Anne Frank

Picture by: https://thumbs-prod.si-cdn.com/

Mungkin namanya tidak seterkenal para remaja populer zaman sekarang seperti Greta Thunberg, Isabel dan Melati Wijsen, Chloe Kim atau bahkan Billie Eilish, tapi hasil karyanya menginspirasi remaja atau anak-anak muda untuk miliki mimpi dan berusaha untuk mewujudkannya walaupun kondisi sangat tidak memungkinkan.

Ya, dia adalah seorang remaja berusia 15 tahun bernama lengkap Annelies Marie Frank atau kerap hanya dipanggil dengan sebutan Anne saja. Dia adalah pengarang yang sangat ingin menjadi jurnalis. Bukunya yang berjudul The Diary of a Young Girl berhasil dicetak sebanyak jutaan eksemplar dan kemudian kisahnya dibuat dalam bentuk drama dan film.

Tapi siapa sebenarnya Anne atau Anne Frank ini? Berikut penjelasan singkatnya.

Anne Frank adalah seorang remaja putri keturunan Yahudi biasa seperti kebanyakan remaja pada umumnya. Dia lahir pada tanggal 12 Juni 1929 di Frankfurt, Jerman yang mana sebagian besar hidupnya dihabiskan di sebuah apartemen kecil di Amsterdam, Belanda. Keluarga Anne pindah dari Frankfurt ke Amsterdam dari tahun 1933 dan menetap di kota tersebut sampai akhirnya pecahnya Perang Dunia II.

Pada saat Perang Dunia II pecah, banyak tentara Nazi yang menangkapi orang-orang Yahudi untuk dimasukkan ke dalam kamp-kamp konsentrasi. Dikarenakan hal itu, keluarga Anne terjebak di tengah kota dan mereka harus bersembunyi di reruntuhan bangunan di balik rak buku di gedung tempat ayah Anne bekerja.

Di tempat tersebut, Anne dan keluarganya bersembunyi dan bertahan selama 2 tahun lamanya. Mereka tidak bisa kemana-mana dan kalau sampai keluar, maka akan langsung diciduk oleh tentara Nazi yang kerap berpatroli di Amsterdam. Selama bersembunyi di belakang rak buku, Anne sering menulis dan mengarang cerita yang mayoritas mengenai dirinya dan keluarganya selama dalam tempat persembunyian atau mulai tahun 1942 sampai 1944. Semua dia tulis secara runtut dengan bahasa yang bagus karena memang dia bercita-cita ingin menjadi seorang jurnalis.

Pada tahun 1944, ternyata ada yang membocorkan tempat persembunyiannya dan kemudian dalam waktu singkat Anne dan keluarganya ditangkap oleh sekelompok polisi Nazi dan dibawa ke kamp konsentrasi. Anne juga harus berpisah dengan ayahnya karena pihak Nazi memang memisahkan antara pria dan wanita.

Anne Frank2

Picture by: https://media.newyorker.com/

Dalam kondisi yang mengenaskan selama beberapa bulan di dalam kamp konsentrasi, Anne menderita banyak penyakit, mulai dari kudis sampai dengan busung lapar. Di tahanan, Anne sangat kurus dan tidak memiliki rambut. Tubuhnya terus melemah yang pada akhirnya di awal tahun 1945, Anne terkena tifus dan gadis malang tersebut menghembuskan napas terakhirnya di dalam kamp.

Buku harian yang berisi cerita tersebut ditemukan oleh seorang wanita Belanda yang dulu sempat menolong keluarga Anne untuk bersembunyi, yaitu Hermine Santruschitz atau dikenal dengan nama Miep Gies. Dia menemukan buku tersebut di tempat persembunyian Anne dan kemudian setelah Perang Dunia II usia, dia menyerakan buku itu ke Otto Frank yang tak lain adalah ayah Anne. Dia adalah satu-satunya dari keluarga Anne yang selamat walaupun juga sempat hidup di kamp konsentrasi.

Dari tahun 1947, Otto kemudian menerbitkan buku harian Anne tersebut ke dalam Bahasa Jerman dan Belanda. Tanpa disangka, buku harian itu laris manis dan kemudian dicetak ulang dalam berbagai bahasa. Versi Bahasa Inggrisnya baru diterbitkan pada tahun 1952 dengan judul The Diary of a Young Girl.