peduli

Picture: https://blue.kumparan.com/

Hubungan antara orang tua dan anak sangatlah komplek dan lebih rumit dibandingkan dengan pasangan. Terlebih lagi jika anak sudah menginjak usia remaja atau dewasa. Tentunya akan banyak pertengkaran yang terjadi di dalam rumah karena suatu hal kecil. Tapi jika kamu ingin menjalin hubungan baik dengan anak, maka posisikan dirimu sebagai seorang sahabat. 

Tidak masalah kamu berbohong jika dia sedang melakukan atau memakai sesuatu yang nampaknya sangat disukainya. Bohong putih tidak menjadi masalah dilakukan agar dia tidak kecewa. Tapi, kamu dapat memberikan sedikit saran untuk hal tersebut agar tidak terkesan judging. Berikut tips parenting terbaik yang bisa kamu coba:

Jangan Terlalu Mengekangnya 

Memang tidak salah untuk terus berusaha mendekap sang buah hati selamanya dan tidak ingin dia kenapa-kenapa. Tapi ingatlah, semakin hari, anak akan terus tumbuh. Pikiran dan tubuhnya juga berkembang pesat seiring dengan usianya. Berupayalah untuk terus mundur secara perlahan dari kehidupannya. Dalam artian bahwa, berikan dia waktu dan ruang untuk dirinya sendiri tanpa campur tanganmu yang berlebihan. Tapi dalam hal ini, kamu tidak dapat lepas tangan begitu saja. Tetap awasi, kontrol bila melenceng dan berikan bantuan jika dia memang membutuhkannya.

Pertengkaran Itu Tidak Selalu Buruk

Tidak ada hal yang sempurna dalam hidup ini, termasuk hubungan antara orang tua dan anaknya. Ada waktu di mana kondisi sangat kondusif dan harmonis, ada pula waktu pertengkaran meletus antara keduanya. Hal tersebut bukanlah suatu yang buruk, lho. Bahkan pertengkaran tersebut dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan di dalam hubungan. Hanya saja, jangan setiap hari bertengkar. Kalau hal tersebut terjadi, maka dapat dikatakan bahwa hubungan tidak lagi seimbang, tetapi menuju keretakan.

marah

Picture by: https://asset-a.grid.id/

Jangan Menjadi Diktator

Semua orang tua tentunya memiliki ekspektasi bagus kepada anaknya. Bahkan tidak jarang ada yang memiliki ekspektasi sangat besar dan berlebih. Bagus, sih, tapi tahukah kamu bahwa justru ekspektasi berlebih itu justru menjadi beban bagi anak, terlebih jika dia tidak menyukai hal yang kamu inginkan. Seperti contohnya, kamu ingin dia menjadi dokter, padahal dia ingin menjadi seorang musisi. Dengan kamu bersikap diktator dan tidak mau tahu apapun, maka kamu mematikan semangatnya secara perlahan.

Jangan Membandingkan

Tidak ada seorang pun di dunia ini suka untuk dibanding-bandingkan, termasuk dengan anak-anak. Sayangnya, banyak orang tua di luar sana yang justru membandingkan anak-anak mereka dengan yang lainnya dengan alasan sebagai bahan motivasi atau sejenisnya. Tapi kembali lagi, tidak ada seorang pun ingin dan mau dibandingkan. Jangan bandingkan dia, tapi berikan motivasi dengan cara dan kata-kata lain.

Memang benar, tips parenting masa kini lebih banyak menyarankanmu untuk menjadi seorang teman atau sahabat jika ingin menjalin hubungan baik dengan anak yang sudah mulai beranjak remaja atau dewasa. Memang benar seperti itu, tapi tetaplah menjadi orang tua yang akan terus memberikan perlindungan, support, ketenangan dan segalanya kepadanya setiap saat. Hal tersebut tentunya tidak dimiliki oleh seorang teman atau sahabat, bukan?