kopi dan teh

Picture by : https://lh3.googleusercontent.com

Sampai saat ini perdebatan mengenai tinggi mana kadar kafein teh dan kopi terus berlanjut. Ada yang mengatakan bahwa kandungan kafein di teh lebih tinggi dari kopi, ada pula yang berpendapat sebaliknya. Lantas manakah yang benar?

Well, secara umum tidak ada yang benar ataupun salah dari kedua pendapat tersebut. Karena memang keduanya memiliki kadar kafein yang sama-sama tingginya. Perbedaan tingginya tersebut dipengaruhi dari berapa besar takaran dalam satu gelasnya.

Sebelum membahas secara lebih jelas, ada baiknya mengetahui definisi kafein itu sendiri. Kafein merupakan sebuah senyawa yang bisa memberikan stimulus atau rangsangan pada sistem saraf untuk meningkatkan aktivitas otak. Tak heran, orang yang ngantuk bisa kembali bersemangat saat mengonsumsi minuman berkafein.

Nah, selama ini kopi adalah minuman berkafein yang paling terkenal. Namun ternyata teh juga tak kalah banyak mengandung kafein. Namun jika harus diperbandingkan, kandungan di antara keduanya bisa dibilang hampir setara tergantung pada jenis dan ukurannya.

Misalnya saja, untuk kopi instan bubuk yang ada dalam sachet, mengandung sekitar 80 mg kafein per 250 ml saat diseduh. Kandungan ini tergolong rendah, karena kopi instan bubuk tidak murni terbuat dari kopi 100 persen melainkan sudah dicampur dengan bahan lainnya. Bandingkan saja dengan kopi espresso murni yang per 50 ml-nya mengandung sampai 145 mg kafein.

Lalu bagaimana dengan teh? Ada jenis teh yang kandungan kafeinnya jauh lebih tinggi dari kopi instan, misalnya saja yerba mate. Teh tradisional yang berasal dari Afrika Selatan ini mengandung 85 mg kafein. Sedangkan untuk jenis lain, rata-rata mengandung 40-50 mg kafein per 237 ml sajian teh.

Itu artinya, baik kopi dan teh sama-sama bisa difungsikan sebagai minuman untuk menstimulasi otak agar kembali aktif. Bedanya, rasa kopi yang kuat dan tajam dianggap lebih pas untuk merangsang mata agar kembali terbuka segar. Sedangkan teh, justru identik dengan minuman yang menenangkan dan cocok digunakan untuk bersantai.

Untuk penyuka kopi yang hanya ingin menikmati rasanya tanpa mendapatkan efek samping dari kafein, bisa memilih jenisa decaf, yang kafeinnya sudah dihilangkan. Dari segi rasa, hampir tidak ada perbedaan dengan kopi biasa. Kopi decaf ini juga bisa dinikmati dalam kondisi dingin maupun panas sesuai selera.

kopi dengan teh

Picture by : https://www.holar.com.tw

Sedangkan untuk teh, jenis teh yang berasal dari bunga seperti jasmine tea dan chamomile tea memiliki kandungan kafein lebih rendah sehingga cocok dikonsumsi untuk orang yang ingin rileks.