Mie instant

Picture by: https://aquvoajqbp.cloudimg.io/

Siapa sih yang tahan terhadap godaan mie instan? Ya, kalau pun ada, jumlahnya tidak sebanyak orang yang gemar makan makanan satu ini, bukan? Tapi seiring dengan semakin populernya mie instan, ada juga yang mengatakan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan ini justru akan membuat buruk kesehatan. Benarkah demikian?

Menurut seorang dokter bernama Dr Dion Haryadi melalui akun TikTok pribadinya mengatakan bahwa memang mie instan boleh saja dikonsumsi, tapi dibatasi dalam jumlah sedikit atau tidak sampai lebih dari 3 bungkus dalam satu hari.

Alasannya adalah karena bumbu mie instan tersebut mengandung 800 sampai dengan 1.400 miligram sodium. Dan yang menjadikan mie instan itu enak adalah sodium itu sendiri. Hanya saja, manusia hanya diperbolehkan untuk mengomsumsi sekitar 2.500 miligram sodium saja dalam satu hari. Jadi kalau makan 2  atau 3 bungkus mie instan dalam satu hari, maka jatah sodium harian terpakai sudah. 

Dengan begitu, kamu juga tidak boleh makan camilan-camilan lain yang memiliki rasa asin atau gurih karena makanan tersebut juga mengandung sodium. Ketika kamu sudah mencapai batas maksimum harian dan masih melanjutkan makan makanan yang bersodium, maka ada lonjakan konsumsi sodium drastis di dalam tubuh.

mie instant 2

Picture by: https://sayabunda.com/

Efeknya adalah ketika seseorang mengonsumsi sodium dalam jumlah banyak atau melebihi batas maksimal, maka efek jangka panjangnya adalah hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi. Selain itu, risiko untuk terkena penyakit jantung dan ginjal juga cukup besar.

Selain itu, mie instan diciptakan hanya sebagai pengganti makanan berat seperti nasi dan sebagainya atau dapat dikatakan sebagai pengganjal perut kala lapar saja, bukan sebagai makanan yang dapat menyehatkan tubuh. Maka ketika mengonsumsinya dalam jumlah besar, maka tidak ada nutrisi yang diserap tubuh, tapi efeknya sangat serius.

Tidak hanya itu saja, selain rendah nutrisi, mie instan juga memiliki kandungan serat dan protein yang sangat rendah pula. Dengan mengonsumsi mie instan, memang dalam waktu singkat akan dapat membuat perut kenyang, akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama karena tubuh masih memerlukan karbohidrat, nutrisi, protein dan serat yang membuat seseorang kembali lapar.

Terlebih lagi, menurut beberapa penelitian lain juga mentebutkan bahwa mie instan itu mengandung MSG atau monosodium glutamate. Memang, sejauh ini efek dari MSG sendiri masih menjadi kontroversi. Ada yang mengatakan bahwa MSG tidak masalah dikonsumsi asal dalam jumlah wajar, ada pula yang benar-benar tidak menganjurkan menggunakan MSG dalam makanan karena efeknya buruk bagi kesehatan terutama otak.

Oleh karenanya, disarankan untuk tidak mengonsumsi mie instan dalam jumlah banyak sekaligus dalam satu hari dan membatasinya setidaknya 1 atau 2 kali saja dalam satu minggu.