Hamil 6

Picture by: https://cdn-image.hipwee.com/

Mungkin jika diartikan secara mentahan saja, heartburn memiliki artian jantung yang terbakar atau rasa panas pada bagian jantung. Tapi sebenarnya bukan itu arti sesungguhnya. Walaupun menggunakan kata heart, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan jantung. Heartburn sendiri memiliki artian rasa panas seperti terbakar pada bagian dada karena naiknya asam lambung dari perut menuju dada dan kemudian terus naik ke arah esofagus atau kerongkongan.

Dalam penelitian medis, heartburn terjadi saat otot stingter esofagus pada bagian bawah atau juga dikenal dengan otot pembatas di antara esofagus dengan lambung menjadi sedikit elastis yang mana disebabkan mengalirnya asam lambung menuju atas (kerongkongan).

Berdasarkan studi klinis, semua orang dapat mengalami heartburn, tapi ibu-ibu hamil adalah orang yang sangat kerap mengalaminya dibandingkan dengan orang biasa. Ketika alami heartburn, maka ada sensasi terbakar pada bagian perut bagian atas dan di sekitar dada bawah. Karena masalah ini, tidak jarang ibu-ibu hamil akan mengalami rasa yang tidak mengenakkan dan bahkan sakit serta membuat sulit untuk memejamkan mata.

Banyaknya ibu-ibu hamil alami heartburn karena meningkatkan kadar hormon progesteron dan membuat elastisitas otot stingter tersebut lebih ekstrim lagi. Ketika hal tersebut terjadi, maka makanan yang dikonsumsi tidak secara langsung terpecah dan tersebar tapi beberapa persen di antaranya berkubang di daerah lambung dan usus. Setelah lama menetap di usus dan lambung, maka saat asam lambung naik, sisa makanan tersebut akan ikut terdorong naik ke kerongkongan. 

Heartburn dialami ibu-ibu hamil yang masuk pada periode trisemester kedua dan kemudian akan semakin dialami saat mendekati masa-masa kelahiran. Heartburn akan semakin menyiksa ibu hamil ketika bayi dalam kandungan semakin tumbuh. Hal itu dikarenakan pertumbuhan janin membuat rahim menjadi membesar dan membuat rongga perut penuh. Oleh karenanya, maka asam lambung menjadi sering terdorong ke atas karena tidak memiliki space cukup untuknya.

hamil 4

Picture by: https://asset.kompas.com/

Untuk mengatasi heartburn, kamu dapat mengubah sedikit pola makan dan tidur. Disarankan untuk makan dalam porsi yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Hal itu agar dapat membuat makanan yang dikonsumsi lebih cepat habis terpecah dan tercerna tubuh atau tidak menyisakan di daerah usus dan lambung. Ketika perut terlalu kenyang, maka akan ada banyak gas asam di dalam lambung yang membuat mulas dan kemudian mengakibatkan heartburn.

Selain itu, disarankan pula untuk tidak langsung rebahan atau tidur setelah makan. Dianjurkan untuk tetap bersantai dengan posisi tubuh lurus agar pencernaan dapat bekerja secara optimal. Selain itu, jangan pula mengonsumsi makanan yang dapat membuat asam lambung terpicu, seperti makanan yang pedas, berminyak atau juga buah-buah asam dan kecut seperti jeruk. Selain itu, perbanyaklah minum air putih.