aktivis dunia

Picture by: https://ichef.bbci.co.uk/

Pada tahun 2012 lalu, dunia dikejutkan dengan berita bahwa ada seorang aktivis remaja dari Pakistan bernama Malala Yousafzai yang ditembak oleh tentara Taliban tepat di kepalanya saat dia akan berangkat ke sekolah. Pada waktu itu Malala masih berusia sekitar 11 atau 12 tahunan. Dan untung saja, upaya pembunuhan atas dirinya tersebut tidak berjalan dengan sukses. Malala dapat diselamatkan walaupun harus mengalami koma dalam durasi lama. Sekarang ini, Malala sudah bukan merupakan gadis remaja lagi karena usianya sudah menginjak 18 tahun.

Dan ternyata, di banyak negara di dunia, ada banyak aktivis seperti Malala yang berani bersuara walaupun mereka masih berusia di bawah 20 tahun. Berikut ini adalah remaja-remaja pemberani yang dapat menjadi inspirasi generasi muda karena mau bersuara lantang di mimbar dunia.

Melati Wijsen

Melati Wijsen

Picture by: https://lh3.googleusercontent.com/

Melati Wijsen adalah seorang aktivis remaja kelahiran Bali yang menyuarakan pentingnya menghindari pemakaian plastik di seluruh dunia. Dia bersama dengan adiknya, Isabel Wijsen mendirikan organisasi bernama Bye Bye Plastic Bags pada tahun 2013. Melati juga menyuarakan kepeduliannya terhadap lingkungan di forum internasional serta menjadi salah satu pembicara di World Ocean Day pada tahun 2017.

Autumn Peltier

Autumn Peltier

Picture by: https://anishinabeknews.ca/

Autumn Peltier adalah seorang remaja yang lahir pada tanggal 27 September 2004. Memang masih muda jika melihat usianya, tapi kepeduliannya terhadap pentingnya air bersih untuk manusia dapat diacungi jempol. Dia mulai menyuarakan kepeduliannya tersebut sejak usia 8 tahun dan kemudian suaranya didengar tidak hanya secara nasional tapi internasional ketika dirinya berpidato secara singkat di forum Assembly of First Nation yang dihadiri oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Mya-Rose Craig

Mya Rose Craig

Picture by: https://www.bristol247.com/

Mya-Rose Craig atau dikenal dengan sebutan Birdgirl adalah sorang remaja berusia 18 tahun yang mengkampanyekan kesetaraan hak. Dalam hal ini, kesetaraan hak yang diperjuangkannya adalah kesamaan antara semua ras dan etnis yang ada di seluruh dunia. Dia juga menciptakan organisasi non-profit bernama Black2Nature untuk mengkampanyekan kemerdekaan dan kesetaraan hak dalam masyarakat yang harusnya juga dinikmati oleh orang-orang berkulit gelap atau juga anak-anak dari etnis tertentu, termasuk Asia pada khususnya.

Naomi Wadler

Naomi Wadler

Picture by: https://assets.teenvogue.com/

Naomi Wadler yang lahir pada tanggal 16 Oktober 2006 ini juga merupakan aktivis remaja yang menyuarakan akan bahayanya penggunaan senjata api di masyarakat, baik oleh petugas keamanan terlebih orang biasa. Di usianya yang masih masih sangat belia ini, dia berbicara di forum besar yang dihadiri oleh orang-orang dewasa tentang hal tersebut serta kesetaraan hak terutama untuk para wanita berkulit gelap di Amerika Serikat.

Ayakha Melithafa

Ayakha Melithafa

Picture by: https://gcs.thesouthafrican.com/

Walaupun usianya masih 18 tahun, Ayakha Melithafa juga sangat concern terhadap rusaknya alam sekitar. Dia bersama dengan banyak aktivis dunia mengkampanyekan kesadaran masyarakat terhadap bumi dan seisinya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi-generasi penerus nantinya. Ayakha merasa bahwa sekarang ini semua ras, suku dan segalanya harus saling bahu membahu menyelamatkan bumi dari kehancuran.

Greta Thunberg

Greta Thunberg

Picture by: https://images.newscientist.com/

Greta Thunberg adalah seorang gadis remaja berusia 17 tahun dari Swedia yang menjadi aktivis lingkungan dunia. Bertahun-tahun dia menyuarakan tentang masalah alam dan sekitarnya dan tidak hanya seputar alam saja, Greta juga berkampanye untuk menyuarakan masalah kesehatan mental sampai dengan masalah sosial lainnya. Dia mendapatkan banyak penghargaan atas keberaniannya menyuarakan apa yang patut disuarakan tersebut.