persahabatan kepompong

Picture by: https://www.theshonet.com/

Memiliki teman akrab atau sahabat tentunya sangat menyenangkan, bukan? Karena hanya kepada merekalah kamu dapat mencurahkan segala keluh kesan, meminta pendapat dan saran, sampai melakukan hal-hal gila bersama tanpa rasa takut imej akan jatuh. Ya, memang seperti itulah seharusnya persahabatan itu. 

Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahwa ternyata dirinya sedang dalam pusara pertemanan yang beracun atau dapat disebut dengan toxic friendship. Bagi kamu yang sampai sekarang ini belum menyadarinya coba tanyakan hal-hal ini kepada diri sendiri dan kemudian analisis. Apakah pertemanan kamu itu sehat atau masuk dalam kategori toxic?

Apakah teman atau sahabatmu memanipulasimu untuk keuntungannya sendiri?

Biasanya, bila seseorang sudah merasa nyaman dengan pertemanan yang sudah terjalin lama, maka banyak hal yang akan ditoleransi dan kompromikan. Bahkan ketika teman atau sahabat itu memanipulasi semuanya untuk mendapatkan keuntungan pribadinya, kamu pun akan tetap stay calm dan tidak menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang patut diperdebatkan. 

Padahal, justru itulah kesalahan yang dilakukan tanpa disadari. Dalam pertemanan atau persahabatan itu harusnya tidak ada yang mencari keuntungan untuk diri sendiri. Apabila itu terjadi, maka jalinan pertemanan atau persahabatan itu dapat dikatakan sudah tidak lagi sehat.

Apakah kamu bisa percaya 100 persen untuk berikan rahasiamu kepada teman atau sahabatmu?

Semua jalinan pertemanan akrab atau juga persahabatan memiliki landasan dasar kepercayaan. Karena tidak ada lagi selain rasa percaya yang dapat dijadikan jaminan akan langgeng tidaknya sebuah persahabatan. Ketika sudah merasa nyaman dan percaya satu dengan lainnya, maka tidak ada borderline atau pembatas dalam persahabatan tersebut. Bahkan masing-masing juga akan saling membuka dan membeberkan rahasia terdalam mereka tanpa rasa curiga atau was-was akan dibocorkan.

Tapi jika kamu masih tidak percaya untuk menitipkan rahasiamu kepada teman akrab atau orang yang sudah kamu anggap sahabat, maka itu adalah salah satu hal yang dapat merusak jalinan tersebut.

toxic friendship 3

Picture by: https://meramuda.com/

Seberapa sering dia merendahkanmu bukan dalam bentuk bercanda yang menyenangkan dan saling membalas? Dalam artian benar-benar merendahkan.

Ketika sudah berteman akrab atau bersahabat dengan durasi waktu yang tidak hanya satu dua tahun saja, maka segala kebaikan dan kejelekan masing-masing akan diketahui. Dikarenakan hal itulah, tidak jarang akan ada olok-olok tentang segala hal, bahkan termasuk body shaming, yang mana tujuannya hanyalah bercanda semata.

Tapi akan beda rasanya ketika bentuk olok-olok tersebut ternyata benar-benar dilakukan bukan bermaksud bercanda yang memiliki artian merendahkan. Jika hal itu terjadi, maka sudahilah jalinan pertemanan tersebut karena sudah tidak sehat lagi.

Jadi dari ketiga pertanyaan di atas, kamu dapat menanyakan kepada diri sendiri dan kemudian menganalisisnya. Jika memang tidak ada hal yang aneh dari jawaban ketiganya, maka lanjutkan pertemanan, akan tetapi bila ada jawaban yang sebaliknya, maka pikirkan lagi untuk meneruskan jalinan itu.