Inspirasi Tara Westover

Picture by : https://s3.amazonaws.com

Ya, mungkin jika membaca judulnya, akan terasa aneh, bahkan janggal, kok bisa seorang memiliki gelar Ph.D atau Master dari Cambridge University yang termasuk salah satu universitas tersohor di Inggris, bahkan di dunia, akan tetapi tidak memiliki ijazah SMA. Bahkan tidak pernah sekalipun duduk di bangku sekolah menengah atas ataupun mengikuti pelajaran di fase tersebut.

Tapi hal tersebut menjadi satu hal yang mungkin dan telah dibuktikan oleh seorang wanita bernama Tara Westover. Siapa dia? Tara Westover saat ini terkenal sebagai memoirist, essayist dan sejarawan dari Amerika Serikat yang sudah menyabet banyak penghargaan bergengsi di usianya yang masih 34 tahun.

Untuk mengetahui siapa itu Tara Westover selengkapnya, berikut ini adalah penjelasan singkat dari wanita tersebut.

Tara Westover adalah seorang wanita yang lahir pada tanggal 27 September 1986 di Clifton, Idaho, Amerika Serikat. Dia adalah anak dari pasangan Val dan LaRee Westover, dua orang yang sama-sama memegang teguh kepercayaan Church of Jesus Christ of Latter Day Saint movement of Restorationist Christianity atau mormon survivalist. Tara tumbuh berkembang bersama dengan 5 kakak laki-laki dan perempuan dalam satu rumah.

Tara dilahirkan di rumah dengan bantuan seorang yang memiliki keahlian mengurusi persalinan atau setara bidan apabila di Indonesia. Setelah lahir pun, dikarenakan paham yang dianut orang tuanya dianggap aneh, maka dia tidak pernah dibawa ke rumah sakit atau mendapatkan perhatian dari dokter atau perawat medis. Oleh karenanya, Tara baru mendapatkan sertifikat kelahiran resmi pada usia 9 tahun.

Kedua orang tuanya juga bersikeras tidak ingin mendapatkan perawatan dari rumah sakit atau dokter untuk semua anggota keluarga dan lebih memilih untuk perawatan pribadi di rumah. Walaupun terluka atau sakit parah, maka yang harus dilakukan adalah merawat sendiri dengan tanaman herbal atau obat-obatan yang lain.

Sejak kecil, dia dan saudara-saudaranya dicekoki dengan segala hal spiritual dan terkait dengan paham Mormonisme. Karena paham yang dianut oleh orang tuanya dianggap aneh di masyarakat, maka masa kecilnya kurang begitu berwarna seperti halnya anak-anak lainnya. Bahkan dia dan semua saudaranya tidak pernah belajar di sekolah reguler, melainkan diajar dengan metode home schooling yang dilakukan sendiri oleh ibunya.

Tara sendiri bisa membaca setelah diajar oleh kakak tertuanya. Dia tidak pernah datang ke sekolah untuk dapat mahir menulis essay. Ada banyak buku yang dibacanya di rumah dan menjadi salah satu media pembelajarannya waktu itu.

Ketika menginjak usia remaja, Tara membeli buku-buku yang umumnya diperuntukkan bagi anak-anak SMA. Dia pelajari sendiri dengan maksud agar mendapatkan nilai bagus di ACT Exam atau ujian standar untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi. Tanpa disangka, hasil dari ujian ACT Exam yang didapatkannya sangat bagus dan Tara dapat ‘lampu hijau’ untuk masuk ke Brigham Young University yang kemudian mendapatkan beasiswa untuk mengikuti pendidikan di tempat tersebut. Dan dapat dikatakan bahwa Tara dapat masuk dan menjadi seorang mahasiswi tanpa menempuh pendidikan setara SMA sama sekali. Bahkan dia tidak memiliki ijazah SMA.

Tara Westover

Picture by : https://bloximages.chicago2.vip.townnews.com

Perjuangan kerasnya di bangku perkuliahan membuahkan hasil. Tara sukses meraih gelar terhormat dari Brigham Young University pada tahun 2008. Setelah itu, Tara kemudian meneruskan pendidikan di University of Cambridge dan mendapatkan gelar Ph.D atau Master sebagai Gates Cambridge Scholar di tahun 2010. Kemudian Tara mendapatkan gelar Doktor pada tahun 2014.

Setelah itu, Tara kemudian rajin menulis esai, memoar sampai dengan mengulas sejarah-sejarah serta menulis buku. Banyak karya-karyanya yang terkenal dan mendapatkan penghargaan internasional. Bahkan tidak sedikit dari buku ciptaanya menjadi best seller dan telah diterjemahkan sampai dengan 45 bahasa.