kerajinan edukasi

Picture by: https://d2ih5qgee2kfcl.cloudfront.net/

Sedang mencari kerajinan pendidikan untuk anak usia 3 tahun? Pilihan-pilihan cerdas ini mendorong pertumbuhan dan perkembangan sambil menjaga si kecil tetap terhibur.

Ketika seorang anak berusia 3 tahun maka pertumbuhan dan perkembangan pada tubuhnya sedang berjalan dengan baik. Memang, otak anak yang berusia 3 tahun mampu mengatur keterampilan kognitif dan fisik yang lebih kompleks, contohny: seperti melompat dengan satu dan dua kaki, mengayuh sepeda roda tiga, menaiki tangga, menyelesaikan teka-teki jigsaw tiga atau empat potong, memberi nama warna, dan mengikuti petunjuk sederhana. Anda sebagai orangtua bisa mendorong pembelajaran dan pengembangan anak melalui pembelajaran seperti kerajinan dan aktivitas di rumah.

Saat anak menyelesaikannya tugas kerajinanya, penting untuk Anda sebagai orangtua memberikan inputan hasil karyanya dan mengajaknya berkomunikasi. Misalnya, ketika balita sedang mewarnai dan mengobrol tentang matahari kuningnya, meskipun obrolan itu tidak masuk akal, tentu akan mendorong orang tua untuk memberikan komentar dan refleksi. Mereka juga dapat mengajukan pertanyaan terbuka tentang kerajinan tersebut. “Pertukaran pembicaraan yang kaya dan bermakna ini akan menumbuhkan perkembangan bahasa anak, keterikatan, konsep diri, dan meletakkan dasar untuk pembelajaran dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ini adalah ide kerajinan untuk anak usia 3 tahun, yang akan mendorong pembelajaran di rumah dan membantu anak Anda mengenal sebelum beranjak pada usia sekolah.

Menelusuri Huruf, Bentuk, dan Angka

Menelusuri Huruf Bentuk dan Angka

Picture by: https://asset-a.grid.id/

Banyak anak usia 3 tahun yang belajar tentang huruf, terutama pengenalan susunan huruf namanya sendiri. Anak akan tertarik dan mampu melacak huruf dan angka. Gambarlah nama anak Anda dalam huruf besar di papan poster, dan minta dia “menjiplak” huruf-huruf itu dengan stiker, kancing, atau pembersih pipa. Kerajinan berusia 3 tahun ini akan mengajarinya tentang ejaan, dan itu juga akan meningkatkan keterampilan motorik halusnya.

Kolase Daur Ulang

Kolase Daur Ulang

Picture by: https://1.bp.blogspot.com/

Kumpulkan perlengkapan seni di sekitar rumah, seperti kancing atau kliping koran, dan tempelkan di atas kertas untuk membuat kolase yang menarik. Saat mengerjakan materi yang berbeda, Anda dapat mendorong kesadaran akan konsep dasar dan kategorisasi. Bicarakan dan mainkan tekstur, ukuran, bentuk, warna, huruf, dan angka. Misalnya, beri tahu anak untuk merekatkan dua kancing ke kertas, lalu minta dia menempelkan sesuatu yang bergelombang, minta anak sambil menyebutkan nama warna.

Memotong Sedotan dan Merangkai Gelang

Memotong Sedotan dan Merangkai Gelang

Picture by: https://hidupsimpel.com/

Anak-anak membutuhkan banyak ketangkasan untuk menulis, dan gunting bisa menjadi pelajaran memegang alat kedua bagi anak setelah pensil. Mintalah anak Anda yang berusia 3 tahun memotong sedotan minuman, yang memuaskan bagi anak adalah dapat memotong sedotan dengan sempurna menggunakan gunting. Kemudian dia bisa merangkai benang melalui potongan sedotan untuk membuat gelang yang mudah. Kerajinan ini sangat bergantung pada keterampilan motorik halus dan koordinasi, sehingga anak juga akan belajar toleransi terhadap kesabaran dan frustrasi. (Anda juga bisa membuat perhiasan dengan pasta, manik-manik, atau makanan berbentuk O!).

Menyortir Stiker berdasarkan Warna

Menyortir Stiker berdasarkan Warna

Picture by: https://ae01.alicdn.com/

Beri anak Anda setumpuk stiker. Minta anak untuk memisahkan stiker berdasarkan warna, yang membantu pengenalan warna primer dan sekunder. Kemudian anak dapat menggunakan keterampilan motorik halus untuk menempelkannya di atas kertas. Anda juga bisa menyelesaikan kerajinan berusia 3 tahun ini dengan kancing, pompom, atau potongan kertas.

Membuat Stempel dari Kentang

Membuat Stempel dari Kentang

Picture by: https://www.harianbernas.com/

Punya kentang ekstra? Kali ini Mama bisa bikin stempel dari buah dan sayuran bersama anak. Ibu atau Ayah dapat mengupasnya, memotongnya menjadi dua, dan mengukir bentuk menjadi sebuah stempel. Kerajinan tangan ini bertujuan mempelajari simetri dan pola pada alam sekitar.

Di samping itu, kerajinan tangan ini mengajari mereka juga tentang limbah makanan karena memakai buah tidak segar yang belum busuk atau bentuknya benar-benar rusak.