Eleanor Roosevelt

Picture by: https://imageproxy.themaven.net/

Pada abad ke-20 Eleanor Roosevelt merupakan salah satu wanita hebat yang masuk ke dalam sejarah Amerika Serikat, bahkan dunia. Istri dari Franklin Delano Roosevelt, seorang Presiden Amerika Serikat di tahun 1932 ini terus mempelajari dan menyuarakan keadilan untuk hak asasi manusia, khususnya wanita. 

Lahir di New York City, Amerika Serikat pada tanggal 11 Oktober 1884. Eleanor merupakan anak dari keluarga pasangan bangsawan yaitu Elliot dan Anna Hall Roosevelt. Menjadi seorang anak dari keluarga bangsawan tidak semerta-merta membuatnya bahagia. Statusnya sebagai anak perempuan membuatnya tersisihkan oleh ibunya sendiri yang lebih menyayangi adik-adik lelakinya.

Saat berusia 10 tahun, Eleanor bersekolah di Allenswood, London setelah kedua orang tuanya meninggal. Sekolah khusus perempuan yang dikhususkan untuk pada bangsawan ini membuatnya menjadi sosok yang lebih percaya diri. Pada sekolah ini Eleanor mempelajari banyak hal yang tidak di ajarkan oleh keluarganya, yaitu mengenai toleransi antar sesama gender. 

Tahun 1902 setelah dirinya Kembali ke Amerika, Eleanor bergabung dengan Ikatan Konsumen Nasional Amerika. Organisasi yang didirikan untuk memperjuangkan hak asasi para pekerja, khususnya pekerja wanita. Ikatan Konsumen Nasional memiliki program untuk mengunjungi pabrik-pabrik di Amerika yang memberikan upah sangat rendah. Dan memperjuangkan upah-upah para buruhnya.

Pada 17 Maret 1905, Eleanor menikah dengan saudara sepupunya sendiri yaitu Franklin Deelano Roosevelt. Franklin berkecimpung di dunia politik dan sedang menaiki kejayaan di masa itu. Sehingga, membuat nama Eleanor Roosevelt semakin dikenal oleh publik. 

Eleanor Roosevelt2

Picture by: https://www.history.com/

Pada tahun 1932 Franklin terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Pada saat itu pula Eleanor memanfaatkan hal tersebut untuk menjadi seorang yang aktif dalam perkumpulan pemberi suara wanita, perkumpulan pekerja serta membuat undang-undang jam kerja untuk pekerja wanita.

Di tahun 1940 Eleanor menjadi salah satu pendiri Freedom House dan salah satu wanita yang mendukung dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang biasa dikenal dengan PBB. Ditahun 1945 di mana suaminya Franklin meninggal dunia, Eleanor berjanji untuk tetap meneruskan perjuangannya membela hak para pekerja. Hal ini dibuktikan ketika dirinya berhasil dijadikan sebagai ketua komite League of Women Voters yang memiliki tujuan untuk merancang pernyataan umum Hak Asasi Manusia. 

Atas begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang didedikasikan untuk membela hak asasi manusia. Presiden Trauman memberi gelar untuk Eleanor sebagai “Ibu Negara Dunia.”

Eleanor meninggal pada 6 November 1962 karena penyakit TBC. Begitu besar jasa Eleanor bagi para pekerja khususnya wanita pada abad ke-20. Eleanor kini dikenang sebagai wanita paling berpengaruh di dunia sepanjang masa.