Mitos Buah

Picture by: https://www.biolandeurope.com

Ladies, pernahkah kamu mendengar sebuah mitos tentang makanan, buah atau minuman? Mitos yang mengatakan kalau makan makanan atau minum minuman tertentu maka akan mengalami sakit atau kebalikannya bahkan lebih sehat lagi. Nah, ternyata dari semua mitos tersebut tidak semuanya benar. 

Ya, memang ada yang benar tapi ada pula yang ngawur. Bahkan ada pula yang informasinya kurang. Untuk mengetahui informasi lebih jelas mengenai mitos-mitos yang selama ini beredar, simak berikut penjelasan di bawah ini.

Mitos: Makan Sebuah Apel Sehari dapat Menjauhkan Diri Dari Dokter

Mungkin mitos satu ini tidak pernah ada atau didengar oleh orang di Indonesia, tapi sangat dikenal di daratan Eropa dan Amerika Serikat. Ya, pernyataan tersebut awalnya merupakan anekdot lawas dari Wels yang muncul sekitar tahun 1860-an. Tidak diketahui siapa yang mencetuskannya, tapi dalam pernyataan tersebut menyebutkan bahwa dengan makan apel sehari, maka akan mengurangi kunjungan ke dokter atau rumah sakit. Dan apakah mitos tersebut hanya kelakar belaka atau memang benar begitu adanya?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh JAMA Internal Medicine dengan mengikutsertakan sekitar 8.399 relawan dari berbagai negara, ternyata memunculkan hasil bahwa dengan seringnya mengonsumsi buah apel setiap hari, maka kekebalan tubuh sampai kesehatan organ dalam menjadi lebih bagus dibandingkan orang yang tidak pernah atau jarang mengonsumsinya. Hanya saja pihak peneliti mengatakan bahwa pernyataan tersebut tidak boleh diartikan secara mentah, tapi harus disertai dengan penjelasan yang masuk akal dan sesuai dengan data medis.

Mitos: Wortel Baik untuk Mata

Sebenarnya pernyataan mengenai memakan wortel itu sangat baik untuk mata muncul saat Perang Dunia II berlangsung. Pada saat itu, para pilot Angkatan Udara Kerajaan Inggris menggunakan radar khusus untuk dapat mendeteksi dan menembak pesawat musuh pada saat gelap atau malam hari. Untuk menjaga informasi mengenai radar tersebut, maka pihak Kementerian Informasi Kerajaan Inggris membuat satu propaganda palsu dengan mangatakan bahwa para pilot mereka memiliki visual yang lebih bagus dari pilot negara lain karena seringnya mengonsumsi wortel. Oleh karenanya, mereka dapat melihat jelas baik di siang atau malam hari.

Menurut uji medis, memang benar wortel itu sangat kaya akan akan antioksidan beta karoten dan prekursor vitamin A. Setelah diserap oleh tubuh, vitamin A membantu membuat rhodopsin atau pigmen yang membantu mata bekerja lebih baik dalam cahaya redup. Akan tetapi bukan berarti dengan mengonsumsi wortel lantas dapat melihat dalam kegelapan total. Dengan memakan wortel, maka mata akan dapat melihat lebih bagus dibandingkan orang yang jarang mengonsumsi umbi jenis ini. Tapi untuk lebih sehatnya lagi, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya beta karoten lain seperti ubi jalar, labu siam dan sayuran berdaun hijau.

wortel

Picture by: https://miro.medium.com/

Mitos: Jahe Meredakan Mual 

Sejak ribuan tahun lalu, banyak orang menggunakan ramuan obat dari tanaman dengan akar yang kuat yang mana jahe termasuk di dalamnya. Selain untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap virus, jahe juga dipakai untuk menghangatkan badan atau sebagai tonik. Akan tetapi di beberapa negara Asia, seperti India dan Cina, jage juga digunakan sebagai obat untuk meredakan muntah dan mual. 

Berdasarkan studi klinis, ternyata hal tersebut benar adanya, jahe sangat cocok  untuk digunakan meredakan muntah dan mual saat alami mabuk perjalanan, pagi hari kala hamil atau juga sebagai perawatan kemoterapi dan pasca operasi setelah anestesi. Kandungan dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol, diyakini dapat membantu mempercepat pengosongan lambung dan akhirnya membuat rasa mual mereda.

Mitos: Minum Saat Makan dapat Membuat Nutrisi Tidak Terserap Tubuh

Ada mitos yang mengatakan bahwa ketika kamu makan, seharusnya habiskan terlebih dahulu makananmu dan baru minumlah. Hal itu disebabkan ketika kamu sedang makan dan kemudian minum maka membuat proses pemecahan makanan terganggu serta nutrisi dari makanan tersebut tidak akan terserap oleh tubuh. Air akan menggelontor makanan secara langsung keluar dari lambung. Dan hal tersebut membuat perut menjadi kembali kosong serta memunculkan kembung.

Mitos satu ini dapat dikatakan salah karena menurut penelitian, tidak ada kaitannya apakah kamu minum sebelum, pada saat atau setelah makan dengan penyerapan nutrisi dalam tubuh. Kamu dapat minum kapanpun kamu perlukan tanpa harus takut tidak mendapatkan nutrisi dari makanan yang kamu makan. Hanya saja, saat makan disarankan untuk meminum secara perlahan.