CEO 3 FILEminimizer

CEO Starbucks Howard Schultz berusia 7 tahun dan tinggal di proyek-proyek Brooklyn bersama kedua saudara kandungnya ketika ayahnya adalah seorang sopir truk dan pergelangan kakinya patah. Ketika itu keluarganya dibiarkan tanpa pendapatan atau kemampuan membayar tagihan medis dan tanpa asuransi kesehatan atau kompensasi pekerja

Namun entah bagaimana keluarga itu menjadi berhasil, tetapi pengalaman itu adalah momen yang menentukan bagi Schultz. Sebagai CEO Starbucks, ia melembagakan program asuransi kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu menawarkan asuransi kesehatan bagi karyawan penuh dan paruh waktu.

Schultz adalah seorang atlet berbakat yang masuk ke Universitas Michigan Utara dengan beasiswa sepakbola tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak bermain dan melewati sekolah dengan pinjaman dan bekerja secara serabutan. Setelah lulus kulia, ia masuk ke sebuah perusahaan dengan bagian penjualan, dan di perusahaan keduanya Hammarplast yang menjual pembuat kopi Eropa yang membawa seorang Schultz bekerja disebuah perusahaan biji kopi berrnama Starbucks.

Seorang komunikator yang meyakinkan, Schultz bangkit dengan cepat di dalam perusahaan tempatnya bekerja. Starbucks yang kala itu merupakan sebuah operasi penjualan biji kopi kecil yang dimiliki oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Bowker, masuk ke dalam ide marketing Schultz yang kala itu menjabat sebagai direktur penjualan di Hammarplast dengan memperhatikan kenaikan penjualan pembuat kopi ke perusahaan di Seattle.

Setahun kemudian ia bergabung dengan perusahaan Sturbucks sebagai direktur penjualan Starbucks, dan selama perjalanan ke Italia ia mendapat ide. Sampai saat itu Starbucks baru saja menjual biji kopi, namun dikejutkan oleh budaya bar kopi di Negara Italia. Ia menjadi yakin bahwa Starbucks harus menyajikan minuman kopi dan menciptakan kepuasan bagi penikmatnya.

Pada tahun 1984, pemilik asli Starbucks memberinya lampu hijau untuk membuka satu kedai kopi di Seattle yang menjadikannya sukses besar. Namun Schultz memiliki ide yang sangat berbeda tentang ke mana harus membawa perusahaan, jadi dia pergi untuk membuka bar kopi miliknya sendiri di Il Giornale.

Il Giornale juga sukses dijalankan oleh Schultz dan ia mampu membeli Starbucks dan menggabungkannya dengan Il Giornale pada tahun 1987. Saat ini, tidak ada gerai kopi yang menjual lebih banyak minuman kopi kepada lebih banyak orang di lebih banyak tempat.

CEO 2 FILEminimizer

CEO berusia 62 tahun yang pertama lulus dari perguruan tinggi di keluarganya saat ini memiliki nilai kekayaan $ 3 miliar dan mengepalai Yayasan Keluarga Schultz, yang berfokus pada mobilitas ekonomi bagi para veteran dan kaum muda.

Schultz adalah seorang radikal sejati dan visioner untuk ketajaman kepemimpinan dan bisnis. Inilah lima pelajaran yang bisa kita ambil dari pemimpin ini.