sunhiya

Picture by: https://matamaduranews.com/

Kalau bicara tentang kisah inspiratif para tokoh wanita, nama R.A. Kartini pasti ada di urutan teratas. Sedangkan kalau di era modern, nama Sri Mulyani sering digaungkan oleh para milenial. Tapi banyak juga kisah penuh perjuangan dari sosok wanita kuat yang tak tersorot pemberitaan, misalnya saja Sunhiyah.

Bukan wanita sembarangan, putri asli Sumenep ini berhasil menyabet gelar Sumenep Award 2017 dalam kategori Tokoh Wanita Inspiratif. Sosok kelahiran 02 Januari 1973 yang kerap disapa Achoe ini, sejak kecil menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk yang terletak di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Latar Belakang Pendidikan Sunhiyah

Sedari remaja, Sunhiyah memang dikenal cerdas dan aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi di sekolah. Bahkan saat duduk di bangku Madrasah Aliyah, dialah yang menggagas dibentuknya Organisasi Intra Sekolah (OSIS) sekaligus menyusun struktur kepengurusan yang benar-benar baru di lingkungan pesantren tempatnya belajar.

Pada tahun 1991, Sunhiyah meneruskan pendidikannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Bimbingan Konseling Islam. Keputusannya masuk ke jurusan tersebut ternyata dilandasi dari keinginannya untuk membuat ruang gerak wanita di Madura lebih bebas dan merdeka. Dia juga mengikuti banyak kajian yang mengangkat isu seputar wanita dan feminisme, serta post modernisme.

Sunhiyah juga aktif dalam dunia teater serta menempuh pendidikan informal di Sekolah Analisis Gender. Selain itu, dia juga menjadi Kordinator Pusat Kajian Gender di PMII Yogyakarta. Dan berbekal dari semua pengalamannya itu, pada tahun 1999 Sunhiyah bergabung dalam Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan Indonesian Volunteer for Social Movement (INVOLVEMENT).

Menempuh S3 dan Makin Aktif di Kancah Internasional

Dari tahun ke tahun, ia tetap aktif mengangkat masalah seputar wanita dan anak. Bahkan setelah menyelesaikan pendidikan S3-nya, Sunhiyah masih terus berupaya untuk mewujudkan impiannya agar wanita mendapatkan haknya serta setara dengan pria di masyarakat. Dia juga bersama dengan Wahid Institute dan UN Women sukses  menyelenggarakan peringatan Hari Perdamaian Internasional yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2017.

Apa yang dilakukan Sunhiyah membuktikan bahwa wanita adalah sosok yang sangat kuat. Meski berasal dari daerah terpencil dan menempuh pendidikan dasar yang tidak istimewa, namun kedisiplinan dan kerja keras bisa mengantarkannya hingga S3 dan bekerja sama dengan tokoh-tokoh hebat nasional serta dunia. Semoga kisah inspiratif Sunhiyah ini bisa jadi pelecut semangatmu untuk terus maju ya, Ladies!