Kamala Harris

Picture by: https://www.mercurynews.com/

Mungkin sebelumnya jarang ada yang mengetahui apalagi mengenal nama Kamala Devi Harris atau lebih populer dikenal dengan nama Kamala Harris ini. Ya, dia adalah calon Wakil Presiden terpilih Amerika Serikat pasangan calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menang dalam pemilihan umum di Negeri Paman Sam pada awal bulan November 2020 kemarin.

Lantas siapakah Kamala Harris itu? Berikut biografi singkatnya.

Kamala Harris merupakan seorang wanita yang lahir di Oakland, California, Amerika Serikat pada tanggal 20 Oktober 1964. Dia dibesarkan di lingkungan yang didominasi orang-orang keturunan Afrika-Amerika di Berkeley tengah, tepatnya di daerah Milvia Street. Tidak seberapa lama, orang tuanya pindah ke daerah Bancroft Way yang berada di Berkeley Barat yang juga sangat banyak orang-orang berkulit hitamnya. Kamala kecil sering kali ikut dibawa oleh orang tuanya dalam demonstrasi mengenai hak-hak sipil orang-orang Afrika-Amerika. 

Walaupun sejak kecil dia selalu dibawa ke gereja dan bahkan diikutsertakan dalam paduan suara gereja di Berkeley, akan tetapi dia dan adik kecilnya, Maya, kerap diajarkan oleh ibunya lagu-lagu sampai dengan tata cara pemujaan dalam agama Hindu. Hal tersebut dikarenakan ibunya Kamala Harris, Shyamala, adalah seorang imigran dari India yang menempuh pendidikan di University of California. 

Kamala Harris 2

Picture by: https://images.bisnis-cdn.com/

Ayahnya sendiri, Donald, adalah seorang keturunan Jamaica yang bekerja di Stanford University sebagai seorang dosen ekonomi bergelar doctor. Sayangnya, pada usianya yang ke-7, Kamala Harris harus menjumpai satu kenyataan pahit di mana kedua orang tuanya bercerai. Perceraian kedua oran tuanya itulah yang membuat Kamala harus berjuang keras agar dapat mencapai titik tertinggi dan tidak ingin memberatkan orang tuanya, yang mana dalam hal ini adalah ibunya.

Pada tahun 1990, setelah semua pendidikan dan gelar dia dapatkan, Kamala berhasil menjadi seorang jaksa wilayah di Alameda County, California. Ketegasannya dalam masalah hukum membuatnya dikenal sebagai jaksa yang tidak bisa diatur apalagi disuap. Bahkan Kamala tidak takut bahwa yang dihadapinya adalah kasus-kasus berat, seperti masalah obat-obatan, pelecehan seksual tingkat tinggi sampai dengan perdagangan manusia.

Sejak menjabat sebagai jaksa wilayah itulah, karir Kamala secara perlahan dan pasti naik ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan pada tahun 2010, dia sukses menjadi jaksa umum untuk wilayah California dan kembali mendapatkan jabatan yang sama di tahun 2014. Kemudian di tahun 2016, Kamala berhasil mengalahkan lawan politiknya, Loretta Sanchez, untuk maju ke kursi parlemen Amerika Serikat. Dia juga menjadi wanita Afro-Amerika pertama yang berhasil mendapatkan posisi tersebut.

Popularitasnya inilah yang membuat Joe Biden mengangkatnya sebagai wakil kala dilakukannya pemilihan presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat melawan Donald Trump dari Partai Republik. Dan akhirnya keberhasilannya bersama Biden ini membuatnya menjadi wanita Afro-Amerika atau bahkan wanita yang menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat untuk kali pertama dalam sejarah.