Mertua 1

Picture by: https://asset-a.grid.id/

Memutuskan melakukan pernikahan berarti sudah menyepakati untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Termasuk juga menerima sifat dari setiap keluarga yang mungkin memiliki perbedaan kebiasaan dan budaya. 

Setiap orang tua pasti memiliki pemikirannya tersendiri begitu juga dengan mertua kamu. Ketika kamu dihadapkan dengan orang tua yang terlalu ikut campur dengan urusan rumah tanggamu bukan berarti ini hal yang buruk. Tapi bagaimana jika orang tua sudah mengurusi urusan yang terlalu pribadi dalam rumah tangga? Untuk mengetahui tips menyikapinnya yuk coba simak ulasan berikut. 

Mencoba untuk Mengendalikan Emosi

Bagaimanapun mertua juga orang tua kamu, jadi ada baiknya kamu harus lebih mengendalikan emosi dan mengontrol semua kata dan perbuatan yang akan kamu lakukan. Ketika mertua kamu sudah terlalu ikut campur tentang ranah pribadi seperti pola asuh anak, atau bahkan keuangan cobalah untuk memahami bahwa yang beliau katakan merupakan sebuah pendapat semata.

Sehingga semua yang terucap tak perlu semua kamu turuti, anggapah itu sebagai wejangan yang menambah wawasan kamu dalam berumah tangga. Dan pastikan untuk mencari alasan yang tepat untuk menjelaskan bahwa metode tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan rumah tangga kamu dan suami.

Satukan Pemikiran dan Buat Kesepakatan Bersama dengan Suami 

Peran utama dalam sebuah rumah tangga adalah kamu dan suami. Jika memang mertua kamu masih terus mengusik cobalah untuk berkompromi dengan suami dan buktikan bahwa kalian bisa menjalani bahtera rumah tangga bersama. Satukan pemikiran dan pendapat dengan alasan-alasan yang dapat diterima.

Memang pendapat orang tua masih sangat dibutuhkan, tapi jika terlalu banyak membatasi, maka kekompakan kalianlah yang dapat mengentikannya. Ketika dua kepala memiliki satu suara yang dapat dipertanggung jawabkan, maka siapa pun tidak akan dapat meruntuhkan.

Mertua 2

Picture by: https://blue.kumparan.com/

Mencoba untuk Memahami dan Mendekatkan Diri pada Mertua

Mungkin saja mertua kamu melakukan hal seperti ini karena dia masih belum merelakan sepenuh hati bahwa anak kesayangannya meninggalkannya. Padahal, semua pemikiran itu hanya ketakutakn semata. Maka cobalah ikut memahami apa yang sebenernya mertua kamu mau.

Mendekatkan diri secara perlahan akan membuatnya berpikir bahwa anaknya telah mendapatkan pendamping hidup yang dapat menjaga dan merawat sebagaimana dia melakukannya dulu. Jadi, coba dengarkan dan jangan buru-buru emosi ketika mertua kamu berpendapat. 

Menjalin hubungan dengan orang baru termasuk mertua merupakan cobaan baru ketika kamu telah berada pada fase pernikahan. Jadi, sangat diharapkan kamu sebagai menantu dan mertua dapat akur dan saling membantu satu sama lain. Bersikap baik ke orang tua nggak akan pernah ada ruginya, hal ini malah akan membuatnya ikut menyayangi kamu seperti menyayangi anaknya sendiri.