Keharmonisan Berumah Tangga

Picture by : https://redlotusletter.com

Di saat kecil pasti banyak di antara kamu yang mendambakan menjadi seorang princess yang bertemu dengan pangeran berkuda dan memiliki kisah cinta happy ending. Hal ini bisa saja diwujudkan jika kamu mendapatkan pasangan yang bisa menjaga dan memanjakanmu sepanjang waktu. 

Dengan begitu untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan mencapai kisah cinta happy ending, perlu adanya perjanjian antar pasangan. Lalu perjanjian apa sajakah yang perlu ditepati dan diaplikasikan dalam hubungan rumah tangga ini? Yuk simak ulasan berikut.

Kesepakatan dalam Mengatasi Sebuah Masalah

Setiap manusia pasti memiliki caranya sendiri dalam menghadapi sebuah masalah baik itu masalah eksternal maupun internal. Nah, untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis ada baiknya kamu dan pasangan mendiskusikan bagaimana titik tengah yang harus digunakan sebagai jalan dalam pemecahan masalah dalam rumah  tangga ini. 

Jika kamu tipe orang yang suka ngomel dan menyelesaikan masalah pada saat itu juga, sedangkan pasangan memiliki cara yang berkebalikan denganmu, pastikan untuk mencari satu solusi dalam hal ini agar tidak terjadi masalah yang terlalu berlarut-larut.

Menuntut untuk Bersikap Terbuka Satu Sama Lain

Hal penting lainnya adalah saling menuntut untuk bersikap terbuka. Inilah biasanya yang sering terlewatkan antara pasangan yang sudah berumah tangga. Terkadang ada sifat yang belum diketahui sebelum menikah, dan kemudian terjadi cekcok karena adanya perubahan sifat dari masing-masing pasangan. 

Oleh karena itu, menuntut untuk saling terbuka di awal hubungan merupakan hal yang perlu dilakukan untuk menghindari permasalah yang tidak penting. Dengan melakukan hal tersebut, mau tidak mau kamu dan pasangan akan bertindak saling jujur dan terhindar dari rasa kecurigaan.

Keharmonisan Keluarga

Picture by : https://www.knowfengshui.com

Menyepakati Bahwa Tanggung Jawab dalam Rumah Tangga Menjadi Kewajiban Antar Pasangan

Banyak yang berpikiran bahwa suamilah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab dengan rumah tangga. Memang suami memikul tugas sebagai kepala rumah tangga layaknya nahkoda pada sebuah kapal, tapi kapal akan berjalan dengan baik jika memiliki awak kapal yang juga memiliki sikap tanggung jawab.

Sebagai contoh, suami memang bertanggung jawab dalam hal menafkahi, sekarang tugas kamu sebagai istri adalah mengelola keuangan dalam rumah tangga. Jadi semua kebutuhan dalam rumah tangga dapat dipikul berdua, hal ini lah yang membentuk sikap saling menghargai antar pasangan.

Sehingga untuk memiliki rumah tangga yang selalu harmonis diperlukan komunikasi yang lancar dan kesepakatan awal yang harus dipatuhi satu sama lain ya!