gigi anak min

Picture by: https://image-cdn.medkomtek.com/

Apa yang pertama terlintas dalam otak ketika mendengar kata “gigis”? Tentunya yang pertama kali terlintas adalah gigi dan kedua adalah anak-anak. Ya, memang gigi gigis adalah suatu masalah gigi yang kerap dialami oleh anak-anak kecil. Banyak orang tua yang mengatakan bahwa gigi gigis disebabkan karena anak-anak suka makan permen. Nah, benarkah anggapan tersebut?

Sebelum menjawabnya, maka perlu diketahui terlebih dahulu apa sih gigi gigis tersebut. Gigi gigis adalah jenis kerusakan atau masalah pada gigi yang sering dialami oleh batita dan balita. Masalah tersebut terjadi karena enamel atau bagian permukaan pada gigi mengalami kerusakan dan membusuk.

Gigi menjadi gigis dikarenakan berkembang biaknya bakteri yang dapat mengubah gula menjadi senyawa asam. Gula tersebut sendiri dapat berasal dari apapun, termasuk permen, gula-gula ataupun susu yang tertinggal atau menempel di gigi dalam jangka waktu lama. 

gigi anak 2 min

Picture by: https://cdns.klimg.com/dream.co.id

Ketika salah satu gigi sudah membusuk dan enamelnya terkelupas atau terkikis, maka akan membuatnya menjadi menghitam. Setelah itu, apabila tidak ditangani secara cepat, maka bakteri yang membuat gigi membusuk tersebut akan merembet dan menyerang gigi-gigi lain di sebelahnya. Akibatnya adalah selain membuat penampilan anak menjadi kurang elok lagi pada saat berbicara atau tertawa memperlihatkan giginya, rasa nyeri karena gigi yang sudah rusak tersebut akan dialami cepat atau lambat.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkannya antara lain karena anak suka makan permen atau hal-hal yang memiliki rasa manis. Tidak hanya itu saja, minum susu pada malam hari juga dapat membuat bakteri menumpuk dan membuat enamel gigi terkikis. Minum susu disebut sebagai salah satu penyebab karena ada kandungan gula atau perasa manis di dalamnya yang akan tetap menempel setelah anak meminumnya pada malam hari dan tidak segera menggosok gigi.

Memang ada pemikiran bahwa gigi anak yang rusak tersebut adalah gigi susu yang mana akan tanggal ketika sudah waktunya tiba. Akan tetapi apabila dibiarkan, maka bakterinya akan berdiam di dalam rongga mulut dan kembali menyerang gigi baru yang tumbuh. Oleh karenanya, disarankan untuk memeriksakan si anak ketika muncul karies dan kerusakan seperti itu.