orangtua

Picture by: https://cms.sehatq.com/

Masa remaja merupakan satu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Tentu saja, tidak hanya bagi sang remaja sendiri, bagi orang tua juga mengalami masa-masa yang penuh drama, ketegangan, emosi dan lain sebagainya. 

Tidak sedikit orang tua yang akan selalu uring-uringan ketika menghadapi kelakuan dan permintaan anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa. Di sisi lain, anak-anak remaja ini merasa orang tuanya old fashion, terlalu otoriter dan bukan orang yang tepat untuk dijadikan teman atau tempat bersenda gurau sampai dengan berkeluh kesah.

Namun ternyata ada juga kok cara yang dapat dilakukan sebagai jembatan agar orang tua dan anak remaja dapat berjalan bersama. Bagi kamu yang sudah menjadi orang tua, tips-tips di bawah ini akan sangat cocok untuk kamu praktikkan.

Luangkan Waktu yang Sangat Personal dengan Anak Remajamu

Memang ada banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan aktivitas atau urusan bisnisnya, sehingga tidak memiliki banyak waktu dengan anaknya. Ketika itulah, maka anak mulai mencari sosok figur yang menurut mereka tepat untuk dijadikan teman sekaligus orang yang dapat mengerti mereka. 

Nah, agar hal tersebut tidak terjadi, sesibuk apapun kamu, luangkan waktu untuk mereka. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu pribadi yang berkualitas dengan mereka, maka dapat secara otomatis menanam banyak benih kepercayaan dari sang anak. Setelah itu, mereka akan lebih mudah terbuka untuk bercerita, berkeluh kesah ataupun bersenda gurau.

sharing

Picture by: https://img-z.okeinfo.net/

Ciptakan Jarak Aman Agar Dia Lebih Terbuka

Seperti yang disebutkan di atas, ketika tidak banyak waktu yang dimiliki orang tua untuk anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa, maka mereka akan mencari sosok atau figur lain yang menurut mereka pantas. Oleh karenanya, mereka sudah mendapatkannya dan kamu baru saja memulai untuk mendekat, maka kamu akan diidentifikasi sebagai orang asing yang masuk circle mereka.

Oleh karena itu, sedini mungkin hilangkan gap dan ciptakan jarak aman kepadanya. Dengan jarak aman ini maka dapat membuat mereka merasa lebih nyaman dari segi emosi, pikiran, dan mengeluarkan pendapat. Cobalah juga untuk menciptakan suasana bahagia, tenang, dan tidak menghakimi saat kamu berbicara dengannya.

Sharing Perasaan

Keterbukaan antara kedua belah pihak, orang tua dan anak remaja, adalah salah satu kunci sukses untuk menciptakan bonding yang kuat. Oleh karenanya, usahakan jangan berpikiran untuk berdiri sebagai orang tua yang lebih berpengalaman dan hanya ingin mendengar kemudian memberikan saran saja, akan tetapi juga sharing perasaan atau kondisimu saat ini dengannya. Kamu dapat menceritakan uneg-unegmu dan meminta dia untuk memberikan saran yang logis.

Dengan 3 tips di atas, setidaknya kamu akan mengurangi jarak antara generasi remaja yang penuh gejolak dengan rasa khawatir orang tua yang selalu was-was akan segala hal.