu mana yang menjadi prioritas utama. Apakah karir merupakan tujuan utama dalam hidup dan keluarga serta anak dapat dibangun bersama suami, atau menjadi seorang ibu rumah tangga yang menomorduakan karir. Keduanya bisa menjadi pilihan, tergantung dari persentase kepentingan antara keduanya.

Menjadi Ibu Rumah Tangga ataukah Wanita Karir

Picture by : https://www.google.com

Diskusikan

Sebelum memilih baik itu menjadi seorang wanita karir atau ibu rumah tangga, diskusikanlah pertama-tama dengan suami sebagai kepala keluarga. Kira-kira mana yang terbaik dan solusi apabila salah satunya menjadi yang kedua. Pertimbangkan banyak hal terutama efek jangka panjang yang akan didapatkan.

Contohnya jika memilih menjadi ibu rumah tangga, maka harus menyiapkan waktu setidaknya2 – 3 tahun berhenti berkarir dan fokus dalam keluarga, tapi di sisi lain, usia menjadi faktor penentu dalam pekerjaan dan juga akan sulit untuk meniti karir dengan cepat. Apabila memilih karir, maka keluarga dan tentu saja anak akan mendapatkan perhatian juga kasih sayang yang sangat kecil, sedangkan untuk masalah pekerjaan, ada kemungkinan bisa melesat tinggi, tergantung dari kemampuan dan perfoma mu dalam bekerja.

Dari 2 poin di atas, keduanya tidak ada yang salah ataupun yang paling benar. Semuanya memiliki porsi dan kepentingan sendiri-sendiri. Hanya saja, kamu harus mengetahui konsekuensi ketika sudah memutuskan memilih salah satunya, yaitu keuangan ataukah keharmonisan.